Me And The Rich Man

Me And The Rich Man
Chapter 64


__ADS_3

Sky berlari dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Tidak tahu harus berlari ke mana, yang ia pikirkan hanya mencari daddy-nya dan menyelamatkan Star yang sedang sakit. 


Sementara Cleo memasuki kamar tempatnya menyekap anak-anak itu. Ia cukup terkejut saat hanya menemukan Star yang tertidur di atas sebuah karpet tipis . Pandangannya menyapu seisi ruangan dengan marah. Ia meyakini Sky baru saja melarikan diri. 


“Kurang ajar! Apa dia berani melarikan diri?” gumam wanita itu, kemudian melirik pria yang datang bersamanya, seorang mafia perdagangan organ tubuh ilegal. 


Cleo mengenalnya dari seseorang yang terpercaya dan berniat menjual sepasang anak kembar itu kepadanya. Pria itu tampak marah. “Kau bilang ada dua anak, lalu mana anak yang satunya?” tanya pria itu dingin.  


“Sebentar, Tuan. Aku akan melihatnya dulu.” 


Wanita itu lalu beranjak menuju jendela dan melongokkan kepalanya keluar. Namun, ia tak menemukan tanda-tanda keberadaan Sky. “Bagaimana ini, Sky tidak ada.” 


Cleo bergegas keluar dari ruangan itu, namun seketika terhenti. Kelopak matanya melebar, ia gemetar ketika ujung senjata api milik mafia itu berada di pelipisnya. Pria itu menatapnya dingin. 


“Berani sekali kau membuat masalah dengan keluarga Azkara. Apa kau sudah bosan hidup?” Ia kemudian memberi kode kepada dua orang pengawalnya untuk masuk ke dalam kamar. Salah satu di antaranya menggendong Star. 


“Bos, nona kecil sepertinya sedang sakit. Tubuhnya hangat.” 


“Lalu apa lagi yang kalian tunggu? Cepat bawa Nona Kecil keluar dari sini!” ucap pria tanpa rambut itu. 

__ADS_1


“Baik, Bos.” Pria dengan jaket berlambang huruf Z itu keluar dari kamar dengan menggendong Star. 


Napas Cleo tercekat mendengar nama keluarga Azkara dan juga salah satu dari pria itu yang menyebut Star ‘nona kecil’. Ia semakin gemetar ketika menyadari tatapan pria di hadapannya. 


 “Si-siapa Anda? Bukankah Anda mafia yang mau membeli dua anak itu dariku dan berjanji akan membantuku meninggalkan negara ini dengan aman?” 


Pria itu tersenyum sinis, ia seolah akan meledakkan senjata apinya di kepala Cleo. “Aku hanya memasang jebakan untukmu. Sekarang katakan di mana Tuan muda Sky atau peluruku akan menembus kepalamu.” 


Cleo pun baru tersadar bahwa pria di hadapannya adalah orang-orang keluarga Azkara yang berhasil melacak keberadaannya. Kali ini tamatlah riwayatnya. Begitu pikir Cleo. 


“Maafkan aku, Tuan. Aku benar-benar tidak tahu. Tadi aku mengurung mereka di sini. Tapi sekarang dia menghilang.” 


“Baik, Bos!” 


**** 


Evan tersadar dari lamunan ketika merasakan getaran di saku celananya. Dengan gerakan malas, ia mengeluarkan benda pipih itu dan menatap nama yang tertera di layar. 


“Botak?” gumamnya dengan alis berkerut. Osman menoleh sejenak saat mendengan gumaman tuannya. 

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi, Evan menggeser simbol hijau, dengan penuh pengharapan menerima kabar baik tentang sepasang anak kembarnya. 


“Nona kecil sudah ditemukan. Tapi sepertinya Tuan muda melarikan diri!” 


Seketika bola mata Evan berair mendengar laporan dari orang kepercayaan keluarga Azkara itu. “Apa maksudmu dengan Sky melarikan diri? Lalu bagaimana keadaan Star, dia baik-baik saja, kan?” 


“Iya. Nona kecil baik, hanya demam sedikit. Kami sedang mencari tuan muda. Semoga saja dia belum jauh. Aku akan mengirimkan lokasi kami sekarang.” 


Sambungan terputus, Evan lalu membuka pesan yang baru saja dikirim Botak kepadanya yang berisi lokasi mereka berada sekarang. 


“Ada apa, Tuan?” tanya Osman. 


“Mereka sudah menemukan rumah tempat Cleo menyekap anak-anak, tapi Sky tidak ada di sana. Cepatlah, Osman! Kita harus ke sana dan mencari Sky!” pekik Evan panik.


Osman menginjak pedal gas dalam sehingga membuat mobil melesat. Beruntung jalan yang mereka lewati cukup lengang. Melewati sebuah tikungan tajam, sosok anak kecil tiba-tiba menyeberang jalan dengan berlari. 


“Osman awas!” pekik Evan. 


Osman membanting setir ke arah kiri hingga mobil menabrak pembatas jalan. Beruntung Osman sempat menginjak pedal rem, sehingga mobil tak menghempas dalam. Evan tersadar dari keterkejutan, lalu melirik ke tengah jalan di mana seorang anak sudah tergeletak. 

__ADS_1


****


__ADS_2