Me And You

Me And You
Abhi Mantu Idaman


__ADS_3

Lega hati Oliv karena mendengar suara pintu yang terbuka. Dia segera menghampiri papinya untuk menyembunyikan perasaan malunya. Papinya menatapnya dengan jahil.


"Om pulang dulu. Besok Om Aldi mau nikah," pamit Ilham sambil menepuk pelan bahu Abhi.


"Kita harus siap siap. Syukurlah, besok bisa tenang dan damai saat Aldi nikah," sambung Luvi dengan senyum lega.


Ngga bisa dibayangkan jika masalah mereka belum selesai dengan Bobby dan Arabella yang nyamar jadi Anastasia. Padagal besok hari bersejarah adik iparnya.


"Iya. Hari ini sangat menegangkan," ucap Sarah yang menyandarkan kepalanya di bahu Valen.


Hampir saja dia kehilangan putra sulungnya. Sudah dua kali Abhi selalu dicelakai dengan alasan kesalahan suaminya.


Valen merengkuh bahu Sarah pelan. Dia teringat betapa paniknya Sarah begitu tau Abhi masuk rumah sakit.


Valen tau Sarah beum bisa menghilangkan traumanya akibat penculikan Abhi dan sempat komanya Vandra. Hatinya pun cukup kesal karena musuh musuhnya selalu mengincar Abhi.


"Oke, om dan tante juga pamit. Takut Lila rewel," lanjut Emir dan diangguki Elka.


"Iya, kasihan Oma dan Opa," sambung Elka. Juga ada Malik, batinnya.


"Cepat sembuh, ya. Tante tau kamu kuat," lanjut Elka sambil mengelus puncak kepala ponakan jahilnya.


"Jangan php in cewe cewe lain. Kamu udah punya calon istri," tukas Elka memperingati dengan senyum lebar.


Abhi hanya nyengir sambil melirik Oliv yang menyembunyikan dirinya di belakang papinya.


Valen tergelak.


"Oliv tenang aja. Kalo Abhi nakal, bilang sama dady," katanya di sela sela tawanya.


"Dady? Boleh juga. Abhi kamu manggil papi ya ke om," sambut Ferdi terkekeh senang.


Yang lainnya tersenyum lebar melihat tingkah konyol dua orang yang sudah berumur itu.


"Oliv tinggal di sini? Jagain calon suami," goda Ferdi membuat mereka tergelak


"Pappiiii......," desis Oliv sambil mencubit dalam lengan Ferdi membuatnya meringis dalam tawanya.


"Addduuh, sakit Oliv. Kamu seperti mami aja," ringis Ferdi.


Oliv tambah kesal melihat kelakuan papinya.


Mami, I need you, jeritnya dalam hati.


"Kamu bakal di cubit Oliv loh kalo macam macam," kata Valen sambil mengerling pada Abhi yang sedang menatap 'keakraban' Oliv dan papinya.

__ADS_1


"Sudah, jangan di godain lagi," putus Sarah ngga tega melihat wajah Olv yang sudah sangat merah karena malu. Abhi hanya nyengir.


Dasar Ferdi, batin Sarah ngga abis pikir melihat kelakuan absurdnya.


"Kita duluan," kata Emir dan Ilham bersamaan sambil melangkah pergi.


"Oke, hati hati," balas Valen.


Oliv rasanya ingin menyusul pergi, tapi papinya masih bertahan.


"Om, tante, Oliv pulang dulu ya," pamitnya tanpa mempedulikan papinya. Biar aja naik taksi online, pikir Oliv sebel.


"Dady sama Mom, Oliv," ganggu Ferdi pada putrinya yang sudah mulai mau marah.


"Iya, ingat, panggil dady dan mami, ya," sambung Valen dengan senyum jahilnya pada Abhi.


"Sudah, jangan diganggu lagi," putus Sarah sambil meraih tangan Oliv, membawanya keluar. Rasanya Oliv lega bisa lepas dari tempat yang membuatnya sesak dan tensi darahnya meningkat secara mendadak.


"Oke, gue pulang dulu, Bro," pamit Ferdi sambil menepuk pundak Valen yang tersenyum dan mengangguk.


"Cepat sembuh, Bhi. Jaga putri manja om, ya," ucap Ferdi sambil menatap lekat Abhi, calon mantu kesayangannya.


"Iya, pi," sambut Abhi lugas.


