Me And You

Me And You
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Valen baru saja bergabung bersana Ilham, Ferdi, Celon, dan Emir. Entah mengapa dia merasa gelisah. Mereka berada di ruangan Ilhan untuk memantau rencana mereka untuk hari ini dan besok.


Mungkin akan terjadi kehebohan besar lagi, seperti peristiwa bom.dulu.


"Lo kenapa?" tanya Ilham heran melihat Valen yang ngga henti hentinya menghela nafas panjang.


"Gue rasa, ada yang kurang. Tapi ngga tau apa," tukas Valen sedikit gusar. Perasaannya benar benar benar membuatnya ngga tenang. Tapi Valen ngga bisa menyimpulkan faktor x apa yang membuatnya sangat ngga nyaman.


Ilham menatap Valen tajam. Dia sendiri pun merasakan hal yang sama. Ada perasaan aneh dalam dirinya.


Ferdi yang sedang menelpon sempat melirik Valen dan Ilham bergantian. Celon dan Emir masih fokus membaca pesan di hp mereka.


"Anak anak udah di rumah Lo, kan?" tanya Ilham memastikan walau ngga perlu ditanyakan lagi.


"Udah," jawab Valen datar.


Hp Valen bergetar, dia segera mengangkatnya ketika tau anak pertamanya yang sedang menelpon.


"Dady, aku akan latihan di studio tv xxx," ucap Abhi begitu telponnya tersambung.


"Kamu udah ijin sama Doni?" tanya Valen santai. Bentar lagi anaknya akan manggung bersama lima belas kontestan terpilih. Dia sudah memaksa teman teman dekatnya untuk memberikan banyak vote buat penampilan Abhi di tiap minggunya.


"Udah Dady," kekeh Abhi mengingat kata kata Om Doni yang heran karena Abhi sengaja menemuinya ke ruangannya untuk meminta ijin.


Kenapa ngga langsung bolos aja?


Sindiran itu membuatnya tertawa, begitu juga Doni.


"Pasti terharu dia karena kamu minta ijin," gelak Valen membuat teman temannya spontan meliriknya. Wajah masamnya berganti ceria. Tawa Abhi pun masih terdengar.


"Lagi nelpon Abhi sepertinya," bisik Celon pada Emir. Emir ngga menjawab, hanya tersenyum. Valen sangat menyayangi Abhi, remaja tampan itu sempat lama menjadi anak tunggal sebelum kedua adik kembarnya lahir.


"Om Alex ngga bisa menjaga kamu. Tapi udah minta orangnya Om Alex sama dua temannya mengawal kamu sampai ke studio," kata Valen berupa titah yang ngga mau dibantah.


Keadaan sekarang adalah level awas, bukan leve siaga lagi. Siapapun bisa menjadi amukan dendam Bobby.


"Oke, dad," kata Abhi pasrah.


Baginya yang penting dia harus sampai di studio tv. Dia udah ngga sabar untuk berjuang dengan usahanya sendiri. Walaupun nanti dadynya pasti akan turun tangan juga, membantu lewat vote. Yang penting, dia sudah menunjukkan usaha gigihnya untuk sampai ke babak ini.


"Hati hati ya. Dady do'akan kamu sukses," kata Valen tulus.


Abhi sangat keras kepala seperti dirinya. Padahal kalo hanya mau menjadi penyanyi, Valen bisa membelikannya studio rekaman komplit dan super modern. Tapi karena buah jatuh nggak jauh dari pohonnya, Abhi menolak. Dan sama seperti dirinya meraih cita citanya dengan usahanya sendiri.


"Makasih, Dad. I Love You," balas Abhi dengan penuh perasaan. Dadynya selalu mendukung apa pun keinginannya. Memang ngga semua, tapi baginya itu lebih dari cukup. Abhi pun berjanji dalam hatinya akan menuruti pernintaan dadynya untuk dijodohkan dengan Oliv, si gadis yang suka berpenampilan kurang bahan itu.


"I love you more," kata Valen yang entah mengapa perasaannya menjadi haru biru mendengar pernyataan cinta dari putra kesayangannya. Kloningnya dan papinya.

__ADS_1


Keempatnya reflek menatap Valen yang ngga segan mengucapkan kata kata alay itu di depan mereka. Seperti bukan dirinya saja.


Valen ngga mempedulikan tatapan keempat temannya. Dia pun menutup telponnya sambil terus menatap wajah anaknya. Tiba tiba dia pengen nyusul Abhi dan melihat anaknya latihan. Tapi Valen menahan keinginan pribadinya.


Tanpa setau Valen, keempat temannya memang menahan Valen bersama mereka. Tadi saja mereka sempat ketar ketir ketika Valen memaksa pergi menjemput anak anaknya. Karena mereka takut kalo Bobby tau yang melemparkan bom ke arah Anastasia walaupun ngga disengaja, adalah Valen. Pasti Valen adalah sasaran utama mereka.


"Perlu ngga kita menambah pengawalan untuk Abhi," ucap Emir memecah kesunyian. Dia teringat kalo Abhi menggunakan motor balap kesayangannya.


"Aku akan hubungi Gio," kata Celon langsung menelpon Gio.


