Me And You

Me And You
Hari Berkabung


__ADS_3

Setelah dua kali keliling gang yang dimasuki Erika dan dua orang pengawalnya, mereka berlima pun menyerah. Kini mereka sedang duduk duduk.di cafe sambil menikmati jus nya dengan resah.


"Kamu yakin dia ngga keluar, Ilham?" tanya Valen kesal.


"Yakin. Aku udah ngecek cctv di jalan depan gang," ucap Ilham sambil terus melihat layar monitornya.


"Tapi ngga tau juga kalo mereka nyamar. Soalnya kualitas cctvnya kurang bagus," tambah Ilham membuat Valen menatapnya kesal.


"Berarti ada kemungkinan mereka di salah satu rumah di gang itu, kan," tuduh Ferdi yakin.


"Jika saja tubuh Erika di pasang chip, mudah kan kita nyari lewat gps," kata Celon ngawur.


"Kita udah muter muter sama nunggu di sini, tapi belum ada tanda tanda pergerakan Erika dan pengawal pengawalnya. Padahal mereka terluka," ujar Arven getir sambil berharap Erika baik baik saja.


"Sebaiknya kita ke mansion Erika. Bentar lagi pemakaman jenazah akan dimulai," ucap Valen sambil melirik jam mewah di tangannya.


"Kalian aja. Gue di sini saja," tolak Arven sambil terus menatap ke dalam gang.


Mereka berada di dekat halte angkot di seberang gang.


"Bentar lagi anak buah gue datang, Ilham juga terus mantau cctv," info Ferdi.


"Kita harus hadir di sana. Yang penting kita tau lokasi mereka," tambah Celon.


"Pengawal Erika bisa dipercaya? Siapa tau pengkhianatnya," tukas Arven riba tiba resah.


"Itu pengawal khusus. Loyalitasnya ngga perlu diragukan," tegas Ferdi.


"Oke, kita pulang," kata Arven sambil memakai helmnya.


"Gue mau mandi dulu, gerah gue pake baju olahraga dari tadi," omel Celon membuat yang lain nyengir.


Valen memnbuka hpnya ketika merasakan getarannya. Ada notif pesan dari adiknya Vandra.


Abhi masuk dua puluh besar


Bibir Valen tersenyum lebar.


"Cie cie.... Sarah ngajak maljum ya," ledek Ferdi terkekeh.


"Maljum apaan," sergah Valen sinis, karena malam jumat masih lima hari lagi.


"Abhi, kloning gue, masuk dua puluh besar di X-Idol. Dukung kloning gue ya," ucap Valen dengan nada senang.


Dia selalu merasa bangga dengan putra pertamanya. Walaupun hobi membangkang, tapi masih tetap bisa patuh. Ngga seperti dia dulu. Pembangkang habis habisan sampe mamanya pernah masuk rumah sakit dan hampir anfal karena kelakuannya yang luar biasa parah.


"Wow, selamat. Abhi memang darah Lo," puji Ferdi sambil menepuk pundak sahabatnya. Dia ikut senang. Bakat seni Abhi memang turunan dari Valen.


"Benar asli kloning Lo," kekeh Celon ikut bangga.

__ADS_1


Ilham tersenyum mendengarnya. Tentu saja semua orang yang dekat dengan mereka setuju dengan pendapat itu. Tepatnya Abhi adalah kloning dari Valen dan Om Dewantara.


Arven juga ikut menepuk pundak Valen dengan perasaan bangga.


"Gue harap nanti anak gue juga seperti gue," harapnya dengan melebarkan senyumnya.


"Cih... anak? Istri aja belum jelas kabarnya. Tapi ngga tau kalo yang di luar istri," cemooh Celon membuat Arven terbahak.


"Ngga mungkin bocor, selimut gue tebal," selanya kemudian terbahak lagi bersama empat sahabat SMA nya. Pertemanan mereka memang kental. Sama sama suka musik, suka karate dan suka bolos.


