Me And You

Me And You
BK Perdana


__ADS_3

Senin, pukul 8:45, Aira sampai kesekolah. Tepat saat upacara bendera selesai dilaksanakan.


Aira berlari kearah gerbang yang hampir ditutup oleh pak Alam.


"PAKKK!! JANGAN DITUTUP PAAKKK!!" Aira berteriak sangat nyaring membuat anak anak yang juga terlambat menutup telinga


"Euluh euluh, ini anake, gak usah pake teriak teriak. Telinga saya masih berfungsi" ucap Pak Alam dengan logat bahasa khas nya


"Kali aja, kan bapak udah tua" jawab Aira spontan.


Aira mengerjap beberapa kali, merasa ada yang ganjal dengan ucapannya barusan. Setelah sadar dengan ucapan nya tadi, Aira langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya


"Walah, ini anake. Ikut saya keruang Bk sekarang" ucap Pak Alam kemudian berlalu


"Pak masa saya aja yang disuruh ke Bk, anak yang lain gimana Pak" ucap Aira setengah berteriak


"ANAK YANG LAIN BERSIHKAN LAPANGAN DAN TAMAN BELAKANG, DAN KAMU CEPAT IKUTI SAYA" teriak Pak Alam


"Alhamdulillah, untung mulut gue *****, kalo ngga, kulit gue bakalan item gara gara bersihin lapangan" ucap Aira konyol


Para murid yang dihukum oleh Pak Alam dibuat melongo karena ucapan Aira barusan.


"Idih, gue mending dihukum bersihin lapangan dari pada ngikut Pak Alam ke Bk. Serem" ucap Agra, teman sekelas Aira


"Kalo gue mending ke Bk dikasih surat peringatan daripada harus panas panasan bikin kulit belang, ntar kalo jadi eksotis kan ga lucu" ucap Aira kemudian berlalu untuk menyusul Pak Alam keruang Bk


—~~~—


Tok tok tok


Aira mengetuk pintu ruang Bk dengan perasaan gugup bercampur bangga. Perasaan gugup Aira rasakan karena ia tidak tahu hukuman apa yang akan Pak Alam berikan padanya. Perasaan bangga Aira rasakan karena ini Bk pertamanya disekolah ini. (Aira memang konyol)


"Masuk" parintah Pak Alam


Aira pun masuk kedalam ruangan tersebut. Saat sampai didalam, Aira terkejut melihat dua orang pria yang sering mengganggu nya sejak hari pertama bersekolah


"Kenapa kalian merokok dihalaman sekolah?" Pak Alam menanyai Angga dan Ardi


"Bukan saya Pak, saya cuman nemenin nih kadal pak. Saya ngga ikutan, bibir saya aja masih pink ngga hitam kek bibir dia pak" ucap Ardi membela diri


"Tetap saja kamu ikut"


"Ya allah pak, sumpah pak saya ngga ngerokok"


"Haduh pusing saya" Pak Alam memijat pelipisnya. "Hei kamu, kemari" ucap pak Alam pada Aira


Aira mendekat pada Angga dan Ardi


"Duduk" titah Pak Alam


Aira duduk disebelah Ardi. Ardi dan Angga hanya diam tak berkutik.


"Sialan, kenapa bisa ada Aira sih" batin Angga


"Rasain tuh bebek pe'a" batin Ardi saat melihat air wajah Angga yang berubah panik


Let's kill this love...🎶


Ponsel Pak Alam berdering, Pak Alam keluar dari ruangan untuk mengangkat panggilan


"Aira, gue bisa jelasin" ucap Angga kelabakan


Aira menaikkan satu alis nya."Ha? jelasin apaan dah. Kayak orang yang ketahuan selingkuh aja lu" ucap Aira tenang sementara Ardi sedang menahan tawanya


"Ntar lo salah paham" Angga menggigit bibir bawahnya


Sontak saja Aira dan Ardi langsung tertawa


"Gue bukan pacar lo bocah" Aira masih tertawa terbahak bahak terngakak ngakak terpingkal pingkal. (Ewh lebay 😒)


"Ngakak gue" ucap Ardi dengan tawa yang meledak ledak


"Heh, apa apaan ini ribut ribut" tegur Pak Alam


"Murid bapak lagi ngelawak"


