
Sebelum lanjut membaca, ayo follow instagram author terlebih dahulu @saa.1205
Kalo mau difollow back silahkan dm instagram author ya.
Selamat membaca semuanya♡
*****
Hari ini aira berangkat lebih pagi. Aira tidak langsung pergi kekelasnya, ia pergi taman belakang sekolah.
"Gara gara abang nih kepagian jadi sendirian deh" ucap aira sembari terus berjalan dan menendang bebatuan didepannya.
Langkah aira terhenti saat melihat seorang pria tengah duduk dikursi taman dengan mata tertutup
Pria itu tak menyadari kehadiran aira
Aira berjalan mendekati pria itu dengan perlahan dan duduk disamping pria itu
Aira meloncat terkejut saat pria itu membuka mata dan menoleh kearahnya
Pria itu tertawa pelan melihat tingkah aira
"Murid baru ya?" tanya pria itu
Aira hanya mengangguk tanda membenarkan
"Kelas sebelas c?"
"I..iya" jawab aira gugup
Pria itu tersenyum kecil
"VAN DICARI DIRUANG OSIS" teriak seorang pria dari arah belakang
"Duluan ya" ucap pria itu pada aira
Aira hanya mengangguk dan tersenyum
Pria itu melangkah pergi dari taman belakang
"Osis ya?" ucap aira dan beranjak pergi meninggalkan taman belakang
*****
Aira melangkah masuk kedalam kelasnya, ia melihat ada dua orang laki laki berjalan dari mejanya, kedua laki laki itu tersenyum pada aira, aira hanya membalas dengan senyuman canggung
Saat sampai dimejanya, mata aira membulat sempurna
Aira melihat locker mejanya penuh dengan coklat, surat, dan bunga yang berserakan
"Punya siapa ra?" tanya diya yang baru datang
Aira menggelengkan kepala
"Ngga tau banyak banget" jawab aira
"ANNYEONG YOROBUN" teriak ardi yang baru datang
"Berisik lo" ucap diya
"Biarin, mulut gue lagi seneng"
"Banyak banget ****" ucap ardi tak percaya "Mau dagang coklat lo ra?" imbuhnya lagi
"Ya engga lah, yakali dagang dimari, emang ada yang mau beli"
"Gue mau beli"
"Serah lo deh" aira mengiyakan ucapan ardi
"Gue yakin ada salah satu coklat pemberian dari angga" goda ardi
Plakk
Sebuah buku tebal menerjang kepala ardi dengan sangat keras membuat ardi meringis kesakitan
"Saring mulut lo!" ucap angga
"Kebanyakan ampas nya tuh mulut" kompor diya
Aira yang melihat kejadian itu hanya bisa tertawa terkekeh kekeh
"Gue kan ngomong fakta" ucap ardi sembari memegangi kepalanya
Plakk
Dan kali ini ardi mendapat tabokkan dari aira dengan coklat tebal dari kolong mejanya
"Fakta fakta, pala lu pakta" ucap aira
Ardi berdecak sebal, kepalanya kembali sakit akibat dari kejadian tadi
Ardi melangkah keluar kelas dengan tangan yang masih memegangi kepala
"Ardi mau kemana?" tanya aira
"Kantin"
"Aira nitip kantong kresek"
"Iya"
"YANG BESAR KANTONG NYA"
"IYA BAWEL"
Diya menoleh pada aira "Buat apaan" tanyanya
"Beresin kolong meja" jawab aira
"Diya mau?" tanya aira menyodorkan coklat batang dari kolong mejanya
"Pengen" diya mengambil coklat yang disodorkan aira
"Ya?"
"Hmm"
"Pengen tanya"
"Mau tanya apa?"
