Me And You

Me And You
Aurelia takut hamil


__ADS_3

"Maaf, kami orang tua Irfan," kata papa Irfan yang langsung mendekat setelah mendengar kalimat kalimat yang dilontarkan Aldi.


Hati mama dan papa Irfan terkejut bercampur malu atas perbuatan anaknya. Walaupun sama sekali tidak direncanakan. Hanya bercinta satu malam tanpa pengaman dan berhasil membuat tekdung.


Orang tua Sandrina yang belum lepas kagetnya menerima kenyataan di depan mata, masih terdiam sambil menatap bingung pada orang tua Irfan.


"Maaf Hardi. Acara akad anakmu jadi berantakan," kata papa Irfan ngga enak hati karena ikut andil dalam rusaknya acara khidmat ini.


Dia menarap tajam anaknya yang hanya bisa menunduk gelisah.


"Ngga pa pa, bro. Kelakuan anak anak kita memang membuat jantung kita bisa lepas," seloroh papi Eri mulai santai.


Papa Irfan ikut tersenyum walau agak hambar.


"Sebaiknya kita bicarakan di tempat lain. Saya ngga ingin membuat acara sahabat saya tambah ngga bisa dikenang," kata papa Irfan ganti bercanda.


Ketegangan yang tadi menyelimuti para orang tua itu mulai mencair. Papa Sandrina bersyukur ternyata calon besannya cukup low profile juga.


"Kalian boleh bicarakan hal ini di salah satu kamar hotel. Pilihlah kamar berapa, nanti resepsionis yang akan mengantar kuncinya," timbrung papa Angel menawarkan.


"Tidak usah. Terimakasih atas kebaikannnya, Rido. Padahal kami sudah membuat acara mergah kalian ini jadi rusak, tapi kalian tetap baik," tolak papa Sandrina sangat menyesal.


"Lupakan. Kalian mau bicarakan dimana?" tanya papa Eri ingin tau. Papa Angel ikut tersenyum maklum.


Rasanya lega setelah tau kalo bukan Eri pelakunya. Tapi tetap saja papa Angel merasa ngga tega dengan sahabatnya yang kini anaknya malah jadi tertuduh. Untung mereka ngga punya penyakit jantung dan langsung mengambil tanggung jawab atas perbuatan ngga sengaja putranya.


Kalo untuk orang tua Sandrina, papi Eri dan papa Angel sangat paham. Mereka sedang mencari keadilan buat putri mereka.


"Kita terserah keluarga Sandrina saja," ucap papa Irfan berusaha sesantai mungkin.


Sebenarnya papanya Irfan dan istrinya, ingin menanyai langsung putranya dulu. Apalagi antara putranya dan Sandrina ngga saling mencintai. Mereka nantinya menikah pun terpaksa karena ada bayi dalam perut Sandrina yang membutuhkan seorang papa untuk bertanggungjawab.


Apakah pernikahan mereka akan langgeng atau akan berakhir setelah cucu mereka lahir.


Dalam hati papa dan mama Irfan merasa terpukul akan perbuatan khilaf satu malam putra tunggalnya.


Akhrnya keluarga Sandrina memutuskan untuk melakukan pembicaraan dengan keluarga Irfan di rumah sakit tempat Sandrina dirawat. Agar tidak mengganggu acara resepsi, karena tamu tamu sudah memenuhi root top hotel yang sudah di dekorasi sangat indah.


Tentu saja mereka meminta maaf dengan amat sangat pada keluarga pemgantin, khususnya Eri dan Angel yang telah dipermalukan di acara penting mereka sendiri.


Orang tua Eri dan Angel memaklumi kegusaran hati orang tua Sandrina.


Begitu juga Angel. Gadis itu memang seperti malaikat, hatinya tulus dan punya berjuta maaf pada orang yang telah merusak kesakralan acara akad mereka. Bahkan sampai melontarkan tuduhan jahat terhadap suami yang baru saja di sahkan penghulu.


Hanya Eri yang terlihat terpaksa memaafkan oramg tua Sandrina. Hatinya masih memendam rasa sakit hati dan dongkol. Terutama pada sahabatnya Irfan. Tega teganya ngga mau mengakui perbuatannya.


Aldi dan Fino pamit pada Eri untuk menemani Irfan yang terlihat sangat stres.

__ADS_1


"Makasih, ya, Al," kata Eri sambil memeluk Aldi. Kemudian dia berbisik pelan.


"Gue janji, bakal lancarin hubungan Lo dengan Aurel."


"Ngga perlu, gue bisa sendiri," kata Aldi balas berbisik.


Gue malah udah nembus yang Lo belum tembus, tawa Aldi dalam hati.


Eri cuma nyengir mendengarnya.


"Kita mau nemenin Irfan," kata Aldi lagi.


"Iya, kasian lihat dia," tambah Fino.


