MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
10. SIAPA SEBENARNYA SI NENEK ITU.


__ADS_3

Jhony menurunkan tubuh Melly, kemudian ia mendekati para preman-preman itu.


"Apa kalian mau melanjutkan!." ucap Jhony dengan memasukkan kedua tangannya dalam saku celananya.


Preman-preman itu tidak menjawab sama sekali, mereka masih terus meringis kesakitan diatas lantai akibat tendangan yang baru saja di layangkan Melly pada mereka semua.


Ada yang memegangi wajahnya dan ada pula yang memegangi perutnya.


Tidak lama kemudian beberapa polisi sudah masuk kedalam ruangan itu. Pihak Restoran sudah menghubungi pihak yang berwajib untuk mengamankan preman-preman yang telah mengacaukan dan mengganggu ke tenangan para pelanggang Restoran mereka.


Setelah para preman itu sudah pergi di bawah oleh para Polisi, Suasana Restoran kembali kondusif seperti sediakala.


Melly dan Jhony kembali duduk di tempat mereka semula.


"Apa ada bulu-bulu kamu yang rontok?." ucap Jhony dengan tatapan mengejek.


"Apaan si kura-kura, kenapa kamu senang sekali mengejekku." balas Melly sambil memegangi bibirnya yang masih terasa ngilu.


"Gitu aja ngambek, Ini ambillah!." Jhony menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna putih keara Melly.


Melly dengan cepat mengambil sapu tangan Milik Jhony dan mendekatkan kearah bibirnya.


"Ayo kita pulang, nanti di mobil baru lukamu kita obatin. Di Mobil, Aku ada persiapan obat merah dan juga pil anti nyeri." Ajak Jhony sambil berdiri dari tempat duduknya.


Melly tidak menjawab ia hanya mengangguk tanda setuju.


Tapi belum juga mereka berdua melangkakah, sessorang telah menghadang mereka di depan.


"Maaf kalau nenek menghalangi langkah kalian berdua. Nenek mau berterima kasih pada kalian karna telah menolong nenek tadi. Dan apabila kalian berdua mepunyai waktu luang, tolong temani nenek menikmati secangkir atau dua cangkir kopi sebagai tanda terima kasih nenek atas peristiwa tadi." ucap si nenek dengan sedikit memohon kepada Melly dan Jhony.


Jhony dan Melly saling menatap satu dengan yang lain lalu keduanya mengangguk pelan.

__ADS_1


"Baiklah nek, Kami berdua akan menemani nenek untuk beberapa saat sebelum kami berdua pulang." balas Jhony sembari tersenyum pada si nenek.


"Terima kasih banyak. Ayo...! kalian berdua ikut dengan nenek." ucap si nenek melangkah menuju sebuah ruang berdinding trasparan yang biasa di gunakan para pebisnis untuk melakukan rapat kecil sambil menikmati makanan agar tidak terganggu oleh riuh suara dari pengunjung lain.


"Silahkan duduk" Si nenek mempersilahkan Jhony dan Melly untuk duduk lalu kemudian ia juga ikut duduk.


"Kalian mau minum apa?, biar nenek memesankan untuk kalian berdua."


"Aku kopi saja." ucap Jhony.


"Sama, Melly juga kopi nek".


"Baiklah, tunggu sebentar...! pelayan." ucap Si nenek sambil mengangkat sedikit tinggi tanganya untuk memanggil pelayan Restoran.


"Iya Nyonya!, apa ada yang bisa Saya bantu?." ucap si pelayan.


"Tolong siapkan kami tiga cangkit kopi spesial yang di miliki oleh Restoran ini dan jangan lupa roti maros dengan selai rasa durianya." balas si nenek.


"Baiklah! kami akan segera siapkan sesuai dengan pesanan Anda! jadi kami harap Anda sabar untuk menunggu." ucap Pelayan tersebut lalu berbalik melangkah kearah dapur.


"Silahkan di nikmati..." ucap nenek mempersilahkan Jhony dan Melly.


