Me And You

Me And You
Hati Reksa


__ADS_3

Clara tersentak ketika Reksa memeluk pinggangnya mesra sambil berjalan meninggalkan parkiran.


Saat dia mengangkat wajahnya. tatapan keduamya kembali bertemu.


Reksa tersenyum.membuat wajahnya semakin tampan.


"Kalo rambut kamu panjang pasti kamu sangat seksi," bisik Reksa membuat jantung Clara berdetak kencang. Dia pun mengalihkan tatapannya ke arah lain. Tapi Clara tersentak ketika Reksa mengeratkan rangkulan di pinggangnya. Tubuhnya semakin merapat pada laki laki beringas yang sangat tampan ini.


Reksa tersenyum tipis melihat Clara mengalihkan tatapannya.


Reksa mencium.rambut Clara.


Walaupun harumnya berbeda, tapi dia tetap suka. Dengan nakal Reksa mengeratkan rangkulannya hingga kepala Clara bersandar di dadanya sambil mereka berjalan. Degupan jantung Clara yang cepat menampar dadanya membuat Reksa tersenyum


Dia bersumpah akan membuat hati gadis ini menggelepar dan hanya akan menyebut namanya. Melupakan cinta sampahnya yang bertahun tahun. Harusnya dari dulu dia mengenalnya. Apalagi Vero ternyata mengenal gadis ini. Apa yang akan dikatakan Vero kalo tau dialah yang berhasil memetik gadis yang katanya cinta setengah mati terhadap Vandra. Dan mungkinkah Vero akan pingsan kalo tau cewe onsnya adalah Clara? Reksa ngga bisa menyimpan senyumnya.


Clara walaupun risih, tapi dia ngga bisa meminta agar laki laki ini melonggarkan rangkulannya. Padahal di depan sana, Om dan tantenya, kakaknya, bahkan mama dan papanya memandangnya penuh arti. Mereka kini sudah seperti sepasang kekasih yang dimabuk cinta.


"Itu keluarga kamu?" tanya Reksa tanpa mengendorkan rangkulannya.


"Iya," ucap Clara lirih. Clara yakin nanti pasti akan banyak pertanyaan dari mereka melihat kedatangannya yang sangat mesra dengan seorang laki laki tampan yang Clara sendiri pun ngga tau siapa. Tapi karena Nesa mengenalnya, Clara yakin Reksa bukan orang sembarangan. Karena sahabatnya Nesa sangat pemilih dalam bergaul.


"Halo sayang," sapa mamanya sambil melirik Reksa yang tetap ngga melepaskan rangkulannya. Wajah Clara merona apalagi beberapa sepupunya menatapnya dengan senyum menggoda.


"Siapa ini?" tanya tante Riswana, adik mamanya sambil menatap Reksa.


Reksa tersenyum, dengan santun dia menyalami orang tua serta tante dan om Clara.


Clara yang merasa lega karena terbebas dari rangkulan yang menyesakkan itu kaget melihat tata krama Reksa.


"Sopan sekali. Nemu dimana? Ganteng banget," bisik Cintya sangat senang. Sepanjang adiknya berjalan masuk dengan prianya membuat hati Cintya bersorak. Apalagi melihat pria ini memperlakukan adiknya dengan sangat mesra..Di depan matanya dan keluarganya.


Cintya yakin, pria ini menyukai adiknya dan demikian juga adiknya. Belum pernah Cintya melihat Clara yang berdekatan secara fisik dengan pria mana pun. Clara selalu menghindar.

__ADS_1


"Saya Reksa, " ucapnya mengenalkan diri tanpa memyebutkan nama belakangnya.


Keempat orang tua itu saling pandang. Sejujurnya ingin langsung bertanya lebih detil, tapi karena momennya belum pas, mereka menundanya. Menurut mereka lebih baik bertanya pada Clara yang pasti ngga akan membawa laki laki sembarangan di pesta tantenya. Apalagi keduanya sangat mesra. Itu juga sudah membuat orang tua Clara lega. Malahan papanya ngga akan memaksa walau calonnya bukan orang biasa. Beliau bahagia melihat putri bungsunya bisa memiliki hubungan khusus dengan pria yang selama ini selalu dihindarinya.


"Kelihatannya hubungan kalian sudah sangat dekat," komentar mamanya dengaj wajah sumringah. Beliau merasa bahagia putrinya bisa dekat dengan laki laki yang sangat tampan dan sepertinya cukup berada. Tapi walaupun ngga kaya, asal bisa membahagiakan putrinya, baginya sudah cukup. Permasalahan percintaan kedua putrinya yang selalu berulang membuatnya salalu mengelus dada. Terutama kakaknya Clara.


"Kami memang sudah cukup dekat, tante," balas Reksa dengan memberi nada yang lain pada kata dekat.


