Me And You

Me And You
First day school


__ADS_3

*****


Kringg Kringg. Suara alarm dari hp aira membangunkan nya dari tidur nyenyak nya, dia melirik kearah jam dinding yang menunjukan pukul 5.30 pagi kemudian beranjak mendekati pintu kamar mandi dalam kamarnya.


Setelah selesai mandi aira mengenakan seragam sekolah dan segera menuju dapur karena mendengar ada sesuatu yang berbunyi diperutnya


Sesampainya didapur, aira melihat mamanya sedang memasak dan rivan yang sedang duduk memainkan ponselnya sembari mengunyah roti di tangan kanan nya


Aira mengambil duduk didepan abangnya dan mengambil roti ditangan abangnya


"Itukan roti gue", ucap rivan dengan mulut yang masih mengunyah roti


"Tinggal bikin aja lagi, aira laper", jawab aira sembari mengunyah roti tersebut


"Bukan masalah rotinya sih, tapi tadi selai rotinya gue ludahin", kata rivan


Mata aira terbuka sempurna, terlihat seperti akan meloncat keluar


"Abaanggg", pekik aira dan langsung melemparkan roti itu kearah kakaknya


Dengan sigap rivan menangkis roti itu dan langsung tertawa "bercanda dek" ucap rivan dengan tawa yang masih meledak ledak


Aira yang masih terlihat syok menatap tajam kearah kakaknya


"Iya iya", kata rivan dan menghentikan tawanya


Mamanya datang dari dapur membawa dua piring nasi goreng dan meletakan didepan kedua anaknya


Rivan dan aira langsung mengambil sendok dan memulai sarapan paginya


"Bang", panggil aira


"Apa"


"Kampus abang dimana?" tanya aira


"Emang kenapa"


"Pengen tanya aja"


"Kepo amat", sewot rivan yang langsung berdiri sesudah makan


"Kaya ngga tau aira aja bang", ucap aira sembari memberikan senyum sumringah yang cetar membahana membuat abangnya bergidik ngeri


"Ngapain lo senyum senyum" ucap rivan menatap ngeri pada adiknya


"Bang anterin" pinta aira pada abang nya


"Ogah!!" jawab rivan dengan nada yang agak sedikit tinggi


Aira memajukan bibirnya beberapa senti "Sekolah aira jauh bang, ngga kuat aira jalan" ucap aira sambil memberikan tatapan seolah dirinya mengenaskan


Rivan menarik bibir adiknya sedikit keras membuat gadis itu mengaduh kesakitan


"Sakit bang bibir aira!!" ucap aira yang kesakitan karena tarikan dibibirnya


"Ngga usah sok ngenes" jawab rivan ketus sembari melepaskan bibir adiknya


Aira melihat abangnya dengan tatapan penuh kekesalan


Rivan menoleh melihat adiknya


"Ngapain lagi, cepetan!, gue udah telat" tegas rivan


Aira langsung mengambil tas nya dan pergi menyalami mamanya


"Aira berangkat mom" ucap aira


"Iya" balas mamanya sembari mengulurkan punggung tangannya untuk disalami aira


"Rivan berangkat mah" kata rivan menyalami mamanya


"Iya, hati hati dijalan ya, jangan ngebut"


"Iya mah" jawab rivan menyusul aira yang sudah keluar duluan


Aira duduk dibangku depan menunggu abangnya mengeluarkan motor dari garasi


Sebenarnya rivan bisa mengendarai mobil, tapi dia lebih memilih motor karena menurutnya dia bisa menyelip kendaraan lain jika terjebak kemacetan


Rivan menyalakan mesin motornya


"Ngapain lo, cepetan" ucap rivan pada adiknya sembari memberikan helm


"Iya bang" jawab aira dan mengambil helm ditangan abangnya


Aira memakai helmnya dan naik kemotor abangnya


"Udah?" tanya rivan


"Iya"


Rivan langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju sekolah aira


*****


Sesampainya didepan gerbang sekolah, aira hanya diam menatap sekolah barunya dan melamun tanpa beranjak dari motor abangnya


"Woy udah nyampe" ucap rivan yang sontak membuat gadis itu kaget


"Kaget aira bang" balas aira sambil mengelus dadanya sendiri


"Udah cepetan turun gue udah telat" tegas rivan terlihat kesal pada aira


"Iya bang iya" jawab aira sembari melepas helm dari kepalanya dan memberikannya kepada abangnya


"Nanti kali udah pulang telpon gue"


