Me And You

Me And You
Halunya Anastasia


__ADS_3

Dengan langkah cepat Anastasia memasuki lantai ruangan CEO. Hatinya benar benar geram. Jatah bulanan yang diterimanya bulan ini dipotong lima puluh persen dari yang seharusnya dia terima.


"Erika! Apa maksud kamu?!" bentaknya sambil membuka pintu ruangan Erika. Helen yang berusaha menghalanginya malah di dorong hingga jatuh terjengkang.


Erika yang sedang meeting bersama Emir dan Elka dan dua CEO lainnya mendongakkan kepalanya menatap kesal pada Anastasia.


Apalagi Emir dan Elka sangat mengenal Anastasia. Sementara dua CEO lainnya, Arbi dan Exel ternyata juga sudah tau sepak terjang Anastasia di dunia malam di masa lalu.


Semua orang mencari tau siapa Anastasia begitu papanya yang ternyata adalah papa Erika mengumumkan kalo Anastasia adalah putri kandungnya yang baru saja ditemukan.


"Bisakah kamu bersikap sedikit lebih sopan?" kata Erika penuh tekanan.


Tapi Anastasia ngga peduli. Dia melirik sinis Emir, mantan bosnya yang sudah mem black list karirnya di dunia model dan Elka, kembaran perebut kekasihnya.


"Peduli amat! Aku akan menuntutmu karena mengangkangi harta warisanku!" semprotnya angkuh.


Erika menarik nafas panjang. Kekesalan sudah terpancar di raut cantiknya. Dia menatap Helen horor.


"Maaf, Nona," ucap Helen sambil memegang bokongnya yang berdenyut sakit akibat jatuh mencium lantai.


"Hmmm.... Maaf, pertemuan ngga bisa saya lanjutkan," ucap Erika penuh sesal pada klien kliennya yang dari perusahaan perusahaan ternama.


"Ngga apa apa bu Erika. Kami mengerti. Lebih baik kami pergi, pertemuan bisa kita jadwal ulang," respon Emir sambil berdiri bersama Elka. Demikian juga Arbi dan Exel.


"Kami menunggu kabar dari anda," ucap Arbi yang diangguki Exel.


"Terima kasih atas pengertiannya," kata Erika benar benar ngga enak karena sudah mengecewakan dan membuang waktu penting kliennya.


"Kami mengerti Bu Erika," ucap Arbi maklum membuat Erika tersenyum.


Tapi saat Emir dan Elka akan melewati Anastasia, mulut Anastasia berucap sinis.


"Aku akan membalas kalian."


Emir hanya tersenyum dingin ngga peduli. Demikian juga Elka. dia balik menatap sinis.


"Ngga penting banget," cetus Elka sambil mengikuti langkah Emir.


"Bilang sama Rasya, aku akan merebut Andre," teriak Ananstasia ngga tau malu.


Elka hanya tertawa mengejek sambil mengikuti langkah Emir yang terus saja melangkah keluar dari ruangan Elka.


Arbi dan Exel yang ngerti kisah Anastasia hanya saling menyeringa sebelum mengikuti langkah Elka dan Emir.

__ADS_1


"Status yang diberikan papa ternyata tidak bisa mengubah tingkah laku murahanmu," sarkas Erika sambil melipat kedua tangannya d dada. Senyum mengejeknya membuat hati Anastasia bertambah panas.


"Apa maksudnu memotong uang bulananku!" bentak Anastasia ngga gentar.


Erika tergelak.


"Kau lupa? Tentu saja untuk membayar gaji para pegawai dari perusahaan yang kamu bangkrutkan!" sentak Erika sinis.


"Apa maksudmu?!" tanya Anastasia ngga mengerti.


"Kamu ngga ngerti ya penjelasan surat wasiat itu? Tertera kan disana, harta kekayaan yang kamu miliki bersikap tetap dan bisa bertambah kalo kamu berhasil mendapatkan laba perusahaan?" sinis Erika sambil melemparkan fotokopi surat wasiat dari ayah mereka.


Erika benar benar menyesali kebodohannya yang ngga teliti membaca surat wasiat dari papanya.


Ternyata almarhum papanya sangat menyayanginya. Almarhum Papa sengaja membagi harta itu menjadi dua bagian. Anastasia ngga akan mendapatkan apapun jika tidak terlibat di perusahaan atau pun tidak menguntungkan perusahaan. Apalagi selama ini Anastasia selalu berfoya foya.


Anastasia membaca fotokopi surat wasiat yang sudah distabilo merah oleh Erika.


Sialan, maki Anastasia kalut dalam hati. Ngga nyangka Papanya menuliskan secara detil. Selama ini dia mengira almarhum papanya membebaskannya menggunakan harta kekayaannya. Secara dia adalah anak yang baru saja ditemukan. Dibamdingkan Erika yang sedari kecil sudah menikmati hidup mewah. Benar benar tidak adil.


