Me And The Rich Man

Me And The Rich Man
Chapter 80


__ADS_3

Wajah Evan sudah semerah udang rebus sekarang. Sky baru saja membuat semua orang berpikir telah terjadi malam indah antara Evan dan Hanna walaupun sebenarnya, malam indah itu harus berujung kegagalan karena ternyata Hanna masih menyimpan rasa trauma akibat pemaksaan yang dilakukan Evan tujuh tahun lalu.


Hal yang sama terlihat pada Hanna. Wajahnya merah padam dan bahkan kini tak berani mengangkat pandangannya. Ia merasa seluruh tubuhnya panas oleh rasa malu. 


Sementara Fahri dan Elma saling melirik satu sama lain. Fahri tersenyum jahil, menggoda si bungsu Evan pagi ini mungkin akan sangat menyenangkan.


“Jadi kau habis menghukum mommy mereka, ya?” Fahri meletakkan sendok dan garpu yang sejak tadi digenggamnya ke atas piring. Tangannya menyiku dan bertumpu pada meja, dengan jari-jari yang saling bertaut. Kelopak matanya berkerut menatap Evan dengan sangat mengintimidasi.


"Itu sebenarnya--" ucapan Evan menggantung tatkala menyadari Hanna yang duduk di sisinya semakin malu, rona merah itu semakin terlihat jelas ketika tatapannya tertuju kepada Elma yang berusaha menahan tawa. 


“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, sungguh! Belum terjadi apa-apa.” Evan membela diri dengan cepat dan menatap Hanna penuh harap. “Iya kan, Hanna?” 


Akan tetapi Hanna diam membisu, yang akhirnya membuat Fahri menciptakan jawaban sendiri di benaknya. Pun dengan Sky yang semakin salah paham. 


“Mommy, ayo bilang saja sama Paman Fahri, jangan takut. Mommy pasti habis dihukum daddy kan?” tanya Sky polos. 


Hanna mengusap wajahnya, ini adalah momen sarapan paling memalukan sepanjang hidupnya. Sementara Evan tampak sudah pasrah. Usahanya untuk membujuk Sky dan Star dengan janji manis berjalan-jalan ke kebun binatang berakhir sia-sia hanya karena tanda merah yang semalam ia buat tanpa sengaja. 


"Daddy tidak menghukum mommy, Sky," jawab Hanna.

__ADS_1


“Terus kenapa di bahunya mommy ada bekas merah? Semalam kan mommy ada di kamar daddy.” 


Ya ampun, Sky! Kenapa harus bertanya seperti itu? Evan membatin.


Menatap Fahri yang sedang berusaha menahan tawa, Evan hanya dapat tersenyum malu memamerkan deretan giginya. Untung saja tidak ada Zian dan Willy pagi itu. Sebab jika tidak, ia akan lebih malu lagi. 


“Kalau begitu kau tidak boleh membiarkan daddymu berduaan dengan mommy. Karena daddymu ini sangat suka menggigit orang,” ujar Zian membuat Evan terlonjak. Baru saja ia merasa beruntung tidak ada Zian di antara mereka, kakaknya yang jahil itu sudah muncul. “Sky, laporkan padaku kalau daddymu menggigit mommy lagi, biar kujewer telinganya sampai putus.” 


“Apa Kak Zian sengaja menyiram bensin pada kobaran api?” dengus Evan tak terima. Apa lagi setelah melihat Sky yang semakin merengut.


Zian terkekeh, kemudian duduk dan bergabung sarapan. Mengoles selai ke permukaan roti dengan santai tanpa rasa bersalah. “Memang apa yang aku katakan? Apa kau lupa anak kecil itu tidak tahu berbohong? Salahmu sendiri kenapa menggigit mommynya. Iya kan, Sky?” 


“Aku ada janji dengan Hanna ke salon hari ini.” Naya melirik Sky seraya tersenyum. "Kenapa kaau terlihat sedih, Sayang?"


"Karena Daddy habis menghukum mommy," jawab Sky.


Evan menghembuskan napas frustrasi. Otaknya menjelajah mencari penjelasan yang masuk akal. “Sky, daddy tidak menghukum mommy seperti yang kau pikirkan. Yang kau lihat itu adalah alergi. Ya, mommy mengalami alergi,” jelas Evan.


Sky melirik Hanna penuh tanya. "Alergi itu apa, Mommy? Apa itu sakit?"

__ADS_1


Hanna tak menjawab, sehingga Elma dengan segera membantu menjawab pertanyaan Sky.


"Sky ... Alergi itu adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat atau benda asing. Alergi bisa menimbulkan gejala berbeda-beda. Misalnya seperti mual, gatal-gatal atau kemerahan di kulit."


"Seperti kemerahan yang ada di badan mommy?"


"Bisa jadi. Jadi kemerahan itu bukan karena dihukum Daddy, tapi karena alergi," bujuk Elma berusaha selembut mungkin.


Bola mata Sky memutar seolah sedang memikirkan sesuatu. Lalu kemudian melirik Hanna, kali ini wajahnya lebih sedih dari yang tadi.


"Huwaaa berarti mommy alergi dengan Daddy karena badan Mommy merah-merah kalau dekat Daddy. Mommy jangan dekat-dekat dengan Daddy lagi."


Jeduaaarrr!


Semua orang mendadak tertawa mendengar ucapan Sky. Sementara Evan menepuk dahinya.


Bunuh saja aku, Sky! gerutu Evan dalam batin.


****

__ADS_1


__ADS_2