Valen ngga melarang dan bersuara. Keadaan ini cukup menegangkan syaraf syaraf mereka.


*


*


*


Abhi memutuskan menghentikan motornya di sekolah saingan mereka. Tempat Oliv. Dulu kata tante Mia, ini adalah sekolahnya Om Ando. Milik keluarga mereka.


Sekuriti pun menghampirinya dan menatap heran pada seragamnya yang beda dengan siswa di sekolahnya. Tapi dari pemampilannya sepertinya bukan orang biasa. Remaja itu seperti dikawal tiga buah motor oleh tiga orang laki laki berbadan tegap dan berjas hitam.


"Ada keperluan apa, nak?" tanya Sekuriti paruh baya itu ramah.


"Kenalkan saya Abhi. Bisa saya bertemu dengan Oliv dari kelas XI IPA, sebentar saja," kata Abhi sopan, tanpa mau mengenalkan identitas lengkapnya, sebagai cicit dari pemilik sekolah ini.


Tanpa banyak tanya, sekuriti itu langsung memenuhi permintaannya.


Sekitar lima belas menit menunggu, sekuriti itu membukakan pintu gerbang dan menyilakan Abhi menemui Oliv di ruang jaganya.


"Ada apa?" tanya Oliv datar. Ada angin apa cowo yang suka ditempeli cewe cewe ini menemuinya. Batinnya bertanya tanya heran.


Abhi melirik sekuriti yang masih berdiri di samping Oliv.


"Maaf, pak. Kita bicara berdua sebentar, yah," usir Oliv sopan.


"Oh, iya nona," kata sekuriti itu patuh. Beliau pun melangkah agak menjauh.


"Katakan ada apa?" tanya Oliv masih datar.


Abhi tersenyum geli melihat sikap ngga ramah Oliv. Hanya Oliv yang bersikap.sombong dengannya. Padahal teman teman Oliv yang ngga dia kenal sangat ramah jika melihatnya.


"Aku suka melihatmu dalam seragam. Terlihat lebih sopan," kata Abhi setengah memuji, setengah menyindir.


Oliv mengerucutkan bibirnya kesal. Selalu saja mengomentari penampilannya. Hanya cowo aneh ini yang hobi mengoreksi setiap pakaian yang dia kenakan. Padahal dia nyaman nyaman saja.


"Cuma mau ngomong itu? Aku harus segera balik ke kelas," balas Oliv judes.

__ADS_1


Abhi melebarkan senyumnya melihat reaksi keras Oliv.


"Kamu tau kalo orang tua kita pengen kita dekat?" tanya Abhi mulai serius.


Wajah Oliv merona, mengingat permintaan papinya.


"Dady memang ngga memaksa. Kalo aku ngga merasa cocok dengan kamu, aku boleh menolaknya," kata Abhi ringan.


WHAT'S!


Pedenya dia, omel Oliv dalam hati dengan derajat tersinggung yang sangat tinggi.


"Dengar ya, aku sudah menolak permintaan papi," dengus Oliv ketus. Walaupun bohong, tapi ini yang akan dikatakannya pada papinya nanti kalo udah ketemu.


Dia menolak permintaan papinya.


Abhi tertawa pelan melihat wajah yang memerah menahan marah di depannya.


Lucu juga, batin Abhi geli.


"Ngga perlu. Yang perlu kamu tau, aku akan menurutinya. Menjadikan kamu istriku," kata Abhi mantap.


GLEK


Apa katanya?


Rahang Oliv seakan lepas, jatuh ke lantai. Tubuhnya membeku mendengar kata kata Abhi.


"Ya udah. Aku mau latihan di studio dulu. Do'ain aku sukses jadi penyanyi biar bisa cepat kasih nafkah ke kamu," kata Abhi sambil mengedipkan sebelah matanya dengan nakal sebelum berlalu meninggalkan Oliv yang masih bergeming.


Apa sih maksudnya ni cowo. masih sma udah mau jadiin dia istri. Sampai mau ngasih nafkah segala, kaget Oliv membatin dengan jantung yang berdebar kencang ngga terkendali.


"TUNGGU!" seru Oliv sambil.mengejar Abhi yang sudah menaiki motornya.


"Ada apa calon istri?" tanya Abhi sambil memakai helmnya.


BLUSSHHH.


Wajah Oliv terasa panas dan Oliv yakin saat ini pipinya pasti sudah merah seperti udang rebus.


"Mak... Maksud kamu apa?" sergah Oliv sambil memaki kegagapan bicaranya.


"Kan tadi udah jelas. Aku buru buru, kamu pikir aja sendiri," kata Abhi lalu memutar motornya dan berlalu meninggalkan Oliv begitu saja. Demikian juga tiga orang pengawal Abhi yang mengikutinya di belakang.


Oliv menghentakkan kaki dengan kesal.


Apa sih, maunya. Sekaramg maen pergi pergi aja, rutuknya kesal dalan hati sambil melihat punggung Abhi sampai menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Tanpa disadarinya bibirnya tersenyum lebar. Getaran getaran hangat di dadanya semakin jelas terasa.


__ADS_2