"Kalo Abhi bisa tembus sepuluh besar, baru gue ijinin punya pacar," kekeh Valen berjanji.


"Gimana kalo kita jodohkan anak kita? Anak gue si Oliv belum punya pacar juga," kata Ferdi menawarkan.


"Ya, kalo mereka sama sama suka, why not?" sambut Valen setuju.


"Oke, setelah ketangkap dalangnya, gue traktir Lo semua nginap di resort gue di Madalika," janji Arven.


"Sekalian nemenin Lo bulan madu?" sarkas lagi Celon mengejek. Senang dia mengatai sahabatnya yang udah lama banget ngga ketemu saking sok sibuknya dengan kerjaan.


"Belum lah. Kalo bulan madu maduan ngga apa juga," gelak Arven yang disambut kembali kekehan para sahabatnya.


Ilham tersenyum miring melihat kelakuan pria pria yang umurnya lebih tua dua tahun lebih dikit darinya.


Pantas saja Luvi suka ngasih rentetan warning kalo dia mau gabung sama sesepuh devilnya.


Jangan sampai kamu kecipratan sedikitpun gilanya mereka. Seperti Emir yang udah terkontaminasi. Kamu masih murni.


*


*


*


Suasana pemakaman benar benar penuh haru dan tangis. Para pelayan di rumah meneteskan air mata ngga henti hentinya. Ngga nyangka tuan dan nyonya besar mereka bersamaan meninggal dalam kondisi sangat mengenaskan. Untuk majikan yang sangat baik, tentu saja kematian ini sama sekali ngga wajar. Lebih tepatnya di sebut sebagai pembunuhan sadis. Bahkan nona muda mereka belum ditemukan. Entah masih hidup atau sudah tiada.


Begitu juga dengan anak anak dan istri istri dari para pengawal yang menjadi korban. Menangis tiada henti melihat kepergian belahan hati mereka dengan cara yang ngga terduga dan sangat kejam. Walaupun mereka tau resiko pekerjaan suami mereka adalah nyawa, tapi ini benar benar di luar pikiran mereka. Bahkan tuan dan nyonya besarnya pun ngga terselamatkan. Mereka hanya berharap agar cepat ditemukannya nona mudanya dalam keadaan selamat. Karena sampai kini nona mudanya dinyatakan hilang.


Arven dan teman teman temannya yang sudah memakai jas hitam lengkap dan kaca amta juga terdiam dan bergetar hatinya ketika melihat peti peti itu dimasukkan ke dalam tanah yang sudah di gali. Para oengawal juga dikuburkan di satu lokasi dengan tuan dan nyonya besar mereka. Lokasi yang sama dengan Danutirta dan istrinya, mamanya Erika. Sedangkan mama Anastasia dikuburkan di tempat kelahirannya.


Kakek Handy dan Nenek Rani duduk di kursi karena ngga sanggup berdiri, melepas kepergian sahabat sahabat mereka yang begitu cepat tak terduga, dan meninggalkan kepedihan yang sangat mendalam.


Om Halim hanya bisa menatap langit dengan sedih.


Danu, kalo kematian orang tua dan besanmu karena perbuatan Anastasia, tolong ijinkan aku membawanya ke penjara.


Om Halim memejamkan matanya.


Betapa kagetnya Om Halim atas laporan anak buah Ferdi. Ternyata ada beberapa bom dan kamera penyadap yang terpasang di mansion Erika, rumah dan kantornya.

__ADS_1


Dua hari sebelumnya, memang di mansion terjadi gangguan listrik, karena itu Opa Rahmat memanggil tukang servis listrik langganan mereka. Begitu juga rumah dan kantor Om Halim mengalami masalah yang sama. Dan Om Halim pun memanggil tukang servis yang sama. Karena mereka sudah lama bekerja sama.