"Aku rasanya punya anak cowo nih," kekeh Ferdi.


"Iya, Oliv akan jadi putri kesayangan mami," tambah Sarah tulus membuat hati Oliv menghangat. Dia pun mengembangkan senyum manisnya.


Melihat manisnya senyum di wajah yang selalu kaku itu terhadapnya, membuat ada getaran aneh di dada Abhi.


Abhi tersenyum senang melihat kebahagiaan dady, mami dan papinya. Juga senyum Oliv yang sangat jarang terlihat.


Dia akan berusaha serius kali ini. Seperti peringatan tantenya, dia ngga akan php in cewe cewe lagi.


Abhi membayangkan wajah Oliv yang selalu kesal kalo melihatnya. Dia merasa punya mainan yang ngga membosankan.


"Oliv cantik, sih. Di juga pintar. Mami suka sama dia," puji Sarah membuat Abhi menoleh padanya.


"Mami suka juga sama Oliv?"


"Iya. Apalagi mami mengenalnya sejak bayi. Dulu kalian sering tidur bareng waktu bayi," kekeh Sarah. Valen pun ikut tergelak bersama Abhi.


Gimana kalo si kaku itu tau kalo mereka sering tidur bareng, waktu masih bayi, cela Abhi geli dalam hati.


"Oliv juga pintar masak, mami tenang melepas kamu dengannya. Kamu ngga bakal kelaparan," kekeh Sarah dengan wajah senang.

__ADS_1


"Mamimu duku waktu seusia Oliv ngga bisa masak," cela Valen sambil mencium lembut dahi Sarah.


"Iya, untung dady bisa. Walaupun cuma masak mie instan dan goreng telor," Sarah balas mencela sambil terus tertawa.


Sama aja dengan dirinya. Satu lagi, dia bisa masak air untuk buat kopi atau teh, batin Abhi.


Abhi hanya lebih tua sebulan dari Oliv. Jarak umur mereka sangat dekat.


*


*


*


"Papi serius? Papi tau kan, Abhi itu banyak fans cewenya," marah Oliv ketika mereka sudah di dalam mobil.


"Cowo itu semakin keren kalo banyak cewe yang naksir," jawab papinya bangga membuat Oliv membulatkan matanya, ngga percaya mendengarnya.


"Tapiii....," kata Ferdi sengaja menggantung karena geli melihat wajah manyun putrinya.


"Dia akan setia kalo udah merasa ketemu belahan jiwanya. Seperti papi dan dady Valen," sambungnya kemudian tertawa bangga.


Oliv menutup wajahnya dengan kesal. Dia mengerti sekarang bagaimaan perasaan maminya yang suka kesal menghadapi ketengilan papinya.


"Tapi aku belum siap nikah muda, pi, aku masih ingin kuliah, kerja," Oliv tetap bersikeras menolak.


"Abhi ngga akan melarang kamu. Papi jamin itu."


"Tapi aku belum mau punya anak, eh."


Keceplosan lagi, spontan Oliv menutup mulutnya.


Papinya kembali terkekeh sambil mengusap puncak kepala Oliv dengan sebelah tangannya.


"Tenanglah, papi dan mami ngga akan minta cucu cepat cepat dari kalian," candanya setelah tawanya reda membuat wajah Oliv tambah cemberut.


Oliv kembali mengingat wajah jahil Abhi yang mengejeknya soal anak.


AARRGGHH.


Oliv membenci dirinya yang menjadi anak tunggal. Harapan orang tuanya hanya bergantung padanya saja. Jika saja dia masih punya seorang saudara perempuan, Oliv akan memberikan apa pun padanya asalkan mau menikah dengan Abhi untuk menyenangkan hati orang tuanya.


"Oke, kamu jalanin dulu. Kalo kamu ngga bisa bilang sama papi. Papi ngga akan memaksa," kata Ferdi mengalah karena melihat Oliv hanya diam membisu.


Tapi papi ngga akan membiarkan Abhi menyerah untuk memaksa kamu, batinnya ketika melihat secercah senyum di bibir putrinya.

__ADS_1


Abhi adalah mantu idamannya. Seribu persen sudah ngga bisa dibantah lagi. Seulas senyum miring terukir di bibirnya Sejumlah rencana sudah tersusun di dalam otaknya. Dia tinggal menghubungi Valen untuk merealisasikan rencana rencana gilanya. Dia yakin Valen ngga akan menolaknya.


__ADS_2