Kringg Kringg
Belum sempat aira bertanya, bel masuk sudah berbunyi
"Nanti aja deh" ucap aira sedikit kecewa
"Oke" jawab diya
"Nih" ardi menyodorkan kantong kresek berukuran besar pada aira
"Makasih ardi"
"Udah gitu doang" tanya ardi
"Ha?" tanya aira tak mengerti
"Cuman makasih doang?" tanya ardi lagi
"Emang ardi mau apa" tanya aira mendekatkan wajahnya kewajah ardi
Ardi menoyor kepala aira yang terlalu dekat dengan wajahnya
"Ngga usah deket deket juga ceunah" ucap ardi, "Kasih gue cokkat sebagai tanda terima kasih"
Aira memajukan bibirnya beberapa senti
"Nih" aira menyodorkan coklat pada ardi
"Makasih ceunah"
*****
Treng Treng
Bel istirahat berbunyi
"Ra, mau kekantin?" tanya diya
"Bentar, beresin buku dulu" jawab aira sembari membereskan buku bukunya dari atas meja
"Yuk" ajak aira
Mereka pun berjalan menuju kekantin
***
Sesampainya dikantin, diya dan aira hanya diam, bingung mencari tempat duduk yang masih kosong
"AIRA DIYA!!" teriak ardi pada kedua gadis itu sembari melambai lambaikan tangannya memberikan kode agar kedua gadis itu mendekat
Aira dan diya pun berjalan mendekat kearah ardi
"Ngapain lo bedua bengong disono" tanya ardi pada kedua gadis itu
"Nyari tempat buat duduk" jawab diya sembari mengambil duduk didepan angga
"Telat sih lo, untung ada gue" ucap ardi menyombongkan diri bak seorang pahlawan
"Iya iya, pahlawan kesiangan" ucap aira yang berada tepat didepan ardi
Aira mendapat toyoran di dahi oleh ardi membuat gadis itu mengaduh
"Apa sih sakit tau" pekik aira mengusap pelan dahinya
__ADS_1
"Kalo gue ngga panggil lo mau duduk dimana"
"Iya iya maaf"
"Permintaan anda tidak diterima sampai anda memberikan nomor ponsel anda"
"Ha? Buat apa?" tanya aira tak percaya
"Ya buat chatting lah" ucap ardi memberikan penjelasan
"Gue aja ngga punya, masa lo duluan sih yang minta" ucap diya protes
"Ih temen sendiri aja ngga diberi gimana sih lo" ucap ardi kompor
"Iya deh, dengerin baik baik"
"Iya cepetan" desak diya
"Iya iya, 0821********"
"Udah gue chat ra, save ya" ucap diya
"Oke"
"Gue juga udah chat ada ngga?" tanya ardi
"Iya ada nih" jawab aira
"Save ya ra"
"Iya bawel"
Sesaat setelahnya keadaan menjadi hening, baik aira, diya, ardi, dan angga tidak ada yang membuka suara
"Kalian ngga pesen makan?" tanya angga memecah keheningan
"Bingung mau pesen apa" jawab aira
"Gue traktir cireng mau ngga?" tanya ardi
"Cireng yang kemaren ya?" tanya aira
"Iya" jawab ardi
"Mauu" ucap aira dengan semangat 45
"Idih, ketagihan cireng mbak reni lo?"
"Kayaknya"
"Yaudah tunggu disini gue beliin"
"Oke"
Ardi beranjak dari tempat duduknya untuk membeli cireng
Tak lama setelah kepergian ardi, seorang gadis berambut pendek sebahu duduk tepat didepan aira
"Murid baru sebelas C kan?" tanya gadis itu pada aira sembari mengembangkan senyumnya
Aira hanya mengangguk
"Kenalin aku dalia dari kelas sebelas A, aku temennya diya
Diya menoleh pada gadis yang menyeret namanya dalam pembicaraan mereka
"Lo siapa!" pekik diya sembari membuang muka pada gadis itu
"Idih, sok buang muka pula" ucap gadis itu membalas ucapan diya
"Ngga kenal gue ama lu" ucap diya yang masih membuang muka tidak ingin melihat wajah gadis itu
"Jadi ini temenan apa engga?" tanya aira yang tidak mengerti hubungan antara dua perempuan itu
"Iya" "Engga" ucap diya dan dalia bersamaan
"Iss" dalia mendesis kesal mendengar ucapan diya
"Yaudah gue temenan sama aira aja" ucapnya pada diya
"Lo tau nama gue?" tanya aira tak percaya
"Satu sekolah siapa sih yang ngga tau nama murid baru?, murid baru tuh pasti populer dikalangan siswa siswi, apalagi kalo murid barunya cantik atau ganteng, incaran satu sekolah itu mah" ucap gadis itu panjang lebar menjelaskan pada aira
"Masa sih satu sekolah?" tanya aira makin tak percaya