Setelah diselidiki ternyata perusahaan servis listrik langganan mereka sudah disabotase. Bos dan hampir tiga puluh karyawannya sudah meninggal hari itu juga. Semua mayatnya ditumpuk di ruangan si bos. Tentu saja ini menjadi berita yang hangat.


Mereka benar benar terlambat mengantisipasi. Para penjahat sudah menyiapkan dengan sangat matang dan sangat teliti.


Om Halim melihat wajah Anastasia dengan geram. Gadis itu datang dengan gaun hitam dan kaca mata gelapnya. Berdiri tegak ngga jauh darinya. Ekspresi wajahnya hanya datar.


Anastasia merasa cukup senang dalam hatinya mwlihat kematian opa omanya yang selallu mencelanya. Cuma satu yang belum menyusul, Erika-adik tirinya yang sombong itu.


Bang Boby, sudah berjanji akan memburu Erika dimana pun dia berada. Erika ngga akan mungkin bisa menjejakkan kaki lagi di mansionnya atau pun menemui Om Halim, pengacara mereka. Setelah semuanya selesai, dia disahkan menjadi pewaris, Om Halim pun sudah ngga berguna dan akan dihabisi anak buah bang Boby.


Asalkan servis yang diberikannya memuaskan ketua mafia narkoba itu, apa pun akan dilakukan mafia narkoba itu untuknya.


Sebenarnya saat ini Anastasia merasa masih lemah karena tenaganya benar benar terkuras akan permainan se*x Bang Boby di toiley yang hanpir tiga jam.


Gila, Anastasia pun ngga peduli apakah ada yang mendengar ******* mereka. Yang penting hasilnya cukup menggembirakan. Tinggal selangkah lagi dia akan menikmati harta milik adik tirinya.


Hari ini dia puas menyaksikan orang orang yang membuat hidupnya dan mamanya menderita, meninggal dengan amat sangat mengenaskan.


Banyak juga kolega kolega bisnis yang datang. Mereka sangat terkejut akan tragedi yang dialami oleh keluarga Danutirta. Benar benar pembantaian yang kejam. Hanya menyisakan satu pewaris yang beberapa tahun lalu baru ditemukan. Pewaris yang tidak begitu disukai rekan bisnisnya.


Sedangkan pewaris yang dulu menjadi tangan kanan almarhum Danutirta masih dinyatakan hilang.


"Doni sama siapa?" tanya Vandra pada Mia yang ikut datang. Mereka sempat beberapa kali berpatner dalam bisnis dengan Erika


"Anak SMA?" tanya Mia dengan kening berkerut. Gadis manis yang cantik itu masih mengenakan seragam.SMA.


"Apa siswa di sekolahnya?" sambung Vero yang ikut nimbrung.


Vandra menajamkan pandangannya.


"Iya. Itu seragam sekolah kita dulu," sahut Vandra yakin.


Sudah bosan dengan perempuan dewasa? Vandra membatin heran.


"Sesekali gue juga mau maen ke sekolah Lo. Cewe cewe SMA boleh juga," canda Vero pelan dengan wajah sumringah.


"Sssttttt."


Mia mendelik pada Vero yang hanya dibalas cengiran nakalnya.


Vandra terus menatap Doni sambil berusaha menebak isi pikirannya.


Ngga mungkin kan Doni jadi pedofil karena ditinggal Claudya?


Claudya ngga setuju Doni menjadi kepala sekolah. Dia lebih suka Doni menjadi CEO, lebih keren dan bergengsi. Tapi Doni lebih menurut pada keinganan orang tuanya.


Doni adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Semuanya laki laki dan ngga ada yang mau meneruskan kepemimpinan papa mereka. Ada yang jadi pilot, arsitek dan dua lagi menjadi CEO di perusahaan keluarga mereka.

__ADS_1


Walau Doni ikut membantu di perusahaan orang tuanya. dia hanya menjabat sebagai menejer keuangan saja.


__ADS_2