
“Mommy ...” Star mengulurkan tangannya sehingga Hanna menyambutnya dengan senyuman. Kemudian membawa gadis mungil itu ke pangkuannya dan memeluk melepas rindu. Hanna menyentuh kening putrinya demi memastikan suhu tubuh yang semalam hangat.
“Syukurlah, demamnya sudah turun.”
Masih dalam keadaaan setengah sadar, pandangan Star berkeliling ke setiap sudut ruangan, kemudian menatap Hanna. Ia tersenyum setelah yakin benar-benar telah berada di kamar mommy-nya. Sebab semalam, setelah memakan makanan kesukaannya di mobil—saat dalam perjalanan pulang, ia kekenyangan dan tertidur hingga pagi menjelang.
“Kenapa, Sayang?” tanya Hanna membelai wajah putrinya.
“Mommy, aku sudah pulang. Daddy datang menjemputku.”
Hanna memeluknya lagi seraya mengecup ubun-ubunnya. Sementara Sky yang juga baru terbangun langsung duduk di sisi mommy-nya.
“Mommy tidak apa-apa, kan?” tanya Sky polos sehingga Hanna memeluk kedua anaknya bersamaan..
“Tidak apa-apa, Nak. Mommy baik-baik saja karena kalian sudah kembali bersama mommy,” jawab Hanna seraya mengecup kening anak-anaknya.
“Apa tante galak itu menyakiti Mommy? Apa dia memarahi Mommy seperti memarahi Star? Dia itu jahat, Mommy.”
Hanna dan Evan saling melempar lirikan, tampak bingung mendengar ucapan kedua anaknya. Terlebih, Sky dan Star menunjukkan ekspresi sedih.
“Siapa yang kalian bicarakan?” tanya Evan penasaran.
“Tante galak yang semalam, Daddy.” Sky memeluk mommy-nya, seolah tak rela siapapun menyakitinya. “Tante itu bilang di hotel, kalau aku dan Star tidak mau ikut dengannya, maka dia akan menyakiti Mommy lagi. Dia akan menyiram mommy lagi dengan air. Dan mommy akan sakit.”
__ADS_1
Baik Evan maupun Hanna terkejut mendengar penuturan Sky. Kini mereka mengerti mengapa Sky dan Star mau ikut dengan wanita itu. Cleo telah mengancam akan menyakiti Hanna dan mereka tidak ingin mommynya sedih.
“Sky ... Star ... dengarkan daddy.”
Bocah kembar itu menatap daddy-nya dengan intens.
“Tidak akan ada lagi yang akan menyakiti mommy. Jadi lain kali kalau ada yang berkata seperti itu, cepat beritahu daddy. Karena daddy yang akan menghukum mereka.”
Seketika mata Sky berbinar mendengar ucapan daddy-nya. Pikiran polosnya sedang menebak bahwa daddynya sudah memberi hukuman untuk si tante galak yang kemarin menculik mereka. Wanita itu bahkan memarahi Star dan memukul Sky.
“Apa Daddy juga sudah memberi hukuman untuk tante galak itu?” Sky tampak sangat penasaran.
“Diberi hukuman apa, Daddy?” Star ikut menanyakan dengan ekspresi yang sama seperti kakaknya.
“Memang apa yang kau lakukan pada Cleo?” tanya Hanna ikut penasaran.
Evan pun menarik napas panjang. Soal urusan Cleo sudah ia serahkan sepenuhnya kepada Botak dan Evan tahu semengerikan apa laki-laki itu. Ia akan menjadi garda terdepan untuk melindungi keluarga Azkara.
Evan melirik Sky dan Star, lalu menatap Hanna dengan tersenyum.
“Daddy menghukumnya dengan menyirami air. Seperti cara mommy menghukum Nyonya Ursula,” jawab Evan membuat Hanna melotot.
****
__ADS_1
Byur!
Cleo seketika terbangun karena terkejut mendapat hadiah siraman selamat pagi. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya demi mengembalikan kesadarannya. Tampak seorang pria tanpa rambut berdiri tepat di hadapannya.
“Bangun! Ini sudah pagi. Kau sudah terlalu lama tidur,” ucap Botak dingin.
“Tolong ampuni aku, Tuan. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Aku akan pergi dari kehidupan Hanna dan anak-anaknya selamanya.
“Dan kau pikir aku akan percaya?”
“Percayalah, Tuan.”
“Mereka sudah pernah memberimu kesempatan, tapi kau tidak tahu diri. Sekarang aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan pernah kembali dalam kehidupan mereka lagi.”
Cleo semakin gemetar. Ia telah menebak kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada dirinya. “Apa Anda akan membunuh saya?”
Botak terkekeh, tetapi sangat menakutkan bagi Cleo. “Membunuhmu akan mengotori tanganku saja. Bukankah kemarin kau mau menjual Nona kecil dan Tuan Muda Sky pada mafia? Bagaimana kalau sekarang aku yang menjualmu pada mafia?”
"Jangan, Tuan. Saya menyesali perbuatan saya."
"Terlambat! Sekarang bersiaplah. Beberapa jam lagi kau akan meninggalkan negara ini dan tidak akan pernah lagi bertemu dengan Nona Hanna atau pun anak-anaknya."
Deg! Deg! Deg!
__ADS_1
****