Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
101.


__ADS_3

HAPPY READING..


KITA LANJJJUUUUTTTT?🤭🤭


Semua sudah berkumpul tak kecuali dengan Aditya Yasmin dan juga Bian.


Meskipun mereka keluarga yang terkenal, namun tidak pernah mereka menyombongkan diri jika ada orang yang menyapa. Mereka akan balik menyapa orang itu.


"Kakek! Om Bian ke mana kok belum datang juga? Kan kita kangen," ucap Salman.


"Om Bian ada kok dia lagi ke toilet sebentar nanti juga balik lagi." Aditya terseyum bahagia melihat lucu nya ke dua cucu nya itu.


"Oh iya! Kakek nggak dipeluk juga nih? Kan Kakek kangen juga sama kalian?" Aditya berpura-pura ngambek.


"Memangnya Kakek mau dipeluk juga? nggak minder dengan ketampanan kita?" tanya Salim.


Aditya tercengang, "Ya ampun Cucu siapa sih ini pintar sekali?!" seru Aditya gemas kepada mereka dan dengan sekali tarikan Aditya menggendong keduanya.


"Wah! Kakek kuat sekali, padahal kita berat loh! Bunda saja saat kita minta gendong katanya berat? Kok Kakek kuat sih padahal kan Kakek sudah tua!" ucap Salim.


Pernyataan Salim mengundang gelak tawa semua orang, Annisa begitu geli dengan pernyataan Cucu nya itu.


"Mengapa kamu jujur sekali sih sayang?" tanya Annisa.


"Soal nya kata Bunda kalau bohong nanti Allah nggak sayang sama kita," jawab nya polos.


"Hoho! Meskipun aku sudah tua tapi masih kece badai ya jangan salah, iya kan Yas?!" ucap Aditya.


Yasmin yang disebut namanya pun terkekeh.


"Iya saja deh," sahut Yasmin.


"Kok kamu ngomongnya gitu sih Yang?" tanya Aditya tak terima.


"Cie sudah manggil Yang aja nih." Malik berseru meledek keduanya.


Hal itu mengundang gelak tawa mereka semakin kencang, Yasmin semakin bersemu merah. Dia bahkan menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Sudah-sudah, kasihan dai sudah merah tuh lihat pipi nya begitu merona." Annisa melerai setelah menghentikan tawanya.


Mereka saling mengobrol satu sama lain, berbaur jadi satu dan saling menyayangi satu sama lain.


Annisa begitu bahagia melihat kedekatan Aditya dan Yasmin, dia jauh lebih bahagia dengan status nya sekarang ini hingga maut menjemput nya.


🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️


Aditya sudah ada di rumah Annisa, dia menemui mantan istri nya itu dengan maksud tertentu, yaitu menginginkan untuk dia kembali lagi bersama nya.


Namun jawaban dari Annisa tentu sama dan gak berubah sedikit pun. "Mas sudah tau jawabannya, berkali-kali aku katakan Mas, aku sudah tidak lagi ingin menjalin hubungan apapun dengan hal cinta ataupun pernikahan. Sudah tidak ada lagi rasa yang ada Mas, aku sudah menganggap kamu itu sebagai Kakak Aku dan Ayah dari Asyifa, tidak lebih. Cukup sampai di sini saja. Dan tolong jangan kejar aku lagi." Annisa memohon.


Aditya masih saja terdiam. "Aku tau Kamu ada rasa sama Yasmin, kenapa Kau tidak mencoba dengan nya, lagi pula kasihan Bian harus melihat kedua orang tua nya tak bertempat tinggal bersama. Dia kini sudah jauh lebih baik bahkan sangat baik dari sebelumnya, aku yakin kok, Bian juga menginginkan hal itu meski dia tidak pernah mengatakan nya." Lanjut Annisa lagi.


"Tolong buka lebih lebar hati Kamu Mas, Kamu mendekati Aku, Aku rasa bukan karena Kamu masih menyukai Aku. Tapi karena rasa bersalah Kamu!" kata Annisa lagi.


