Me And The Rich Man

Me And The Rich Man
Chapter 104


__ADS_3

Xavier mengusap lengannya yang tampak merah karena lecet akibat eratnya tali yang mengikat tubuhnya. Kemudian menatap pria misterius yang berdiri dalam jarak beberapa meter dari tempatnya duduk. Ia tampak sedang melepas jas serta arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia lemparkan seenaknya kepada seorang pria yang berdiri tak jauh darinya. 


Melihat penampilan dan perilaku pria tersebut, Xavier sudah mampu menebak dalam benaknya bahwa pria  yang menyekapnya itu bukanlah orang sembarangan. Ia pun kembali menebak-nebak ada hubungan apa Hanna dengan pria itu. 


“Osman, pegang ini!” Evan melemparkan ponsel ke arah Osman, membuat laki-laki itu segera menangkapnya sebelum terjatuh ke lantai. Lalu melayangkan tatapan menikam kepada pria yang masih terduduk bingung di kursi. 


“Sebenarnya ada apa ini? Anda pasti salah orang, Tuan.” Suara Xavier terdengar gemetar. “Kita tidak saling kenal dan ini pertama kali kita bertemu.” 


“Kau benar, ini pertama kali kita bertemu ... dan juga untuk terakhir kalinya.” 


“A-Apa maksud Anda?” 


Rasanya hawa dingin tiba-tiba merambat ke seluruh tubuh Xavier hingga seakan membekukan darahnya. Xavier bahkan merasa merinding ketika pria itu menggulung lengan kemejanya. 


“Bangun dan hadapi aku!” ujar Evan. 

__ADS_1


Pandangan Xavier berkeliling menatap satu-persatu pria dalam ruangan kosong itu. Tidak mungkin ia seorang diri menghadapi lima orang sekaligus. 


“Kau tenang saja. Kau hanya perlu mengeluarkan tenaga untuk menghadapiku, karena mereka yang ada di sini hanya akan menjadi penonton saja.” 


Xavier menarik napas dalam-dalam. Irama jantungnya kian berpacu. Bahkan ia tak lagi dapat memikirkan kesalahan apa yang diperbuatnya hingga membuat pria itu marah dan ingin menghajarnya. 


“Tunggu dulu!” Tangan Xavier terangkat setinggi dada, berusaha mengulur waktu. “Setidaknya beritahu aku kesalahan yang kuperbuat. Kalian tidak mungkin menyekapku di sini tanpa alasan kan? Selain itu, aku sama sekali belum pernah melihat kalian sebelumnya. Lalu untuk alasan apa kalian menyekapku di sini?” 


“Aku akan menjelaskan sambil menghajarmu. Jadi bangunlah atau aku akan meminta salah satu dari mereka untuk menghabisimu.” 


Bugh! 


Kepalan tinju keras Evan mendarat mulus di wajah Xavier, membuat laki-laki itu mundur beberapa langkah. Ia mengusap sudut bibirnya yang dialiri cairan merah. 


“Melawanlah, karena itu akan lebih baik bagimu. Kau tidak mau mati sia-sia di sini, kan?” Evan menyeringai dengan menyeramkan. 

__ADS_1


Xavier pun tak ada pilihan selain mencoba membalas setiap serangan Evan. Paling tidak, ia harus bertahan saja. 


Evan mencengkram kerah kemeja Xavier hingga tampak tertarik dan kusut, kemudian menghunus pukulan di perut beberapa kali. Suara erangan pun menggema di ruangan luas nan kosong itu. 


“Kau bertanya apa kesalahanmu, kan?” Evan mendorong tubuh Xavier hingga membentur pilar besar. Kemudian melayangkan tinju ke wajah pria itu lagi. “Hanna Cabrera ... cobalah mengingat-ingat nama itu.” 


Xavier membeku, jantungnya seakan berhenti berdetak, bahkan untuk bernapas pun rasanya sangat sulit. Rasa sakit mulai menjalar ke setiap bagian tubuhnya. Ia pun teringat pada sosok wanita yang namanya disebutkan pria asing itu. 


“Ada hubungan apa Anda dengannya?” tanya Xavier dengan suara yang nyaris tak bertenaga. 


“Pertanyaan yang bagus!” 


Bugh! Satu hantaman tinju mendarat di perut yang membuat tubuh Xavier terjerembab ke lantai. 


****

__ADS_1


jangan Lupa Follow akun penulisku, karena kita akan bagi-bagi pulsa lagi di episode terakhir Me And The Rich Man. 🤗🤗🤗


__ADS_2