"Iya bang"


"Gue berangkat"


"Iya"


Aira kembali diam menatap gerbang sekolahnya, dia melamun melihat banyaknya orang yang berlalu lalang di dalam gerbang tersebut


Seseorang menepuk pundak aira, aira sontak kaget dan berbalik


"Murid baru ya?" tanya salah seorang perempuan yang mungkin juga satu sekolah dengannya


"I..iya" jawab aira sedikit gugup


"Ngapain gagap, gue ngga bakal ngapa ngapain kok. Kenalin gue mardiyana lo bisa panggil gue diya" ucap gadis itu


"Kalo lo" tanya gadis itu


Aira tersenyum "Aku hafidzatul maira, panggil aja aira"


"Cantik juga ya lo" kata gadis itu


"Ha?" ucap aira kebingungan


"Gapapa, yuk masuk bentar lagi bunyi bel" jawab gadis itu sembari menggandeng tangan aira


Aira mengikuti saja karena belum tahu tentang sekolahnya


"Lo kelas berapa" tanya gadis itu lagi


Aira menoleh pada gadis itu


"Ngga tau" jawab aira


"Ha?" gadis itu melongo mendengar jawaban aira


"Lo ga tau lo kelas berapa?" tanya gadis itu lagi


Aira hanya mengangguk


"Emang lo ngga dikasih tau pas masuk sekolah?" tanya gadis itu


"Kemaren si katanya kelas sebelas c" kata aira sembari mengingat kembali


"Beneran?" tanya gadis itu lagi


Aira menggeleng


"Yah jadi gue yang pusing. Yaudah kita cari pak bambang aja deh" kata gadis itu

__ADS_1


Aira melongo kemudian bertanya "Buat apa?"


"Kan lo ngga tau kelas lo" jawab gadis itu


Aira tertawa pelan "Iya ya" ucap nya


Diya yang melihat aira hanya bisa menggeleng gelengkan kepala


"Itu pak bambang!!" teriak diya sembari menarik tangan aira mendekati guru tersebut


"PAK!!" teriak diya lagi membuat guru tersebut kaget dan menoleh pada mereka berdua


"Ada apa ini" ucap guru tersebut


"Jadi begini pak.." diya menggantungkan ucapannya


"Begini apa?" tanya guru tersebut


"Bentar pak, ngambil napas dulu" jawab diya yang masih ngosngosan


Aira yang juga ngosngosan disebelah diya terkekeh pelan melihat kelakuan teman barunya itu


"Jadi pak, disebelah saya ini murid pindahan yang baru masuk kemaren itu pak, dia ngga tau dia dikelas apa katanya pak" jawab diya


"Bukannya diseragam kamu udah ada lambang kelasnya ya?" tanya guru tersebut


Aira melihat lengan seragamnya dan melongo kaget melihat lambang bertuliskan XIIA


"Iya yah" teriak diya mengagetkan aira dan pak bambang


"Ngga usah teriak teriak gitu, salah sendiri ngga teliti" ucap pak bambang yang kemudian pergi meninggalkan kedua gadis tersebut


"Lo kenapa ngga bilang si, habis gue kena omelan pak bambang lagi" kata diya yang sedikit kesal


"Aira kan ngga tau juga" jawab aira


"Yaudah deh" ucap diya


"Berarti kita sekelas dong" imbuhnya lagi


"Emang diya kelas sebelas A juga?"


"Iyalah" jawab nya sembari mengibaskan rambut panjangnya bak seorang model shampo


Aira hanya menggelengkan kepala, menatap aneh ke teman barunya itu


"Kekelas yuk ra" ajak diya


Aira hanya mengangguk dan mengikuti diya


*****


Diya dan aira memasuki kelas, saat memasuki kelas aira merasakan banyak pasang mata melirik kearahnya yang membuatnya tertunduk malu


"Kenapa lo?" tanya diya


"Ngga apa apa" jawab aira sambil tersenyum


Diya ikut tersenyum dan duduk dikursinya


"Aira, duduk sini, kebetulan gue duduk sendirian ngga ada temen sebangku" ucap diya


"Emang boleh?" tanya aira


"Kalo ngga boleh gue ngga akan nawarin ra" jawabnya


Aira melongo kaget atas jawaban diya, baru beberapa menit yang lalu dirinya bertemu dengan diya, diya sudah memberikan nama panggilan untuk dirinya


