Me And You

Me And You
Dendam


__ADS_3

"Bisa kita bicara?"


Arabela yang sedang duduk melamun di taman kota menatap gadis yang menyapanya dengan malas.


Dia paling ngga suka melihat ada gadis sok cantik dan sok seksi yang akan menyaingin kecantikan dan keseksiannya.


Gadis di depannya memakai dress tanpa lengan di atas lutut.


Walau mendapat sambutan yang dingin, gadis itu dengan cuek mendudukkan dirinya di.samping Arabela.


"Kamu beneran suka sama Vandra?"


Arabela terkejut, dia menatap Gadis yang kini duduk di sanpingnya dengan pandangan penuh tanya.


Gadis itu tersenyum.


"Aku kenal sama seluruh anggota keluarganya."


Arabela menatap wanita itu penuh selidik.


"Kalo kamu ingin merebut Vandra, aku akan membantu," tawar wanita itu dengan ramahnya.


"Kamu siapa?" Arabela ngga bodoh, wanita cantik di depannya seperti punya suatu rencana dimana dia akan dilibatkan juga.


"Kenalkan, Anastasia."


Tanpa ragu Arabela menyambut uluran tangan Anastasia.


"Arabela."


Anastasia tersenyum puas.


"Kita tim," katanya dengan raut senang.


*****


Sembilan tahun yang lalu.


Andre akan menikah?


Anastasia menatap marah foto mesra Rasya dan Andre yang bertebaran di berbagai sosial media.

__ADS_1


Hampir saja dia membanting hpnya kalo dia tidak mengingat hp itu sekarang adalah sumber penghasilannya.


Karir model Anastasia benar benar sudah hancur.


Sehari setelah pernikahan Emir dan Elka, Anastasia langsung menerima nasib sial. Perusahaan Emir langsung memecat dirinya dengan tidak hormat dan tanpa kompensasi. Emir pun mem blacklist karir modelnya di semua anak perusahaannya.


Anastasia ngga bisa berbuat apa apa, karena papa Andre juga ikut mengancamnya akan melaporkannya ke polisi dengan bukti cctv percobaan pembunuhan terhadap Andre di Paris.


Bahkan tiga keluarga konglomerat itu bersatu membuat Anastasia ngga diterima lagi berkarir sebagai model di manapun.


Bahkan Andre benar benar ngga mempedulikannya. Bahkan Andre tau, pengobatan ibunya membutuhkan biaya yang sangat besar. Tapi Andre benar benar sudah ngga peduli lagi.


Andre memblokir nomernya. Anastasia pun ngga bisa mendekatinya. Bahkan Andre benar benar sudah melupakannya. Juga ibunya.


Anastasia yang selalu berfoya foya hanya menyisakan sedikit tabungan yang tentu saja cepat habis dalam waktu singkat.


Yang Anastasia tambah sedih dan marah, tidak ada teman sesama model yang mau membantunya tanpa syarat.


Akhirnya Anastasia pun terjebak menjadi wanita panggilan. Semua itu dilakukannya demi pengobatan ibunya dan memenuhi gaya hidupnya yang hedon.


Sampai akhirnya berita pernikahan Andre dan Rasya yang sampai di telinganya benar benar membuatnya marah dan hancur.


Dia butuh pria itu untuk menghiburnya. Anastasia hanya butuh Andre dalam hidupnya. dia ngga punya siapa siapa.


Makanya dia sangat membenci Rasya. Dari awal kenal dia sudah benci. Walaupun Rasya yang mengajaknya menjadi model. Mengenalkannya pada seorang fotografer hingga dia bisa menjadi model yang cukup dikenal, Anastasia ngga merasa perlu berterima kasih. Tetap aja rasa benci melekat di hatinya.


Mengapa ada gadis sangat cantik, baik, kaya, dan disayang di mana mana seangkatan dengannya.


Apalagi Rasya merebut Andre darinya. Padahal Rasya sudah punya segalanya. Kekayaan, keluarga yang lengkap. Sedangkan Anastasia hanya punya Andre dan ibunya saja.


Air mata Anastasia mengalir lagi. dia menatap wajah pucat ibunya. Ada sedikit perasaan berdosa karena sering meninggalkan ibunya. Untuk hang out biar sejajar dengan model lainnya dulu, atau kini melayani panggilan demi rupiah.


Setelah ibunya tiada, dia tidak akan ngoyo lagi menjual tubuhnya. Mungkin dia bisa melakukan untuk senang senang. Dia akan bisa memilih pria pria muda yang tampan dan kaya raya. Ngga seperti sekarang, dia terpaksa melayani tanpa bisa memilih. Demi membayar pengobatan ibunya.


Dulu Andre selalu membantunya dalam hal keuangan. Sekarang kran dari Andre benar benar tertutup.


"Bu, beristirahatlah dengan tenang. Do'akan hidup aku lebih baik ya bu. Sekarang aku tinggal sendiri bu," isak Anastasia.


Seorang laki laki paruh baya yang sudah lama berdiri di balik pintu mengusap wajahnya. Dia menyandar sambil memegang dadanya.


Kemudian laki laki itu berjalan pelan mendekati Anastasi.

__ADS_1


"Anastasia," panggil laki laki paruh baya memgagetkan Anastasia.


Anastasia menatap ngga suka.


"Hari ini saya libur."


Hati laki laki paruh baya itu tertohok mendengarnya. Beliau sudah menyelidiki kehidupan Anastasia selama beberapa bulan ini.


"Saya .... saya papa kamu," kata laki laki paruh baya itu tergagap.


Anastasia hampir jatuh dari duduknya karena rasa terkejut yang amat sangat.


Dia menatap laki laki paruh baya itu dengan seksama. Tidak buruk, tampan juga. Tapi gila. sinisnya dalam hati.


"Anda jangan mengganggu saya dengan kegilaan ini. Papa saya sudah lama mati. Tolong pergi. saya lagi berduka," usir Anastasia kasar.


Laki laki paruh baya itu menatapnya penuh rasa bersalah. Apalagi melihat wanita yang di sia siakannya sudah tiada. Juga kehidupan sulit anak gadisnya.


"Maaf," katanya dengan suara bergetar.


Anastasia terpana.


Apa mungkin?


Anastasia menatap penampilan laki laki yang mengaku sebagai papanya dengan tatapan penuh selidik. Terlihat seperti orang kaya karena jas mewahnya.


Tapi kata ibunya, papanya sudah meninggal karena kecelakaan waktu dia masih kecil.


Kenapa orang ini mengaku ngaku sebagai papanya.


"Papa yang akan mengurus kamu sekarang," kata pria paruh baya itu sambil menatap wanita yang pernah dia tinggalkan. Seakan berjanji kalo putrinya akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


Awalnya Anastasia merasa aneh. Mengapa dia diam aja dan menurut apa yang dikatakan pria yang mengaku sebagai papanya itu.


Anastasia sama sekali ngga tergugah melihat rumah sangat mewah papanya. Seharusnya sudah dulu dia rasakan kemewahan ini. Semua sudah terlambat.


"Kamu bisa melakukan apa saja. Mungkin kamu ingin membalas dendam terhadap orang orang yang sudah membuatmu hancur."


Anastasia terdongak. Dia menatap wajah pria yang terlihat sungguh sungguh dengan kata katanya.


"Papa akan memfasilitasi kamu," janjinya sambil menepuk bahu putrinya.

__ADS_1


__ADS_2