Me And The Rich Man

Me And The Rich Man
Chapter 58


__ADS_3

Pesta semakin meriah dengan beberapa hiburan menarik. Jika semua sangat menikmati pesta, namun tidak bagi Hanna. Sesuatu sedang mengganggu pikirannya. 


“Mommy ... Daddy ... Ayo potong kuenya.” 


Sudah sejak lima menit lalu, Star yang duduk di pangkuan daddynya terus merengek untuk memotong kue berukuran besar yang ada di tengah ruangan besar itu. Hanna menatapnya dengan senyuman. 


“Tunggu sebentar, Sayang. Mereka akan memberitahu kalau sudah waktunya memotong kue.” 


“Apa masih lama?” tanya Star penuh harap. Wajahnya sangat berseri-seri. 


“Sebentar lagi, Nak,” jawab Hanna membelai wajah putrinya. 


“Kau akan menjadi orang pertama yang memotong kuenya.” Evan menciumi ubun-ubun Star. Memeluknya sekali lagi untuk melepaskan kerinduan. Kemudian melirik Sky yang berada di bawah panggung dan sedang bermain dengan sepupu-sepupunya. Ia tersenyum memandangi kedua anaknya.


Pandangannya berpindah pada Hanna. Sejak tadi wajahnya agak muram, membuat Evan bertanya-tanya dalam benak. 


“Sayang, ada apa denganmu? Kau seperti sedang memikirkan sesuatu. Apa ada yang mengganggu pikiranmu? Atau apa seseorang mengatakan sesuatu yang buruk tentangmu?” 


Evan khawatir jika seseorang mengatakan sesuatu yang buruk tentang Hanna. Ataupun mempertanyakan status anak-anak mereka. Bukan sesuatu yang lazim jika memiliki anak sebelum menikah. 


Hanna menggeleng pelan. “Tidak, bukan itu. Semua orang sangat baik dan ramah. Mungkin hanya pengaruh lelah. Tapi aku baik-baik saja.” 


“Apa Mommy sedang sakit?” tanya Star. “Tenang saja, Mommy. Daddy kan dokter. Daddy bisa mengobati Mommy. Iya kan, Daddy?” 


“Iya, Anakku ...” 

__ADS_1


Evan mencium pipi gempil itu lagi. Baginya Star sangat polos dan menggemaskan. Baru bertemu dengan daddynya setelah sebulan lebih terpisah, membuatnya menjadi sangat manja. Ia menyandarkan kepala di dada daddynya. 


“Daddy ...” 


“Iya, Nak.” 


“Daddy tidak akan pergi lagi, kan? Aku dan kakak sangat merindukan Daddy.” 


“Tidak akan, Star. Kita akan bersama selamanya dan tidak akan terpisah lagi.” 


“Janji, Daddy?” 


Evan menjawab dengan anggukan kepala, meraih jemari  Star dan mengecup punggung tangannya. “Janji ... Karena daddy sangat menyayangi kalian. Kau, kakakmu dan mommy.” 


Menyadari raut wajah Hanna, Evan menurunkan Star dari pangkuannya. “Sayang main dengan kakak dulu ya. Daddy akan memanggilmu begitu kita akan memotong kuenya.” 


“Baik, Daddy.” 


Dengan riang gembira Star turun dari panggung dan ikut bergabung dengan kakak-kakaknya. Evan menggeser posisi duduknya hingga tak ada jarak di antara mereka. Ia genggam jemari istrinya. 


“Apa kita pulang saja? Sepertinya kau butuh istirahat.” 


“Jangan.” Hanna melirik seluruh keluarga yang sedang bercengkrama. “Ini hari yang sangat penting. Lagi pula acaranya belum selesai.” 


“Baiklah, tapi kalau mau pulang beritahu aku, ya.” 

__ADS_1


Hanna pun mengangguk. 


**** 


Ini adalah momen yang paling ditunggu sejak tadi, penutupan acara dengan memotong kue berukuran besar dan mewah. Di satu sisi Evan dan Star dan di sisi lain Hanna dan Sky. Semua orang merasakan kebahagiaan yang sama. Keceriaan Sky dan Star seakan mampu menyihir semua orang. 


Evan meraih piring kecil, hendak menyuapi Hanna dengan potongan kue, namun tiba-tiba sosok wanita tak dikenal menerobos kerumunan, membuat semua pandangan tertuju padanya. 


“Wanita murahan! Pembunuh!” teriaknya lantang seraya menyerang Hanna dengan menyiramkan bensin. Hanna mundur dan nyaris terjatuh, beruntung Evan menangkap tubuhnya.


Dengan gerakan cepat dan tak terduga wanita itu menyalakan korek api. "Aku akan membunuhmu!"


Sadar situasi berbahaya, Evan mendorong wanita itu hingga terjerembab. Korek api yang berada di genggamannya terjatuh ke lantai. Rafli, Zian dan Fahri memegangi, mencengkram tubuhnya yang menggila dan ingin terus menyerang.


"Argghh pembunuh!"


Sementara Evan memeluk istrinya dan tak memberi celah sedikit pun untuk menjangkaunya lagi.


Tampak petugas keamanan sudah berada di antara mereka.


“Cepat tangkap wanita itu!” perintah Evan penuh amarah.


****


 

__ADS_1


__ADS_2