
"Ver, kemarin gue ONS sma cewe, cantik banget," cicit Reksa ketika Vero maen ke rumahnya.
"Cewe ONS paling gitu gitu aja," cibir Vero menghina.
Mereka sedang tidur tiduran di kamar Reksa.
"Enggak. Kayaknya cewe itu lagi patah hati, trus nyasar ke club," kilah Reksa ngeyel.
"Maen berapa kali Lo?" Vero mulai tertarik.
Baru sebulan pulang, entah sudah berapa kali ONS an, gerutu Vero dalam hati.
"Tiga kali. Asli masih virgin."
Senyum lebar merekah di bibirnya.
Vero menatapnya aneh.
"Jangan bilang lo maksa?" tuduh Vero
"Terpaksa. Soalnya geng Aro juga mau gadis itu. Jadi gue selamatin," bantah Reksa membela diri kemudian terkekeh.
Vero mendengus.
Selamatin katanya? Cuiihh, cibir Vero dalam hati. Tapi dia tau, kalo perempuan jatuh ke tangan geng Aro malah kasian, bisa di gilir sama manusia manusia bejat itu.
Eh, sesama bejat dilarang menghina, ralat Vero tanpa sadar nyengir.
"Gue penasaran. Pas gue kasih kartu nama gue, dia nolak. Padahal.biar lebih mudah kita make love lagi," kekeh Reksa yang secara reflek berkelit dari jitakan gemas Vero
"Lo tau Ver, cewe itu kuat banget. Baru kali ini gue nemu yang seimbang," kekehnya lagi.
"****! ****! Lo memang udah gila," sembur Vero sambil menggelengkan kepala.
"Kalo lihat tampangnya lo ngga bakal ngira dia ganas. Auranya lembut, keibuan. Tapi ternyata dia singa," cicit Reksa lagi penuh semangat membuat Vero melemparkannya dengan bantal berkali kali. Reksa sambil tergelak menangkap bantal itu dan melemparkan balik ke Vero. Akhirnya hampir setengah jam mereka perang bantal.
"Sumpah, Ver, gue harus ketemu cewe itu lagi," kata Reksa dengan nafas ngos ngosan. Kelelahan.
"Gue jadi penasaran. Cewe mana yang bisa membuat lo jadi sakaw," balas Vero yang berbaring di samping Reksa.
"Lo ngga bakal nyangka. Gue sudah suruh Axis nyariin. Kalo udah ketemu akan gue kenalin," janji Reksa dengan senyum lebarnya.
"Boleh gue coba juga nggak?" pancing Vero meledek.
"Yang ini ngga boleh, bro. Kalo gue udah bosan baru gue kasih.."
Vero tertawa mengejek.
"Gue juga ngga bakalan mau bekasan lo," tolak Vero sarkastis membuat Reksa ngakak.
"Malam ini jadi lo nemuin pilihan tante sama om?"
__ADS_1
*Gila, mau jumpa calon makmum, sempat sempatnya O*NS, batin Vero mengumpat.
"Iya," jawab Reksa ringan membuat Vero mendelik.
"Lo kali ini mau nerima pilihan ortu lo?"
Vero benar benar ingin tau, apa sepupunya akan menurut. Dia pun bernasib sama, selalu dijodohkan. Tapi masih mending Reksa mau menuruti keinginan maminya menemui pilihan mereka. Vero mana mau menurut. Vero jadi nyengir sendiri.
"Temuin aja. Nerima urusan belakangan. Kalo gue tolak bertemu, mami bisa ribut sepanjang hari," kekeh Reksa diikuti Vero.
"Lo benar. Makanya gue sering blokir nomer mami kalo lagi nyuruh gue kenalan dengan pilihannya,."
"Lo memang anak kurang ajar," gelak Reksa berbarengan dengan Vero.
Ya, dia memang anak kurang ajar, batinnya ngakak.
Setengah jam kemudian.
"Ver, gue ngga bisa ngelupain cewe ONS gue tadi malam. Gue bakal nyari dia sebelun dia ONS dengan laki laki lain," kata Reksa mulai serius.
Vero tertawa berderai derai.
"Secantik apa cewenya sampai lo stuck gitu," respon Vero masih santai.
"Kalo.cantik relatif. Tapi service nya ajib banget."
"Dasar mesum.".
Reksa malah terkekeh. Ya, malam.itu, cewe ONSnya beneran tangguh. Reksa merasa tertantang untuk melakukan berulang kali demi menaklukkan keliarannya.
"Kita nggq kenalan. Langsung saja ngga basa basi " kekeh Reksa lagi.
"Sialan lo," balas Vero ikut tertawa. Dalam hati Vero sangat penasaran siapa adanya cewe ONS sepupunya. Segila apa on the bed.