"Terima kasih nek!." jawab Jhony dan Melly bersamaan sambil mengangkat kopi yang ada di hadapan mereka dan menyeruputnya dengan sangat pelan.


"Nek sebenarnya mereka itu siapa! dan kenapa mereka ingin membawa paksa nenek." tanya Melly pada si nenek sambil meletakkan gelas kopinya kembali diatas piring kecil yang ada di atas meja.


Si nenek tidak langsung menjawab pertanyaan Melly, tapi ia menatap Melly dengan tatapan tajam.


"Kenapa mata wanita cantik ini mirip sekali dengan mata putriku yang hilang." ucap si nenek dalam hati dan terus menatap dua bola mata cantik kepunyaan Melly.


"Nek..nek.., kenapa nenek diam!, apa ucapan Melly melukai hati nenek. Kalau begitu Melly minta maaf ya, Melly benar-benar tidak tahu kalau pertanyaan Melly tadi membuat hati nenek sedih." Melly sedikit memegangi lengan si nenek dengan nada suara menyesal.

__ADS_1


"Tidak Nak, kamu tidak melakukan kesalahan sedikitpun pada nenek. Nenek hanya teringat seseorang di masa lalu nenek." lama nenek itu terdiam, lalu melanjutkan menjawab pertanyaan Melly.


" Nenek juga tidak tahu siapa dan apa tujuan mereka mau menculik nenek. Tapi Nenek curiga pasti salah satu dari saingan bisnis nenek yang ada di kota ini."


"Saingan bisnis!. Di kota ini?." Jhony memotong percakapan Melly dan si Nenek.


"Ya. Sebenarnya nenek bukan berasal dari kota ini. Nenek kemari untuk mencari seseorang yang hilang bak ditelan bumi.


Bisnis nenek di bidang impor dan export barang baku dari luar negeri. Sebagian besar barang baku dari kota nenek dan kota ini perusahan neneklah yang pasok. Jadi tidak menutup kemungkinan bukan!, saingan nenek banyak dan pastinya ingin menjatuhkan nenek dengan cara yang tidak sehat." ucap nenek panjang lebar pada Melly dan Jhony.


Tidak lama kemudian Jhony dan Melly pun pamit.


"Nek, Kami pamit dulu ya kapan-kapan kita bertemu lagi." ucap Melly menyalim tangan si nenek begitu pula yang di lakukan oleh Jhony.


"Iya, kapan- kapan nenek kemari lagi dan kita bisa bersua lagi seperti ini. Etss.. Kamu jagan lupa Add IG nenek dan kita bisa saling berbagi cerita disana." ucap Nenek membelai lembut rambut Melly.


Ada rasa si nenek tidak ingin berpisah dengan Melly tapi sayang, si nenek harus pulang ke kotanya untuk mengurus bisnisnya di sana.


Kini mereka berpisah. Jhony dan Melly menuju kearah rumah mereka sedangkan si nenek pulang kembali ke kotanya.


Jhony kembali melajukan mobilnya kearah rumah Melly sebelum ia kembali ke kediamanya.


Disepanjang perjalanan mereka hanya terdiam membuat suasana dalam mobil begitu hening terasa.


"Hem......


Jhony sedikit berdehem tanpa menatap kearah Melly sakin fokusnya ia mengendara.


Karna tidak mendapat Jawaban, Jhony menoleh kearah Melly dan mendapati gadis cantik itu sedang tertidur pulas disana.


"Lah kok malah tertidur. Terus Aku antar ke mana si meong ini. Rumahnya saja Aku tidak tahu. Iiiii.... dasar merepotkan." ucap Jhony menggaruki kepalanya.

__ADS_1


👉dukung terus author dengan memberi like, coment, vote, rate bintang lima, dan favorite.


bagi yang sudah bagi tips pada author , author ucapkan banyak terima kasih begitu pun semua reader yang sudah berkunjung author juga ucapkan banyak terima kasih.


__ADS_2