Me And You

Me And You
Firasat Buruk Erika


__ADS_3

"Erika dan keluarga besarnya akan berlibur besok?" tanya Anastasia sambil menatap seorang pria tinggi besar yang memakai jaket kulit dan topi di depannya. Mereka sedang melakukan pertemuan di sebuah kafe yang cukup sepi di pinggiran kota.


"Benar Nona," sahut pria itu tegas. Wajahnya dihiasi jambang yang cukup tebal.


Anastasia tertawa senang. Membayang sesuatu yang buruk yang akan menimpa Erika dan keluarga besarnya. Harusnya keluarganya juga, tapi mereka.sellau memandang hina dirinya. Sehingga ngga masalah buatnya untuk melenyapkan mereka semua.


"Pastikan yang kau lakukan benar benar bersih. Habisi semuanya," tegas Anastasia ngga mau dibantah setelah reda tawanya.


Pria itu.menyeringai.


"Akan aku lakukan. Tapi malam ini aku minta dp pembayarannnya." Matanya menatap liar pada tubuh menggoda Anastasia. Anastasia memgenakan dress hitam lengan panjang yang membungkus ketat tubuh sintalnya sepanjang lutut.


"Kuganti uang saja. Satu Milyar," kata Anastasia menawar. Setelah mengetahui kalo dia anak orang sangat kaya, Anastasia ngga pernah lagi menjajakan tubuhnya. Dia benar benar merawat tubuhnya. Kulit tubuhnya semakiin halus, putih dan lembut. Juga wangi. Dia akan mempersembahkannya buat Andre. Cinta satu satunya dalam hidupnya.


Pria itu tertawa sinis.


"Aku bosan uang. Aku ingin menikmatimu lagi. Kau sekarang sangat berbeda. Lebih wangi dan menggoda," kata pria.itu tanpa canggung membelai kulit tangannya membuat Anastasia meremang.


Pria ini dulu salah satu langganan tubuhnya. Bayarannya pun ngga main main. Makanya dulu biarpun jijik, Anastasia tetap menjadikannya prioritas. Dulu dia benar benar miskin dan sangat membutuhkan uang instan yang banyak untuk gaya hidup dan pengobatan ibunya.


Tapi sekarang tentu saja Anastasia ngga sudi. Dia sudah sangat kaya sekarang. Tapi dia terpaksa membutuhkan bantuan ketua geng mafia narkoba ini untuk membunuh Erika dan keluarga besarnya. Seluruhnya. Bullshit dengan ikatan darah.


"Setelah kau berhasil melakukan tugasnu, aku memberikan diriku padamu selama dua hari," tawar Anastasia sambil tersenyum dengan menyapukan lidahnya ke.bibir bawahnya secara sensual.


Ketua geng mafia itu semakin terbakar hasratnya. Panas dan senjatanya sudah menegang.


"Lima hari."


Anastasia melotot kesal.


Enak aja, marahnya dalam hati.


"Tiga hari nggak lebih."


Pria itu tertawa. Lalu berdiri.dan langsung menyeret Anastasia yang terkejut.


"Apa yang kau lakukan!" serunya marah dan berjalan cepat agak susah payah karena heelsnya yang cukup tinggi.


Tapi pria bertopi itu ngga peduli dan terus menyeret Anastasia ke bagian belakang kafe. Dia baru berhenti ketika mereka sudah tiba di samping toilet yang juga sepi.


"Aku mau bonusnya sekarang!"


"Apa! Kau .. emhh," seru Anatasia kaget karena langsung disandarkan ke dinding toilet dengan kasar


Pria berjambang cukup tebal itu langsung melu mat bibirnya dengan kasar sambil meremas dua gunung kembar Anastasia penuh nafsu.


Mendapat serangan mendadak itu, membuat gejolak naf su Anastasia yang sudah lama dipendamnya menggelegak. Tanpa malu Anastasia membalas luma*tan itu dan mere*mas rambut pria itu setelah melemparkan topinya.


Pria itu tertawa setelah melepaskan ciumannya tapi satu tangannya terus mere*mas bahkan satu tangan lainnya mengocok inti Anastasia dengan tiga jari sekaligus membuat Anastasia menggelepar.


"Kau sangat wangi. Aku tau kau merindukanku," katanya sambil menendang pintu toilet dan mendorong Anasatasia masuk ke dalam toilet kafe, setwlah itu menguncinya.

__ADS_1


Anastasia ngga sempat berpikir karena naf*su jalangnya sangat menginginkan sentuhan yang membuatnya terus mendesah hebat diiringi seringai mesum pria itu. Dari dulu pria ini sangat pintar menaikkan gairahnya. Sampai akhirnya Anastasia pun membiarkannya disetubuhi untuk pertama kalinya setelah delapan tahun lamanya dia memendam hasrat ja*langnya.


"Kau sangat rapat sekarang, cantik. Aku tambah tergila gila padamu. Perawatanmu pasti mahal, heh," dengus pria itu sambil terus mendorongkan senjatanya dengan cepat dan kasar membuat Anastasia mencapai pelepasannya berkali kali. Dan akhirnya pria itu pun memuntahkan sper*manya ke dalam rahim Anastasia sambil terus mendoronngkan senjatanya dengan sangat kuat disertai lolongan keras keduanya yang sudah mencapai kepuasan.


*


*


*


Sore ini Erika merasa ngga tenang. Dia sengaja menitipkan mampir ke SMA adik angkatnya untuk menjemputnya setelah selesai melanjutkan meeting yang tertunda sejak kedatangan Anastasia ke kantornya.


Kutunggu di depan gerbang.


Tulis Erika pada keypad hpnya..