Aditya terdiam, benarkah diri nya seperti itu? Apakah dirinya sudah mulai mencintai Yasmin?. Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Aditya.


"Mendingan Kamu pastikan hal itu pada Yasmin. Aku yakin jika Yasmin juga masih mencintai Kamu. Tapi karena dia merasa bersalah jadi dia tidak seperti dulu yang memperjuangkan cinta nya kepada Kamu.


Hal itu membuat Annisa terkekeh. "Ya Allah Mas? Kamu sudah tua bahkan Kamu sudah punya Cucu tapi masih saja bingung dengan perasaan sendiri?" Annisa tertawa pelan.


Aditya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia jadi malu. "Aku rasa Aku mulai masa puber kedua deh Nis?" canda Aditya.


Annisa tertawa geli di ikuti oleh Aditya.


🕳️🕳️🕳️🕳️


Dan di sini mereka, saling melempar kata sayang. Annisa sudah meyakini jika hal itu pasti nya berjalan dengan lancar. Annisa senang akhirnya dia bisa melihat orang-orang yang dia sayang sudah menemukan apa yang mereka inginkan.


Kebahagiaan nya begitu sangat lengkap, punya keluarga yang begitu menyayangi nya dan juga di tambah sekarang dia sudah mempunyai dua cucu.


"Nikmat mana yang aku dusta kan ya Allah? Terimakasih atas segala nikmat yang luar biasa ini," gumam Annisa terseyum.


Di lain sisi, Bian sedang berjalan dengan memainkan ponsel nya. Dia begitu asik dengan benda pipih itu hingga tepukan di lengan nya mengalihkan perhatian nya.


"Kakak! Boleh minta tolong tidak?" tanya seorang gadis.

__ADS_1


Bian mengernyit bingung, "mau minta tolong apa?" tanya nya.


"Ini Kak, boleh Kakak memotret kami?" pinta gadis itu menyodorkan ponsel nya.


Bian tak bergeming, dia hanya menatap fokus pada wajah gadis itu. "Kakak! Hallo?."


Fokus Bian buyar karena tangan gadis itu yang melambai di depan wajah nya.


Bian menerima ponsel itu dan mulai memposisikan kamera nya. Gadis itu dan teman-teman nya berpose dengan berbagai macam gaya. Hingga pada jepretan ke tiga, gadis itu dan teman-temannya menyudahinya.


Gadis itu menghampiri Bian dan meminta balik ponsel nya sembari berterimakasih.


Dia mengecek hasil jepretan Bian, dan senyuman gadis itu mengembang.


"Sekali lagi terimakasih Kak!" ucap nya puas.


Bian tak menjawab apapun, dia sibuk dengan dunia nya karena begitu lekat dia pandangi wajah ayu gadis itu.


Gadis itu tidak peduli dan membalikkan badannya hendak pergi, namun suara Bian menghentikan langkahnya.


"Anita? Kau Anita kan?" tanya Bian.


Anita, gadis cantik yang dua tahun lalu pernah meminta tanda tangan Bian hanya untuk taruhan. Iya, dia Anita.


Anita membalikkan badannya dan menatap bingung Bian. "Iya saya Anita, kenapa Kakak bisa kenal sama Saya?" bingung Anita.


Bian menggeleng, "tidak apa-apa, hanya memastikan saja." Ucap nya dan berlalu pergi.


Anita menatap aneh Bian, di dalam hati nya bertanya-tanya, bagaimana pemuda itu tau nama nya. Dia jadi bingung.


Bian berjalan dengan sesekali tersenyum, mengingat Anita yang menurut nya lucu.


"Sudah sangat berubah sekali penampilan nya, sekarang dia sudah mengenakan hijab, jadi semakin cantik," gumam Bian.


Senyuman nya seketika pudar saat dirinya sadar dengan apa yang dia gumam kan. "Ya ampun! Ngomong apa Aku ini?!" ucap Bian menampik pikiran nya.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍.

__ADS_1


__ADS_2