Hal ini membuat mereka senua tertawa kecuali Clara yang menjadi ngga tenang.


Dekat apanya? Belum nyampe sejam, batinnya mengomel.


Itupun pemaksaan, lanjutnya lagi dalam hati.


"Kenal di mana?" tanya papa Clara-Lakasoka Buana ingin tahu.


"Lewat teman om," jawab Reksa jujur.


"Teman?" tanya papa Clara sambil mengerutkan keningnya.


Jangan tanya lagi, pa. Cla ngga akan bisa jawab lagi, mohonnya dalam hati.


Tapi jawaban Clara membuat mereka mengembangkan senyumnya. Mereka tentu tau sahabat Nesa yang sangat pemilih dan berasal.dari keluarga yang kaya raya seperti mereka. Bagi mereka sudah cukup interogasi ini. Jangan sampai membuat Reksa lari dari Clara karena banyaknya pertanyaan yang mengandung kecurigaan.


"Cla sayang, ajak Reksa mencicipi hidangan dulu ya. Setelah itu kalian bisa berdansa. Nikmati pestanya ya, Reksa," ucap tante Riswana sangat ramah.


Reksa mengulum senyum. Nama sepupu Ando ternyata joss juga.


"Ayo," ajak Clara sambil menggandeng tangan Reksa. Dia pun ingin cepat cepat pergi karena ngga akan tau lagi harus menjawab apa jika ada yang bertanya tentang Reksa.


Tapi Clara tersentak, karena lagi lagi laki laki laki ini meraih pinggangnya dan menariknya sangat dekat dengan tubuhnya.


"Re Reksa," ucapnya gagap.

__ADS_1


"Apa? Kita nyoba puding ya," sahut Reksa pura pura ngga peduli sambil melangkah pergi dengan Clara yang terpaksa mengikutinya. Jantungnya seakan mau copot. Laki laki ini sulit dibantah.


"Ambilkan puding," lirih Reksa berbisik di telinganya membuat bulu kuduk Clara meremang.


"Em... ambil sendiri aja," tolak Clara gugup. Sudut matanya dapat melihat tatapan dari keluarga besarnya.


"Tanganku susah," bisik Reksa lagi sambil meremas pinggangnya lembut.


Clara mematung. Aliran darahnya mengalir sangat cepat. Nafas Reksa menghangati lehernya. Dia mulai lemah.


Menguatkan diri, Clara meraih puding yang ada di dekatnya.


"Nih," ucapnya sambil menatap mata Reksa yang menatapnya sayu.


Mata itu, Clara merinding, mengingat malam panas yang mereka lalui. Begitu juga dibpaginya sampai siang. Sampai Clara harus ijin dua hari ngga bekerja di perusahaan untuk memulihkan tenaganya.


"Suapin," bisik Reksa seakan perintah yang harus dituruti Clara. Clara bagai terhipnotis, kemudian menyuapi Reksa dengan terus menatap mata yang berkabut itu.


Setelah menyuapi beberapa sendok, tangan Reksa yang bebas mengambil sendok di tangan Clara dan ganti menyuapi gadis itu yang hanya terpana, menurut. Selanjutnya Clara yang menerima suapan puding berbalut es krim itu sampai habis.


"Kita dansa?" titah Reksa sambil memghapus lembut sisa es krim di bibir Clara yang hanya bisa mengangguk.


Reksa pun membawa Clara ke lantai dansa yang sudah diisi oleh para pasangan yang meluapkan kemesraan mereka. Lagu yang lembut membuat suasana romantis makin terasa.


Reksa memeluk Clara erat, dan Clara reflek mengalungkan kedua tangannya di leher Reksa. Mata mereka sama berkabutnya.


Keduanya bergerak lembut mengikuti irama demgan tatapan yang ngga pernah lepas. Mereka saling merasa debaran jantung yang saling memukul dada mereka. Sesekali Reksa dengan nakal meremas punggung Clara membuat gadis itu memejamkan mata, berusaha sekuatnya menahan gejolak panas dalam tubuhnya.


Gila, Reksa ketagihan dalam permainannya sendiri. Awalnya hanya ingin mengerjai gadis yang selalu mencintai Vandra, tapi termyata gadis itu partner onsnya yang selama ini dia cari. Sekarang Reksa merasa dia sudah jatuh dalam jurang yang dibuatnya sendiri.


Jika gadis ini ngga bisa dia taklukan, dia akan semakin membenci Vandra. Raganya sudah dia dapat dengan mudah. Sekarang hatinya. Reksa akan menjungkir balikkan hati gadis ini dari Vandra ke dirinya.


Melihat Clara yang sudah pasrah dalam pelukannya, membuat senyum miring di bibirnya terbit.

__ADS_1


Ngga sekarang sweety. Kamu harus aku kasih pelajaran dulu.


__ADS_2