"Ra, lo denger ga sih?" tanya diya


Aira pun tersadar dan langsung duduk disebelah diya "iya denger" jawab aira sambil mengembangkan senyum kepada teman barunya itu


"Murid baru ya?" tanya seorang laki laki bernama angga kepada aira


Aira melirik melihat diya


"Ngapain liatin gue, jawab noh" ucap diya pada aira


Aira melirik laki laki itu, aira hanya mengangguk dan tersenyum


Semua orang langsung menoleh kearah aira dan angga yang masih berada didekat bangku aira dan kemudian tawa seisi kelas memecah


Aira menundukan kepalanya malu


Diya yang melihat kejadian itu hanya tertawa kecil melihat teman barunya malu


Tawa seisi kelas kemudian terhenti karena pak handi yang sudah masuk kekelas untuk mengajar


Karena tak mendengar suara tawa lagi aira mendongakkan kepala, aira melirik kearah diya dan bertanya


"Pak gurunya ngajar pelajaran apa?"


"Matematika" jawab diya


"Pak gurunya galak ya?" tanya aira


"Galak banget ra" jawab diya dengan nada serius


"Masa sih?"


"Gue ngga lagi bercanda ra!" tegas diya dengan nada sedikit tinggi membuat semua orang dikelas menoleh termasuk pak handi


Aira melongo karena diya berbicara terlalu keras


"Jangan kenceng kenceng ya!" bisik aira pada diya yang juga terkejut karena suaranya yang terlalu nyaring


"Siapa yang ngomong tadi!" ucap pak handi tegas


Diya kemudian mengangkat tangannya dan disusul oleh aira


Diya melongo, matanya menarap tajam kearah aira


"Ngapain lo ra?!" tanya diya berbisik


"Diya kan tadi ngomongnya sama aira, masa cuman diya yang dihukum" jawab aira yang juga berbisik


Diya mengerjapkan mata berkali kali tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis disebelahnya itu


"Saya tidak pernah melihat kamu sebelumnya, siapa kamu?" tanya pak handi


"Pak, Bapak kan ngga pernah liat aira, masa bapa ngga mikir kalo aku itu murid baru" jawab aira dengan santai


Jawaban aira membuat seisi kelas melongo


karena sebelumnya belum ada yang pernah berkata seperti itu pada pak guru yang mengajar matematika itu


"Perkataan kamu ada benarnya juga" ucap pak handi membenarkan ucapan aira


"Ya sudah kita mulai pelajarannya keluarkan tugas yang saya berikan kemarin!" perintah pak handi


Semua murid dikelas hanya diam, hanya beberapa yang mengeluarkan tugas yang disuruh oleh pak handi


"Yang lain mana tugasnya?!" imbuh pak handi lagi


Semuanya tampak diam tak menjawab.


Aira yang melihat hal itu pun angkat bicara


"Pak" panggil aira, membuat semua orang berpaling menolehnya


"Ada apa?" tanya pak handi


"Aira belum ngerjain tugasnya pak" ucapnya membuat seisi kelas melongo


"Memang kamu sudah punya buku?" tanya pak handi


"Aira udah punya pak" jawab aira


"Boleh ngga aira ngerjain dulu tugasnya baru dikumpulin?" tanya aira


"Saya beri waktu 15 menit untuk kamu mengerjakan, jika saya sudah kembali kumpulkan tugasnya!" perintah pak handi sembari keluar dari kelas aira


Diya hanya bisa melongo tak percaya pada apa yang dilakukan oleh gadis disebelahnya itu


"Diyaa!"


"Ya?" jawab diya

__ADS_1


"Kenapa?" tanya aira


"Pahlawan gueee!!!" teriak diya memeluk gadis disebelahnya


Aira hanya bengong mengerjapkan mata tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh diya


"Diya waktunya cuman 15 menit, kapan aira ngerjainnya"


"Yaudah kita kerjain bareng, gue juga belum" jawab diya


Aira tersenyum "oke"


Kring Kring


Jam istirahat pun tiba, semua siswa berhamburan kekantin, dan ada juga yang berbelok masuk kedalam kelas aira. Banyak siswa dan siswi dari kelas lain datang kekelasnya hanya untuk melihat seorang murid baru yang katanya berani menjawab pak handi yang terkesan menyeramkan dikalangan murid sma jaya


Melihat banyaknya orang yang masuk kedalam kelasnya membuat aira merasa bingung


"Ngapain si mereka?" tanya aira pada diya


"Ngeliatin elu lah" pekik diya


Aira berdecak sebal karena banyak sekali orang yang mengerumuni nya, aira kemudian angkat bicara