"Gengnya Vandra udah banyak yang nikah, ya" ucap Reksa mulai menggibah, mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya. Eri, Irfan, Aldi."
"Si Ando gimana kabarnya? Masih brengsek kayak kita?" kekeh Reksa membuat Vero juga tertawa lagi.
"Dia lagi pusing, Ttmnya udah punya anak tanpa setau dia."
"Apa?" kaget Reksa.
"Kadang gue berpikir, apa salah satu cewe yang gue tidurin ada yang hamil ngga ya," ucap Vero dengan nada mengambang. Pikirannya mulai mengelana jauh.
Reksa terdiam. Dia kepikiran juga. Siapa tau sarung yang mereka pake ada yang bocor? Mendadak Reksa jadi mumet.
Sunyi.
Senyap.
__ADS_1
Hening
"Ttmnya nuntut dinikahi?"
"Nggak. Malah ngilang. Si Ando sekarang lagi sibuk nyariin," cerita Vero.
Kening Reksa mengernyit. Bingung. Ada perempuan yang ngga mau dinikahi Ando? Ngga mungkin ttmnya itu ngga tau Ando anak konglomerat. Apalagi mereka ttm.
"Yang bikin Ando pusing, ada satu cewe yang terobsesi sama Vandra. Lo tau sendiri, Ando sayang banget sama sepupunya Mia," sambung Vero lagi.
"Lantas?" tanya Reksa ngga acuh..Dulu Andi gabung dengan Vandra ingin menhajarnya.
"Ando pengen deketin cewe itu, tapi jadi bimbang karena kabar ttmnya udah punya anak," lanjut Vero menambahkan.
"Cewenya cantik banget nggak? Kalah cantik mungkin sama Mia," balas Reksa enteng, ngga khawatir.
"Lagian ngga mungkin Vandra berpaling. Dia cinta mati sama Mia," sambung Reksa sambil memejamkan mata. Mengingat dulu sempat bersitegang dengan Vandra karena Mia.
"Kalo cantik relatif. Tapi dia memang cantik banget. Teman sekolah Ando," jelas Vero.
"Masalahnya Clara terus mengejar Vandra dari jaman SMA sampai sekarang. Bahkan dia mau jadi istri kedua Vandra. Gila kan. Padahal yang naksir Clara juga banyak..Tapi dia lebih rela jadi istri kedua Vandra," sambung Vero membuat mata Reksa terbuka. Bahkan Reksa sampai bangkit dari tidurnya dan duduk.nyander di tembok kamar.
"Vandranya mau?"
"Enggak. Di tolak Vandra terus. Cuna yang ditakutkan Ando, Clara nekat."
"Nama cewenya Clara?" tanya Reksa mulai tertarik.
"Ya, mungkin lo ngga tau karena sekolah di sini cuma sebentar. Clara terkenal karena cantik dan lembut. Gue aja suka lihat wajahnya. Cuma Vandra yang aneh, sama sekali ngga dilirik sama dia," kekeh Vero.
"Sama seperti Lika ya. Apa nanti akan seperti Lika?" gumam Reksa agak khawatir.
Vero menggelengkan kepalanya.
"Dia ngga mungkin begitu. Yang Ando takutkan Clara mencoba bunuh diri. Itu bisa membuat Vandra berubah simpati. Clara sih, welcome sama Ando, tapi kabar ttmnya membuat Ando pusing."
"Maksud lo, Andra mau berkorban. Ciiih, ngga nyangka," cibir Reksa sambil tersenyum tipis.
Sesayang itu ama sepupunya.
"Yes," tandas Vero.
"Apa cewenya beneran sangat cantik?" cela Reksa penuh minat.
"Sumpah. Lo kalo lihat juga bakalan suka," kekeh Vero.
"Gue jadi penasaran. Kenalin ke gue. Gue akan buat cewe itu klepek klepek sampai lupa sama Vandra," hina Reksa meremehkan
"Panas Lo," ejek Vero ngakak, dia ngerti kalo Reksa alergi banget dengan Vandra. Apalagi Mia lebih memilih Vandra. Walaupuàn dulu Reksa bersikeras dengan Mia karena gengsi, tetap saja perasaan ngga terima dikalahkan lebih mendominasi.
"Ngawur," sangkal Reksa mencibir.
__ADS_1
Tapi hatinya benar benar penasaran, secantik apa perempuan yang suka sama Vandra, sampai rela menawarkan diri jadi istri keduanya Vandra. Bahkan Ando sampai rele berkorban agar perempuan itu berhenti mendekati Vandra.
Laki laki di dunia ini masih banyak wooiii, batinnya berteriak kesal.