Sambil menunggu, Erika membuka.hpnya untuk membava pesan pesan dari bawahan dan koleganya. Memang ngga ada waktu bagi Erika untuk beristirahat dengan benar. Karena itu kedua opa.dan omanya mengajaknya berlibur ke luar negeri agar bisa menikmati hidup. Niat utamanya sudah bsia ditebak, oma oma dan opa opanya ingin Erika fokus sebantar untuk mencari jodoh. Apalagi umur Erika udah kepala.tiga. Tepatnya tiga puluh dua tahun.


Tangan Erika melihat lagi map plastik yang ada dipangkuannya. Perasaannya benat benar aneh sepanjang hari ini. Dia merasa sangat gelisah. Bahkan sebelum ke perusahaannya Erika sengaja mampir ke kantor pengacara sahabat papanya sampai sahanat papanya, Om Ilham merasa bingung.


TOK TOK TOK


Eri tersenyum dan menekan tombol kunci pintu mobilnya.


"Hai, kak," sapa seorang gadis cantik sambil memasuki mobilnya.


"Hari ini kamu nakal lagi nggak?" kekeh Erika yanh disambut kekehan gadis cantik yang cukup sering membuat Erika mengutus sekretarisnya untuk menemui guru bpnya karena kelakuan minusnya.


Gadis yang menyelamatkannya ternyata anak yatim piatu. yang telah ditinggal meningga kedua orang tuanya karena kecelakaan di jalan tol.


Erika pun menjadikannya wali untuknya dan mengangkatnya sebagai adiknya.


Gadis itu juga ngga miskin karena rumah warisan orang tuanya sangat mewah. Tapi tanpa kontrol orang tuanya, dan hidup sendiri dengan harta melimpah hanya bersama pembantu di rumah membuat tindakannya suka semaunya.


Namanya Mikaela. Tapi lebih suka dipanggil Mika.


"Besok aku mau ke Eropa," kata Erika sambil menjalankan mobilnya.


"Bolehkah aku ikut? Aku akan minta ijin," pinta Mika penuh harap


Erika tertawa lepas.


"Nanti setelah kamu libur sekolah, aku akan mengajakmu. Bukankah ngga lama lagi kamu akan ujian akhir?"


"Masih lama," dengusnya kecewa campur kesal membuat Erika kembali tertawa.


"Liburan kali ini untuk mencarikan aku jodoh oleh opa opa dan oma oma ku ,"ucap Erika di sela derai tawanya.


Mikaela mendelik ngga percaya


"Jodoh kakak sudah menunggu di luar negeri?"

__ADS_1


"Mungkin," tawa Erika lagi.


Mikaela pun ikut tertawa.


"Kakak udah saatnya menikah," cibirnya agak sinis.


"Menurutmu begitu? Aku malas menikah. Tapi kami membutuhkan keturunan," ujar Erika jujur.


"Ya, aku mengerti. Tapi apa ini?" tanya Mikaela heran sambil mengacungkan map plastik merah di dashboard depannya.


"Tolong simpan baik baik. Itu asetku yang kuberikan padamu sebagian," kata Erika sambil fokus menyetir.


"Untuk apa? Aku sudah punya banyak, kak," tolaknya malas. Ngga ada kesan sombong dalam nada suaranya. Orang tuanya memamg meninggalkan aset bergerak dan ngga bergerak yang lumayan banyak untuknya. Dia pun hanya sebatang kara.


Erika tertawa, sama sekali ngga tersinggung.


"Terima aja. Paling engga kamu bisa lebih lama bersenang senang," cibir Erika mentertawainya.


"Kakak tau aja," kekeh Mikaela.


"Kamu tau, aku merasakan firasat ngga enak," ucap Erika setelah tawa mereka reda.


Mikaela menatap kakak angkatnya serius.


"Apa besok aku perlu mengantarmu, kak?' tanya Mikaela tiba tiba cemas.


Erika tersenyum kecil.


"Ngga perlu. Bodyguard ku akan mengawal perjalanan kami ke bandara besok subuh," terang Erika santai.


Mikaela terdiam, dia kembali menatap Erika serius.


"Aku merasa kakak seolah berpamitan," cicitnya pelan. Dadanya pun berdebar aneh


"Memang, kan, aku sedang berpamitan padamu," kekeh Erika masih ringan.


"Maksudku, emm.... sepertinya kakak akan pergi jauh," ucap Mikaela pelan. Dia teringat akan kepergian.orang tuanya yang mendadak. Hatinya merasa semakin cemas.


"Memang jauh, kan, ke Eropa. Jamgan berpikir yang aneh aneh. Hanya tiga minggu. Begitu pulang aku akan langsung menjemputmu, dengan membawa oleh oleh yang sangat banyak," ucap Erika tetap santai walau perasaannya juga ngga enak. Dia pun bingung tentang apa yang dia rasakan.


"Semoga perjalanan kakak dan keluarga lancar dan baik baik saja," do'a Mikaela sungguh sungguh.


"Amiin," sambut Erika berusaha tetap tenang dan santai. Dia butuh kopi.


"Kita mampir ke coffee shop, ya, " kata Erika sambil memasuki parkiran coffe shop langganan mereka.


"Oke. Sebelum kakak liburan aku ingin ditraktir banyak sama kakak. Selain kopi, aku juga mau cake ya, kak," kekeh Mikaela.


"Pesanlah sebanyak yang kamu mau," kekeh Mikaela sambil mematikan mesin mobil sportnya.


"Memang itu mauku," kekeh Mikaela senang. Dia senang karena ada yang memperhatikannya setelah lama hidup sendiri tanpa perhatian orang tua. Mikaela sudah merasa sangat dekat dengan Erika. Apalagi terang teangan Erika sudah mengangkatnya sebagai adik.

__ADS_1


__ADS_2