
"Iya, Ozkan ... Tuan Azkara adalah bos ayah dan Tuan Muda Sky adalah anaknya."
Wajah Ozkan seketika memucat mendengar ucapan ayahnya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Sky dan Star adalah anak dari bos sang ayah. Ia tampak mulai ketakutan dan menunduk. Nyalinya pun menciut.
“Maafkan aku, Tuan,” ucapnya gemetar tanpa berani mengangkat kepala.
Melihat ketakutan di wajah Ozkan, Evan pun tersenyum ramah seraya mengusap puncak kepalanya.
“Tidak apa-apa, Nak. Jangan takut.”
“Ozkan, sekarang serahkan mainan itu kepada Tuan Muda Sky. Dia duluan yang melihatnya, kan?” ucap ayah Ozkan saat melihat putranya masih menyembunyikan kotak kecil mainan di belakang punggungnya.
"Tapi ayah ... aku juga mau mainan ini."
Evan menatap pria itu. Masih dengan raut wajah yang sangat ramah. Tidak ada sedikitpun garis kemarahan di wajahnya, meskipun anaknya dihina di depan mata kepalanya sendiri.
“Tidak apa-apa, biarkan saja. Sky bisa memilih mainan lain. Iya kan, Sky.”
Meskipun masih tampak sedih karena mainan kesukaannya direbut, namun Sky mengangguk setuju. Ia melirik lemari etalase, tidak ada lagi mainan seperti itu, padahal ia sangat menginginkannya.
"Baiklah, Daddy."
__ADS_1
Pandangan Evan berkeliling, kemudian mengangkat tangan ketika melihat seorang karyawan toko yang sedang mengawasi keadaan sekitar. Pria berseragam itu pun segera mendekat.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” ucapnya dengan senyuman ramah.
“Apa masih ada stok mainan seperti itu di toko ini?” tanya Evan seraya menunjuk kotak mainan di tangan Ozkan.
“Hot Wheels ... Tentu saja, kami masih punya stok yang banyak di ruang pwnyimpanan. Yang ada di etalase hanya pajangan. Jika Anda menginginkan, saya akan ambilkan di gudang.”
“Baiklah, tolong berikan dua paket yang lengkap,” pinta Evan membuat kelopak mata karyawan toko itu melebar.
“Dua paket lengkap, Tuan?” tanya pria itu tampak tak percaya.
Betapa tidak, satu buah mainan saja harganya sudah sangat mahal, apa lagi Evan meminta dua paket mainan yang lengkap.
“Baik, Tuan. Tunggu sebentar, akan saya ambilkan.”
Ozkan tercengang, menatap Evan tanpa berkedip. Kemudian melirik Sky yang berdiri di hadapannya.
Hah ... dua paket? Apa Daddy nya sky punya uang yang sangat banyak. Dia beruntung sekali ....
*
__ADS_1
*
*
Sky sangat kegirangan menatap daddynya yang tengah melakukan pembayaran di kasir. Daddy-nya baru saja membelikan sepaket mainan yang tidak pernah terbayangkan akan ia miliki. Sepaket mobil-mobilan hot wheels memang sangat diinginkan anak seusianya.
"Apa Daddy membeli semua itu untukku?" tanya Sky dengan raut wajah bahagianya.
“Iya, Nak ... satu paket ini untukmu dan berikan satu paket lagi untuk temanmu itu.” Evan memberikan sebuah kotak besar ke tangan Sky. Membuat Sky menatap daddynya dengan bingung.
"Satunya diberikan kepada Ozkan?" tanya Sky membuat Evan mengangguk.
"Kenapa diberikan kepada Ozkan?"
"Sky ... Ayah Ozkan itu adalah teman baik daddy. Jadi berbuat baiklah kepada Ozkan."
Sky mengerutkan bibirnya. Pipinya terlihat mengembang seperti bunglon, yang tampak sangat menggemaskan bagi Evan.
“Tapi Daddy ... Dia tidak pernah mau meminjamkan mainannya kepadaku. Ozkan itu sangat jahat.”
Evan berjongkok di hadapan putranya, lalu mengusap puncak kepalanya dengan lembut.
__ADS_1
“Tidak ada anak yang jahat, anakku ... Semua anak itu memiliki hati yang bersih. Orang dewasa dan lingkungan yang kadang merubah mereka. Ayolah, berikan itu dan kalian akan berteman setelahnya.”
***