"Apaan sih nih gerumbunan dimeja aira, aira bukan artis, aira cuman murid biasa pengen belajar sampe pinter supaya bisa cari banyak duit tanpa nyanyi lagu jaran goyang!!" ucap aira kesal


Bukannya menanggapi, orang orang yang ada disekitarnya malah tertawa karena akhir kata aira yang terlalu ambigu


"Ketawa lagi, udah sana bubar! Panas gue mati tau ngga." ucap aira yang semakin kesal


Semuanya pun bubar dari tempat aira


Aira merebahkan kepalanya diatas meja


"Kenapa?" tanya diya


"Cape ya"


"Mangkanya ngga usah jadi murid baru"


"Aira juga ngga mau kali"


"Yaudah sabar aja"


"Laperrrr"


Brakk


Sepasang tangan menggebrak meja aira


Aira mendongakan kepala, dan ternyata ardi yang menggebrak mejanya


"Ngapain?" tanya aira


"Jutek amat, nih" ucap ardi sambil menyodorkan bungkusan yang berisi cireng


"Buat siapa?" tanya aira


"Yailah pake nanya, ya buat lo lah!" jawab ardi yang kemudian duduk dibangku depan bangku aira


"Beneran?" tanya aira lagi


"Ra kalo ngga mau gue ambil lagi"pekik ardi


"Yaudah makasih"


Diya hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan dua orang itu


"Idiot" pekiknya pelan


*****


Trengg Trengg


Bel pulang sekolah berbunyi


Semua siswa dan siswi SMA Jaya berhamburan ketempat parkir dan kehalte bus untuk pulang


Aira juga sedang menunggu abangnya menjemputnya


"Ra gue duluan ya" ucap diya pada aira


Aira hanya mengangguk dan tersenyum pada gadis itu


"Yaudah, bye" diya melambaikan tangan kemudian pergi meninggalkan aira


"Aira!" panggil seseorang dari arah belakang


Aira pun berbalik menoleh


"Angga belum pulang?" tanya aira pada angga yang baru sampai menghampirinya


"Aku osis ra, punya tugas yang harus diselesain."


Aira mengangguk angguk


"Kamu kenapa belum pulang?" tanya angga


"Aira lagi nunggu abang jemput"


"Oh, ra aku keruang osis dulu ya, kalo belum pulang kamu kesana aja biar aku anterin pulang" ucap angga


Aira tersenyum dan mengangguk "iya" jawabnya


Angga tersenyum kemudian pergi meninggalkan aira yang masih didepan gerbang


"Ehemm"


Suara seseorang dari belakang aira membuatnya terkejut dan langsung menoleh


"Abang!"


"Ngagetin aja deh" ucap aira yang masih kaget


"Ngapain lo senyum senyum sendiri tadi?" tanya rivan


"Ngga apa apa, aira cuma lagi seneng aja soalnya hari ini aira punya banyak temen baru" jawab aira dengan senang hati


Melihat adiknya tersenyum bahagia membuat rivan tersenyum


"Yaudah kita pulang yuk" ajak rivan


"Yuk" jawab aira kemudian mengambil helm dari tangan abangnya dan memakainya dikepala.


"Aira udah naik bang"


"Yaudah pegangan"


"Iya"


Rivan menyalakan mesin motornya, melajukan motornya agar cepat sampai kerumah


*****


"Udah pulang?" tanya mama aira saat melihat aira dan rivan masuk


"Udah mom" jawab aira sembari mencium punggung tangan mamanya


Rivan langsung masuk kekamarnya setelah mencium punggung tangan mamanya


"Abangmu kenapa dek?" tanya mamanya pada aira


"Aira juga ngga tau mah" jawab aira yang juga bingung


"Yaudah mah aira masuk kamar ya"


"Iya" jawab mamanya


Aira pun beranjak pergi kekamarnya


*****


Aira langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur setelah makan malam.


Dia merasa amat bahagia hari ini karena mempunyai banyak teman baru yang menyenangkan dan terlelap karena mungkin kelelahan.


Oke episode kali ini sampe sini dulu ya, cape author hehe. Sebelumnya makasih yang udah baca novel author, kalo novel nya ngga bagus kalian bisa kritik dikolom komentar ya. Nanti kalo author sempat author pasti bales komentarnya, babay semua. Alopyuh♡. Author tidur dulu ya..

__ADS_1


__ADS_2