"Oke. Besok besok kalo ketemu si Irfan, akan gue tonjok dia abis abisan. Gara gara dia, banyak orang ngga percaya gue anak baik baik."


Fino dan Aldi tergelak memdengar omelan Eri yang ngga ada berhentinya.


Gue kalah telak dari Lo, Er. Setelah Lo tau perbuatan gue, Lo pasti akan hajar gue abis abisan, batin Aldi sambil menatap kagum pada sodara zonknya.


Harusmya gue jaga keperawanan Aurelia, seperti Lo yang jaga keperawanan Angel. Pantaslah dia marah, batin Aldi lagi agak menyesal.


"Tapi ini juga karena Lo. Sandrina ke club dan mabok gara gara patah hati denger Lo mau nikah," tukas Aldi agak kesal juga.


"Irfan yang tanggung jawab setelah dapat enak sebentar," kata Fino kasian juga dengan nasib Irfan.


"Harusnya dia rendam aja Sandrina di bath up," cibir Eri ngga peduli.


"Sorry Er, gue sempat meragukan kealiman Lo," timbrung Toni yang mendekat bersama teman teman yang lain


Eri hanya tersenyum masam mendengarnya.


"Gue juga Er. Maafin gue ya," kata Doni jujur.


"Iya, gue maafin kalian," sergah Eri setengah kesal membuat teman temannya tertawa.


"Vandra dan Fino yang yakin Lo masih polos. Kalo Aldi karena sudah tau, wajar dia bela Lo," kata Igo kemudian tersenyum kagum.


Udah lama di luar negeri, Lo masih perjaka? batin Igo masih separuh sangsi.


"Ya, gue tetap harus berterimakasih sama kalian. Kalian pasti akan mendukung gue sampai akhir," kata Eri terharu.


"Oke, aku sama Fino pamit dulu, ya."


"Oke. Nanti malam kita nyusul," janji Vandra.


"Iya, kita nyusul," tambah Toni dan Igo berbarengan.

__ADS_1


"Oke," balas Eri sambil menatap keduanya pergi.


Aldi yang melihat Aurelia berada ngga jauh dari pintu masuk hotel dan sempat mencuri pandang ke arahnya, membuat senyum miringnya terbit.


"Gue pamit ke bang Ilham dulu. Lo ke parkiran dulu aja. Kita pake mobil Lo ya," ucap Aldi berbohong.


"Oke," sahut Fino tanpa curiga dan langsung menuju ke parkiran.


Aldi menyelinap di antara tamu, menghindari pandangan Aurelia yang sesekali masih mencarinya.


CUP


Aurelia terkejut mendapat sapuan lembut di pipi kananya.


"Kamu," serunya tertahan dengan pipi terasa panas.


Aldi tersenyum smirk melihat wajah merona Aurelia.


Gila. Baru mengecup pipi kanannya saja membuat darah mudanya menggelegak.


"Aku ngga bisa nemenin kamu. Jangan cari aku ya," kata Aldi dengan tatapan nakalnya.


"Siapa yang nyari kamu," bantah Aurelia antara malu dan kesal.


Aldi tertawa perlahan mendengarnya.


"pil yang kamu minum kemarin bukan obat anti hamil. Tapi vitamin penyubur kandungan," bisik Aldi di telinga Aurelia membuat gadis ini tersentak.


"Kalo hamil hubungi aku. Aku pergi dulu," kata Aldi kemudian tergelak. Dengan jahil Aldi mencubit pipi Aurelia sebelum pergi.


Aurelia menatap kepergian Aldi dengan jantung berdebar ngga menentu dan pikiran menjadi kusut gara gara kata katanya barusan.


Apa benar itu vitamin penyubur kandungan? batin Aurelia jadi resah. Dia takut hamil gara gara sekali bercinta seperti tamu yang merusak acara tadi


"Aurel, kamu di sini. Ayo kita ke root top," kata Rosa yang langsung menarik tangannya agar mengikutinya.


"Kok, kamu bisa ke sini?" tanya Rosa heran sambil melangkah anggun.


"Emm, tadi abis ke toilet, kak," ucap Aurelia berdusta.


"Ooo."


Tadi begitu melihat Aldi pergi, dia pun sempat mengikuti. Penasaran, laki laki yang sudah membuatnya ngga virgin itu mau pergi kemana.


Jauh di lubuk hati Aurelia, dia ingin tau keadaan laki laki itu setelah sikutan keras lututnya yang tepat sasaran ke senjatanya.


Tapi melihat ketengilannya membuat dia merasa bodoh udah khawatir.

__ADS_1


Sekarang Aurelia yang merasa cemas, kalo pil itu bukan pil anti hamil. Aurelia belum siap hamil.


Apalagi setelah kejadian tadi, teman laki laki itu cuma melakukannya sekali dan berhasil jadi calon bayi. Aurelia merasa takut sekali kalo itu juga akan menimpanya.


__ADS_2