Anastasia meremukkan fotokopi surat warisan itu dan melemparnya ke arah Erika yang tentu saja mengelak sambil teetawa puas.


Dengan hobinya berbelanja barang branded skala internasional, uang yang akan diterimanya hanya sampai dua tahun ke depan.


Untik masuk bekerja di perusahaan dia ngga mungkin bisa, karena setelah mendapatkan Dewi Kirana, sudah putus hubungannya dengan perusahaan perusahaan papanya.


"KAU! AKU BENCI!" teriaknya kencang.


Erika tergelak.


"Uangmu bisa bertahan lebih lama asalkan kamu menerima seperdelapannya saja. Aku rasa 100 juta masih cukup perbulan."


"GILA! Mana cukup BEGO!" teriak Anastasia histeris.


Erika makin memgencangkan tawanya.


"Heh, dulu emamg berapa duit yang kamu punya sebelum ditemukan papa?"


SKAK MATTT!


Erika memang pintar sekali menyerangnya.


Dulu dan sekaramg pastilah berbeda. Dulu megang sepuluh juta aja dia sudah sangat bersyukur. Cukup untuk makan, bayar pengobatan mamanya dan sedikit hura hura termasuk shopping dengan low price.

__ADS_1


Tapi sekarang? Ngga ada berartinya sepuluh juta itu untuknya. Selama ini dia selalu memdapatkan transferan satu koma enam milyar.


Anstasia pun menikmati kehidupan mewahnya. Dia kuliah di luar negeri, jalan jalan keliling Eropa dan Amerika. Belanja tas tas milyaran dan dres dres ratusan juta. Anastasi benar benar menikmatinya.


Tapi sekaramg Anastasia bagai dihempaskan ke jurang yang sangat dalam dan ngga tau dasarnya sejauh apa.


Apa sekarang dia akan miskin lagi?


TIDAAAAKKK! batinnya menjerit ngga sudi.


"Sekarang kamu bisa keluar! Atau satpam yang akan mengusir kamu," sinis Erika dengan senyum kemenangan tersungging rdi bibirnya.


Tanpa kata Anastasia keluar dan membanting pintu ruangan Erika sangat keras.


Erika tertawa. Akhirnya dia benar benar tertawa. Hatinya lega dan puas.


Syukurlah oma dan opa dari kedua orang tuanya mengingatkannya akan surat wasiat itu. Rupanya mereka sudah menemukan kejanggalan yang tidak disadari Erika, cucu sah kesayangan mereka.


Selama ini ternyata Erika merasa sangat bodoh dan terbebani karena menjadi mesin uang buat saudara tirinya yang seenaknya saja membuang buang uang dan harta warisan almarhum papanya.


Kedua opa dan omanya sama sekali ngga bersimpati pada Anastasia. Di awalnya mereka memang tersentuh dan merasa iba, apalagi mamanya Anastasia baru saja meninggal. Tapi melihat kelakuan Anastasia, hilang sudah rasa simpati itu. Hanya tinggal rasa memuakkan yang tersisa di hati mereka saat melihat kelakuan Anastasia.


*


*


*


Anastasia menatap foto Andre bersama Rasya dan dua anak kembar mereka sangat dalam. Matanya basah.


"Andre, harusnya itu anak anak aku dan kamu," ucapnya sambil mengusap air matanya.


Selama tujuh tahun ini, Anastasia setiap bulan selalu terbang ke Paris hanya untuk melihat Andre dan anak anaknya.


Bahkan Anastasia seperti stalker. Selalu memperhatikannya dari jauh dan menjepretkan kameranya. Anastasia pun ngga pernah absen ke Paris setiap bulan hanya untuk melihat Andre dan anak anaknya.


Sejak bayi itu lahir hingga sekarang, Anastasia memiliki foto fotonya. Anastasia menganggap anak anak Andre sebagai anaknya. Dia sangat menyayangi anak anak Andre. Mungkin dia sudah gila, Baginya anak anak Andre adalah anak anaknya. Wanita pelakor itu sudah mencuri darinya.


Sekarang dia pasti akan kesulitan untuk melihat Andre dan anak anaknya. Uang yang dimilikinya sudah terbatas.


Anastasia mulai brrpikir gila, kalo dia ngga bksa melihat Andre dan anak anaknya, maka Andre dan anak anaknya yang harus melihatnya. Mereka harus kembali ke negara ini. Dan perempuan pelakor itu harus mati!


Anastasia tersenyum dingin. Termasuk saudara tirinya juga harus mati, agar dia menjadi pewaris satu satunya.

__ADS_1


Anastasia ngga mau sampai kehilangan kehidupan mewahnya yang sudah sangat didambakannya bertahun tahun yang lalu.


__ADS_2