Me And The Rich Man

Me And The Rich Man
Chapter 60


__ADS_3

Suasana panik kembali terjadi ketika tanda-tanda keberadaan Sky dan Star tak terlihat. Seluruh gedung hotel dan halaman sudah disisir. Hampir tiga puluh menit mencari, namun mereka tak juga menemukan. 


Saat ini seluruh keluarga Azkara sudah berada di ruang kendali untuk memeriksa ruang CCTV. Sementara anak-anak sudah dipulangkan lebih dulu ke mansion keluarga Azkara, kecuali Kay dan Dennis yang menolak untuk pulang sebelum mengetahui keberadaan adik sepupunya. 


“Hanna di serang kurang dari satu jam lalu. Sekitar pukul 02.30,” ucap Evan menatap serius beberapa layar monitor yang menampilkan rekaman CCTV dari setiap sudut hotel. 


Petugas yang sedang bekerja memutar rekaman sesuai dengan waktu yang diberitahukan Evan. Hingga tampak keadaan ketika Hanna dan anak-anak akan memotong kue. Semua menegang menatap layar monitor ketika menayangkan detik-detik Hanna diserang. 


“Evan, Hanna ... kalian yakin tidak mengenal wanita itu?” tanya Zian menatap mereka bergantian. 


“Tidak, Kak. Aku dan Hanna belum pernah melihat wanita itu sebelumnya,” jawab Evan seraya mengusap lengan Hanna demi menenangkannya. “Tenanglah ... Kita pasti akan menemukan anak-anak.” 


Mereka kembali terfokus pada rekaman dan meneliti setiap sudut. “Saat  Hanna diserang, Sky dan Star masih ada di dekat mereka. Lalu wanita itu dibawa keluar oleh petugas keamanan. Botak juga ikut bersama mereka keluar,” ucap Zian menjelaskan kejadian dalam rekaman itu. 


“Coba perbesar gambar di bagian F9!” Zian menunjuk rekaman yang tampak dari sudut lain, di mana  Sky dan Star masih terlihat. Tetapi tak ada yang memperhatikan, karena semua orang sibuk berkerumun di dekat Hanna. 


Hingga seorang wanita dewasa menghampiri mereka. Semua pandangan tertuju hanya di satu layar. Suasana semakin tegang, ada pula yang sudah menangis. Wanita misterius itu mengobrol beberapa saat dengan Sky dan Star, sebelum membawa mereka keluar dari ball room dan meninggalkan gedung hotel melalui pintu belakang. 

__ADS_1


“Coba zoom wajahnya dari rekaman di pintu masuk!” pinta Zian lagi. 


Petugas di ruang kendali memperbesar rekaman CCTV dari berbagai sudut, namun wajah wanita itu tidak tampak jelas karena menggunakan masker untuk menutup wajahnya. Evan dan Rafli pun saling melempar pandangan. 


“Apa jangan-jangan itu Cleo? Hanna bilang melihat seseorang mirip Cleo menggunakan gaun hitam! Dan wanita yang membawa anak-anak menggunakan pakaian hitam!” Tangan Evan mengepal menahan amarah ketika rekaman dengan jelas menampilkan wanita itu membawa Sky dan Star menaiki sebuah mobil dan tak ada satu pun petugas yang berjaga. 


“Siapa Cleo?” tanya Zian penasaran sembari meraih selembar kertas dan mencatat nomor plat mobil yang tertera pada rekaman.


“Dia saudara tirinya Hanna, Kak.” Evan semakin frustrasi dan penuh sesal. “Brengsek! Seharusnya aku memerintahkan Osman membunuhnya saat itu!” 


“Ceritanya sangat panjang, Kak. Aku tidak bisa jelaskan semua sekarang. Yang pasti Cleo pernah mau mencelakai Hanna dan anak-anakku.” 


Baik Zian, Fahri, Rafli dan lainnya terkejut. Pada saat yang sama, Botak masuk ke ruang kendali setelah kembali dari kantor polisi. 


“Bos, wanita tadi mengakui hanya dibayar seorang wanita untuk melakukannya. Dia mengaku tidak mengenal Nona Hanna atau pun keluarga Azkara. Dia juga tidak mengenal wanita yang membayarnya dan baru bertemu semalam.” 


“Kurang ajar! Berarti penyerangan tadi hanya sebuah pengalihan!” ujar Zian. Kali ini kemarahan tersirat jelas di wajahnya. 

__ADS_1


“Botak, ini nomor plat mobil yang digunakan wanita itu, selidiki siapa pemiliknya! Libatkan orang sebanyak yang kalian bisa untuk mencari Sky dan Star. Lakukan pemeriksaan di semua perbatasan kota, bandara, pelabuhan, stasiun. Perketat penjagaan di semua sisi dan periksa semua mobil yang melintas. Lakukan sekarang juga!” 


“Baik, Bos.” 


"Dan Osman, minta orang-orangmu mencari tahu pembelian tiket pesawat dari Turki ke Indonesia. Kirim semua datanya padaku!" tambah Evan.


"Baik, Tuan."


Sementara Hanna sudah lemas di sana dan tak memiliki daya bahkan untuk mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya sangat pucat sekarang. 


“Sky ... Star ...” lirih Hanna menjatuhkan air mata.  


Evan memeluknya dan menyandarkan di bahunya. Namun, Hanna tidak kuat lagi. kesadarannya mulai menurun dan semua gelap dalam pandangannya. 


“Hanna, bangun!!” 


***

__ADS_1


__ADS_2