Me And The Rich Man

Me And The Rich Man
Chapter 102


__ADS_3

Aysel mempercepat langkah kakinya menyusul Evan yang sudah jauh membelakanginya. Laki-laki itu bahkan tampak tak peduli meskipun Aysel terus memanggil namanya. Berjalan melewati koridor rumah sakit tanpa menoleh sedikit pun.


Selepas mengantar Hanna pulang, Evan menuju rumah sakit hanya untuk memenuhi janjinya menemui Ceyda yang dua hari belakangan terus mencarinya. Selepas menyuapi makan dan menemani gadis kecil itu bermain hingga tertidur, Evan pun meninggalkannya tanpa permisi kepada Aysel.


“Evan tunggu! Aku mohon dengarkan aku!” 


“Lepaskan!” Evan menghempas tangannya dengan kasar, membuat Aysel tersentak. Walau begitu, ia tak sedikit pun menyerah. Aysel tetap berusaha mengikuti Evan. 


“Evan, aku mohon dengarkan aku dulu. Hanna tidak sebaik yang kau pikirkan. Aku mengenalnya sejak beberapa tahun lalu. Dia bukan wanita baik-baik. Dia sudah menjebakmu!” 


Langkah kaki Evan terhenti bersamaan dengan helaan napas panjang. Setiap kata yang terucap dari bibir Aysel seolah membawa rasa panas yang membakar tubuhnya. Dengan amarah yang tertahan, ia menghunus tatapan tajam kepada wanita itu. 


“Menjebakku? Tahu apa kau tentang dia?” 


“Aku tahu semuanya,” sambar Aysel. “Wanita murahan itu merayu Xavier untuk uang. “Selain itu dua anaknya juga tidak jelas asal usulnya.” 


Evan mengepalkan tangan hingga pembuluh darahnya terlihat menonjol. Jika saja Aysel seorang pria, mungkin kepalan tinju sudah mendarat di wajahnya.


"Kau bilang apa? Anak-anaknya tidak jelas?"


Aysel menganggukkan kepala. "Ya, itu memang benar. Tidak ada yang tahu siapa ayah dari anak-anaknya Hanna."


Mata Evan berkilat marah. Lagi-lagi ia menghembuskan napas panjang demi mengurai rasa marah yang terus dipicu wanita itu.

__ADS_1


"Dengar baik-baik, Aysel! Anak-anak yang kau sebut tidak jelas asal-usulnya itu adalah anakku! Sky dan Star adalah anakku!"


"A-apa?" Bagai petir menyambar tubuhnya, Aysel bergetar. Bola matanya membelalak tak percaya. Wanita itu bahkan belum dapat mengucapkan sepatah kata pun karena rasa terkejut. "Kau pasti berbohong, kan? Kau hanya mau melindungi kehormatan mereka. Evan ..."


"Cukup, Aysel!" Suara Evan menggelegar hingga terdengar menggema. "Dengan menghina istri dan anakku kau sama saja sedang menghinaku. Sky dan Star adalah anakku. Ingat itu!"


Selepas meluapkan kekesalannya, Evan berlalu meninggalkan Aysel begitu saja.


Sedangkan Aysel masih membeku, tubuhnya terasa sulit untuk digerakkan. Bola matanya berair, menatap punggung lelaki yang baru saja meninggalkannya tanpa perasaan itu.


*


*


*


Pandangannya mengelilingi ruangan luas yang lebih mirip sebuah gudang itu. Tubuhnya gemetar menahan ketakutan ketika melihat beberapa pria bertubuh besar di hadapannya.


"Siapa kalian?"


"Kau akan segera tahu. Tunggulah sebentar lagi."


Laki-laki itu semakin gemetar. Pikiran-pikiran buruk mulai menguasainya. Terlebih, ia dalam keadaan terikat pada sebuah kursi kayu.

__ADS_1


Tak lama berselang, pintu terbuka dan memunculkan sosok pria jangkung, membuat kening laki-laki yang sedang dalam ketakutan itu berkerut.


"Siapa kau? Kenapa kalian menyekapku di sini?"


"Apa dia orangnya?" Bukannya menjawab, Evan malah melayangkan pertanyaan kepada Osman yang berdiri di sisinya.


"Iya, Tuan!" Jawabnya. "Dia orangnya yang sudah berani mencoba melecehkan Nona Hanna."


Xavier tersentak. Berusaha mengingat-ingat sebuah nama yang baru saja disebutkan salah satu pria yang menyekapnya. Sementara pria lainnya menatapnya dengan amarah yang tertahan.


"Siapa kalian, ada apa ini?" teriaknya.


Mata Evan menyalang layaknya seekor elang yang siap menerkam seekor kelinci. Sementara laki-laki bernama Xavier itu semakin ketakutan tatkala menyadari siapa pria yang berdiri di hadapannya.


"Osman, buka ikatannya! Aku tidak suka memukuli orang yang terikat!"


***


Maafin yaaa... bab ini aku gak dapat feel-nya. dan beneran aku maksain banget untuk up hari ini, karena aku sedang dalam keadaan berduka.


Insha Allah akan aku benerin begitu hatiku sedikit kuat.


😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2