"Mau gue buktiin?" ucap dalia dengan tatapan liciknya
"Ngga usah ngga perlu" ucap aira
"Yaudah"
Dalia menatap lekat wajah aira, gadis itu mencondongkan badannya mendekati wajah aira seperti hendak menciumnya
Aira memundurkan wajahnya menjauh dari wajah gadis itu
"Mau ngapain mba?" tanya ardi sembari menoyor kepala gadis itu
"Hehe, cuman pengen liat mukanya lebih deket aja" jawab dalia
"Lebih deket lebih deket, ni anak hampir kejengkal tau"
Plak
Angga menjitak pelan kepala gadis itu membuatnya mengaduh kesakitan padahal tidak sakit
"Santai bro sakit pala gue" dalia menatap tajam wajah angga
"Makanya jangan deket deket, ntar kandidatnya ngamuk lagi" ucap ardi asal berbicara
"Mau gue adon jadi cireng lo?" tanya angga kesal dengan ucapan ardi barusan
"Bisa ga ngga usah bawa bawa nama cireng?, gue lagi makan cireng ini" ucap ardi membela makanan kesukaannya
"Bukannya itu buat gue ya?" protes aira
"Ngga jadi gue laper" ucap ardi tek mempedulikan aira
Aira berdecak sebal dan langsung menarik paksa cireng dari tangan ardi
"Eh.. cireng gue ra" ardi tak terima makanannya direbu
Aira memakan cireng tersebut dan tidak mempedulikan ardi dengan cerocosan nya yang tak jelas
Aira menoleh kearah dalia
"Ngapain sih lo ngeliatin gue terus dari tadi" ucap aira yang merasa tak nyaman
"Lo oplas ya?" tanya dalia membuat 4 orang dimeja itu membelalakan mata tak percaya dengan yang dikatakan dalia
"Ngga salah denger gue?" tanya diya meyakinkan
"Ngayal lo la?" ucap angga tak percaya
"Otak lo masih berfungsi ngga sih, kayaknya kebanyakan makan cireng ni anak" ucap ardi nyelonong sembarangan
"Ngelindur ya lo?" tanya aira kemudian membuang muka dari gadis itu
"Ngga, aku nanya kamu oplas ya?" dalia memperjelas ucapannya
"Ngaco lo" ucap diya kemudian kembali sibuk dengan ponsel nya
"Ya engga lah, enteng banget lo ngomong, muka gue asli gini dari dulu, ngga ada yang diubah pake plastik, masih murni buatan tuhan" ucap aira menerangkan pada dalia
"Kali aja kan" ucap dalia ngelindur sembarangan
"Ngaco" ucap aira sebal
"Lo jawab gue jujur, lo adeknya rose blekping kan, atau lo kembarannya jiso" ucap dalia yang semakin ngelindur
"Astagfirullah makin ngaco ni anak" ucap ardi mengelus elus dadanya sendiri
"Apaan siii, gue ngga kenal ama yang namanya rose jiso tu gue ngga kenal"
"Apasih susahnya jujur"
Aira mengerjapkan matanya berkali kali, berharap ini semua hanya mimpi.
"Mending lo pergi aja deh, panas kepala gue" aira terlihat syok karena ucapan dalia yang sangat tidak masuk akal
"Orang nanya bukannya dijawab malah diusir" ucap dalia memajukan bibirnya
Aira menghela napas dan kemudian tersenyum pada gadis itu
"Gua ngga operasi plastik, gue juga ngga kenal ama rose ama jiso, muka gue asli ciptaan tuhan, ngga ada yang gue ubah, dari lahir juga udah kayak gini. Mohon dikondisikan ya DALIA" ucap aira dengan nada yang dilembut lembutkan dan senyum yang dipaksakan
"Iya deh iya, yaudah minta nomor aja deh" ucap dalia pada aira yang masih terlihat kesal
"Mau buat apa" tanya aira dengan nada ketus
"Mau jadi temen chattingnya aira"
"Ngga perlu temen chatting gue udah banyak" ucap aira sembari beranjak dari tempat duduknya untuk kembali kekelas
"Ra, cireng nya gimana" ucap ardi menawarkan cireng aira yang masih tersisa banyak
"Makan aja, ngga ada nafsu gue" ucap aira meninggalkan ke4 orang yang berada dimeja tempatnya duduk tadi
"RA TUNGGUIN GUE!!" teriak diya sembari berlari meninggalkan orang orang yang masih tersisa dimeja tadi
"Di" panggil dalia pada ardi yang masih sibuk mencomoti cireng yang ada diatas meja
"Apa"
"Lo yakin ngga aira ngga oplas"
__ADS_1
"Otak lu tu isi nya apasi, kalah gobl*k otak gue" ucap ardi tak tahu harus berbuat apa lagi
"Lo punya nomornya ngga"
"Ada"
"Minta dong"
"Emang mau buat apa?"