"Sudah sudah, Angga panggil wali kamu kemari, Ardi kembali kekelas, dan Aira papa kamu bilang pulang sekolah temui dia dikafe depan sekolah. Sekarang bubar" titah pak Alam pada Angga, Ardi dan Aira


Aira menghela napas berat. "Baik pak" ucap ketiganya serempak


Ardi dan Aira pamit pergi kekelas sedangkan Angga masih harus menunggu orang tuanya di Bk


~


"Ra, bolos aja yuk" ucap Ardi disela sela perjalanan menuju kelas


"Di, kita habis dari Bk loh"


"Males gue pelajaran Pak Handi" ucap Ardi lesu


"Bentar lagi juga istirahat" Aira sedikit mempercepat langkahnya


"TUNGGUIN GUE WOY" pekik Ardi


"PANGGILAN KEPADA HAFIDZATUL MAIRA KELAS XII IPA A SEGERA KERUANG GURU" ucap Bu Asti wali kelas Aira


"Lo bikin rusuh apa Ra?" Ardi penasaran


"Ngga tau dah, perasaan gue murid baek baek"


"Baek, baek, dah sono lu" Ardi mengibas ngibaskan tangannya mengusir Aira

__ADS_1


Aira mencebikkan bibirnya. "Di, bantuin gue" ucap Aira dengan tatapan memelas


"Apa"


"Ruang guru dimana"


Ardi menepuk jidatnya sedangkan Aira nyengir.


~


"Ibu nyari saya?" tanya Aira pada Bu Asti


"Iya ada mau saya bicarakan, silakan duduk dulu" Aira mengangguk kemudian duduk dikursi kosong sebelah Bu Asti


"Jadi begini, pengurus osis sedang merekrut penerimaan anggota baru. Dan anak anak kelas sepakat mendaftarkan kamu, Agra, Reza dan Audy"


Aira mengerjap berkali kali. "Baru juga seminggu dua hari gue sekolah tanpa tugas osis. Bikin repot aja nih guru" Batin Aira


"Emm.. gimana ya bu" Aira menggigit bibir bawahnya


"Tidak apa apa, kamu bisa pikirkan baik baik. Yasudah kamu kekelas dulu, sudah hampir istirahat"


"Kalau gitu saya permisi Bu" Aira beranjak meninggalkan ruang guru


"Sialan banget punya temen, awas aja, gue doain kalian pada remedial pelajara Pak Handi " Batin Aira mengutuk teman teman sekelasnya


Brukh


Seorang laki laki tak sengaja menubruk Aira hingga keduanya terjatuh kelantai


"Aww- ***** sakitt" pekik Aira saat lututnya tergesek dilantai koridor


"Ngga punya mata ya? Kalo jalan liat liat" laki laki itu bangkit lalu membersihkan seragam dengan menepuk nepuk diri seolah banyak debu yang menempel


"Ihh enak aja, nih mata gue ada dua. Lagian elo yang salah malah nyalahin orang" ucap Aira tak mau kalah


Aira beranjak hendak berdiri namun terhenti saat ia melihat darah dilututnya


"Ihhh lutut sialan, pake acara luka luka segala lagi. Ngga usah pake luka luka deh, cukup hati gue aja" Aira malah mengomeli lututnya yang luka


Laki laki si penabrak Aira tadi hanya menggeleng melihat kelakuan Aira.


"***** ni anak" Batin nya


Laki laki itu menjulurkan tangan untuk membantu Aira berdiri. Aira menoleh pada laki laki itu


Hening sejenak


Tatapan mereka saling beradu


Manik mata coklat Aira bertemu dengan kedua manik mata lelaki itu.


Keduanya menatap lekat tanpa ada yang memutuskan pandangan tersebut


Lelaki itu juga tampak sedang mengalihkan pandangannya


Aira kembali menoleh pada laki laki itu, kemudian pandangannya tertuju pada Name tag di seragam pria itu


"Evandrinata" tanpa sadar Aira membaca nama yang tertera di Name tag itu. (Aira bacanya dalam hati kok '‹)


Tampak laki laki itu juga sedang membaca Name tag di seragam Aira


"Dah puas mandangin gue"


"Idih narsis"


"Lah gue emang ganteng, ngga kayak situ"


"Yaiyalah gue ngga ganteng, gue kan cantik" Aira mengibaskan rambutnya


"Serah lu dah, cepetan pegel tangan gue noh"


ucap Evan masih dengan juluran tangannya


"Iya bentar elah" Aira menyambut juluran tangan Evan untuk berdiri


Setelah berdiri, Aira langsung berjalan meninggalkan Evan


"Ngga ada niat bilang makasih lu woy" ucap Evan


Aira mengangkat tangannya kemudian menunjukkan jari tengahnya kepada Evan


"Buset


dah, udah ditolongin juga" Evan mengelus dadanya sambil terus melihati Aira yang berjalan sempoyongan


Aira berjalan tertatih tatih *dan...