"Ngapa sih lu jadi sewot, emang lu tu pacarnya"
Ardi berdecak sebal, ardi kemudian mengotak atik hp nya dan memasukkannya kembali kedalam saku celananya
"Udah gue kirim"
Dalia tersenyum setelah mendapat notifikasi dari ponselnya
"Makasih bang ardi yang ganteng, nanti lia traktir cireng mba reni deh"
Ardi tak memedulikan gadis itu, ia hanya sibuk mencomoti cirengnya
*****
Kringgg Kringgg
Bel pulang sekolah berbunyi
Banyak siswa dan siswi yang pergi keparkiran untuk mengambil kendaraan masing masing, ada juga yang pergi kehalte didepan sekolah
Aira, diya, ardi, dan angga masih berada didalam kelas, belum beranjak dari kelas
"Mau ngomong apaan si" ucap diya menunggu ardi yang katanya ingin mengatakan sesuatu
"Pulang bareng yuk" ucap ardi membuat aira, angga, dan diya. melototkan mata pada dirinya
"Nyuruh nunggu cuman buat bilang itu?" ucap diya yang terlihat sangat kesal
"Bangke lo badak" ucap angga yang juga terlihat kesal
"Buang buang waktu aja lo" ucap aira sembari beranjak dari kelas
"Gue duluan" imbuhnya lagi
"HATI HATI RA" teriak diya dari dalam kelas
"IYA" balas aira
***
"ABANG" teriak aira memanggil rivan yang tengah menunggunya didepan gerbang
"Kok lam banget sih"
"Maaf bang"
"Yaudah cepetan, gue capek"
"Sabar bang aira juga capek"
"Makanya cepetan supaya cepet nyampe rumah"
"Iya bang baru naik ini"
aira naik kemotor rivan
"Udah?"
"Iya"
Rivan melajukan motornya meninggalkan sekokah aira
Tik tik...
Tak lama setelah mereka meninggalkan sekolah aira, rintik hujan turun dan semakin deras membuat rivan dan aira terpaksa harus menepikan motor, aira dan rivan berhenti disebuah halte bus
"Kenapa harus ujan si, aira pengen pulang"
"Gue juga pengen pulang tau"
Aira memajukan bibirnya
"Ya ampun ganteng banget" ucap seorang perempuan yang juga berteduh dihalte bus itu
"Mana mana" ucap temannya
"Cowo itu la, tapi kayaknya udah punya pacar deh"
"**** cewenya cantik banget"
"Mana mana gue mau liat mukanya"
"Itu tri, ya ampun cantik banget kayak angel"
"**** kalah dong gue la"
"Lo tu ngga pantes sama cowo seganteng itu"
"Cih, tapi sumpah cantik banget tu cewe, kalo gue minta nomor wa nya bakal dikasih ngga ya"
"Coba aja sana"
"Ntar kalo pacarnya marah gimana"
"Makanya dicoba dulu"
Aira yang mendengar pembicaraan kedua perempuan itu bergidik ngeri, tu dua orang lesbi ya tanya aira dalam hatinya
"Mba boleh minta nomor wa nya ngga" gadis tadi benar benar meminta nomor aira
Aira menoleh kearah rivan, rivan seakan sedang menahan diri agar tidak tertawa
"Maaf mba saya ngga punya wa" aira berbohong pada gadis itu
"Oh iya makasih mba" ucap gadis itu
Aira hanya memberikan senyuman canggung pada gadis itu
Hujan mulai mereda, aira dan rivan pun kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang
***
Sesampainya dirumah, rivan tertawa terbahak bahak tanpa henti mengingat kejadian dihalte bus tadi
Rivan sangat antusias saat menceritakan pada mamanya, sementara aira menatap tajam kearahnya
"Untung lo ngga lesbi ya" ucap rivan yang masih tertawa tanpa henti
"Abang ih" ucap aira dan beranjak dari ruang tamu menunu kamarnya
***
Aira masuk kedalam kamarnya dan bersiap untuk mandi
Setelah selesai mandi, aira mengambil ponselnya yang terus berbunyi sedari tadi
Aira membuka aplikasi WhatsUpp diponselnya
Ardian *membuat grup "Cireng Lovers"
Ardian menambahkan anda, diyana, angga*
Diyana : Ngapain lo masukin gue ke klub pencinta cireng
Angga : Gue bukan penganut cireng
Ardian : Cuman namanya doang napasi
Diyana : Makanya ganti
Ardian : Bingung mau ganti jadi apa
Diyana : Ganti jadi diyana lovers aja deh
Ardian : Dih, najis
Diyana : ****
Aira M : Aira lovers dong
Ardian : Siapa lo main nongol aja
Aira M : Lo yang masukin goblok
Ardian : Masa sih
Aira M : Serah lo deh serah
Ardian : Hehe
Aira meletakkan ponsel nya dimeja belajarnya kemudian telentang diatas kasurnya
Drtt
Sebuah pesan masuk membuat aira mengambil kembali ponselnya
+62821**** mengirimi anda pesan
"Siapa nih"
Aira membuka pesan tersebut dan terkejut terheran heran dengan pesan yang terera dilayar ponselnya
"APA APAAN NIH" teriak aira
*****
__ADS_1
Gimana ceritanya, author minta maaf kalo ada penulisan kata yang salah, typo, atau tidak jelas
Pantengin terus ya sampe aira bertemu dengan cinta pertamanya