Brukh*


Aira kembali terjatuh


Evan langsung berlari menghampiri Aira. "Tuh kan, kualat sii sama gue"


"Huaaaaa, berdarah dua duanyaaaa" Aira menangis tersedu sedu


"Elo si, udah kita ke Uks. Berenti nangis" Evan memapah Aira untuk berdiri


"AAAWWW GILA SAKIT PELAN PELAN" pekik Aira


"Eh buset pengang telinga gue"

__ADS_1


"Makanya pelan pelan"


"Iya iya bawel"


Evan memapah Aira berjalan menuju Uks


"Eh bawel, cepetan dong. 5 menit lagi istirahat nih"


"Ya sabar dong, ngga liat apa kaki gue lecet. Kenapa ngga lo gendong gue aja." Aira ngawur


"Ide bagus" Evan mengangguk kemudian menggendong Aira ala bridal style lalu berjalan menuju Uks


"Woy eoy anj*r sialan, gue cuman bercanda *****" Aira memukul mukul bahu Evan


"Udah diem aja" titah Evan


"Sialan ada orang, gue malu anj*r" Aira menenggelamkan wajahnya di pundak Evan


Orang orang yang melihat kejadian itu hanya menggeleng gelengkan kepala.


"Lo ngga ada niatan kenalan ama gue gitu"


"Perlu?"


"Iyalah"


"Gue Evan"


"Aira"


"Udah tau"


Aira memutar bola matanya malas. "Jadi kita temenan?"


"Bukan, pasutri"


"Et dah sialan, blushing gue"


Evan menghela napas panjang. Menghafapi Aira lebih sulit dibandingkan mengerjakan 100 soal matematika dari Pak Handi


~


Evan menurunkan Aira diranjang Uks


"Makasih" ucap Aira sambil menampilkan senyum manisnya


"Hmm" Evan berdehem kemudian mengeluarkan ponsel dan menelpon seseorang


"Halo " ucap seseorang diseberang sana


"Ke Uks bawa bubur sama teh hangat. Gue tunggu 5 menit"


"Buset dah, gue lagi makan ini "


"3 menit, terlambat satu detik lidah lo gue potong" Evan mematikan sambungan


Aira memainkan ponselnya sambil berbaring diatas brankar Uks


"Aira" Evan memanggil Aira


"Hmm" Aira berdehem tanpa menoleh pada Evan


"Luka lo ngga mau dibersihin"


"Perih ribet"


Evan menghela napas panjang, ia beranjak mengambil kotak p3k kemudian mendekati Aira untuk mengobati lukanya


Aira yang tadinya berbaring beringsut duduk. Evan mengobati lutut Aira yang sudah tidak lagi mengeluarkan darah


Hening~


Aira menatap lekat wajah Evan yang dengan telaten mengobati lukanya


"Gue tau gue ganteng" Evan memecah keheningan


"Emang" Aira keceplosan


Evan tersenyum tipis. "Lo juga cantik" ucap Evan


"Emang gue cantik - Ehh?" Aira tertegun


"Dia barusan muji gue?, kok gue ngga nyadar si " Batin Aira meracau tak jelas


Brakk


Seseorang menendang pintu Uks hingga terbuka lebar


~*****~


Segini dulu ya ceritanya.


Gimana ceritanya? Banyak typo nya ngga?


Kalo ada kesalahan dalam penulisan kata atau yang lainnya keluhkan saja pada Author dikolom komentar


Makasih buat yang udah baca😍😘.


Author ngetik sampe 1500 kata lho😭.


(Gak penting❗ cuman ngasih tau aja.)

__ADS_1


See you bye bye my deterjen muah muah😘


__ADS_2