MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
79. TITIK KELEMAHAN ALEX


__ADS_3

Alex begitu geram setelah di perlakukan seperti itu oleh Melly.


"Kurang ajar!, berani-beraninya kamu menyentuhku perempuan," bentak Alex pada Melly sambil mengusap area telinganya.


Lain halnya dengan Shanty, perempuan parubaya itu melotot ketika melihat ilmu bela diri yang di miliki Melly. Bagaimana tidak, hanya dengan satu tendangan saja Melly bisa menggoyahkan tubuh kekar Alex sedangkan Jhony, sudah memberinya tendangan dan pukulan secara bertubi-tubi tapi Alex tetap tidak merasakan apa-apa sedikit pun.


"Hebat juga kamu celurut betina! Tapi jangan senang dulu itu belum ada artinya buat Alex!. Alex sekarang hajar mereka berdua dan jangan sekali-kali memberi ampun pada mereka berdua. Paham!," ucap Shanty sambil menatap kearah Alex dan sedikit membentaknya.


Alex hanya mengangguk. Sebelum dia maju Alex terlebih dahulu meludahi kedua telapak tanganya lalu mengusap ke seluruh area kepalanya.


" Meong, kamu harus hati-hati denganya dan sepertinya pria itu memiliki ilmu kekebalan tubuh" bisik Jhony di telinga Melly.


" Iya Aku tahu itu karena dari tadi aku memperhatikanya, dia benar-benar tidak mampan dengan pukulan dan juga tendangan yang kamu berikan padanya," balas Melly membenarkan ucapan Jhony.


Sesaat Melly berpikir lalu sedikit mengernyitkan dahinya" Tapi tunggu dulu, kenapa saat Aku menendang area telinganya tadi, dia sempat goyah dan hampir saja terjatuh?," sambung Melly.


"Benar katamu aku pun berpikiran seperti dirimu. Kalau begitu hanya ada dua kemungkinan. Yang pertama, kelemahanya ada pada daerah telinganya dan yang kedua, kelemahanya akan hilang disaat perempuan yang memukulnya," balas Jhony.


"Kalau begitu!, Kita fokus pada area kepalanya dan mencari titik kelemahanya disana," Melly memperbaiki posisi berdirinya.


Jhony tidak menjawab dia hanya mengangguk lalu ikut memperbaiki posisi berdirinya.


Alex berjalan dan mendekati mereka berdua.


"Sebelum semuanya terlambat Aku beri kalian dua pilihan. Yang pertama menyerah lalu pergi secara baik-baik. Yang kedua tetap tinggal disini dan bertarung denganku. Tapi ingat, Jika Aku mengalahkan kalian berdua maka, aku tidak akan memberi ampun pada kalian berdua. Jadi pilihlah salah satu, pergi dengan selamat atau tinggal mati konyol disini.


" Alex sambil tersenyum mmengejek.


"Kita lihat saja nanti siapa yang akan mati konyol kami atau dirimu," balas Jhony.


"Ternyata nyalimu besar juga! mari kita buktikan, rasakan yang ini," Kembali Alex melakukan menyerang tapi kali ini musuhnya tidak lagi satu melainkan dua.


Melihat Alex mendaratkan pukulan dan juga tendangan Jhony dan Melly segera menghindar.


Kembali pertarungan sengit pun terjadi. Satu melawan dua.


Jhony menyerang sebelah kiri sedangkan Melly sebelah kanan. Walaupun demikian Alex sepertinya tidak mengurangi kecepatan menyerangnya hingga membuat Melly dan Jhony kewalahan menghadapi pria itu.


"Aku arus melumpuhkan si perempuanya terlebih dulu lalu peralih ke pria ini," ucap Alex dalam hati sambil tersenyum.


Kini Alex fokus menyerang Melly dan tak hayal Melly begitu kalang kabut menghindari serangan Alex sementara Jhony terus menggencarkan serangannya sambil mencari titik kelemahan yang di miliki Alex.


Sebuah pukulan keras dan satu tendangan keras pula yang di layangkan Alex mengenai wajah serta tubuh Melly hingga perempuan cantik itu terpental Jauh dan membentur tembek.


Tapi Alex juga harus terjatuh setelah sebuah tendangan putar milik Jhony mengenai leher bagian kananya.


Melihat Melly terluka, Lina segera berlari dan membantunya untuk bangun.


"Mell, Apa kamu baik-baik saja?," ucap Lina dengan wajah panik.


"Aku baik -baik saja Lin!," balas Melly sambil melap bibirnya yang sudah mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


Jhony berlari dan mendekat kearah mereka berdua.


"Meong mulutmu berdarah," ucap Jhony merangkul tubuh Melly lalu melap darah yang melekat di bibirnya.


"Apa meong!," Lina memplototkan matanya.


"Aku tidak apa-apa Jho! ini hanya luka kecil bagiku," balas Melly tersenyum menatap wajah Jhony.


"Kamu istirahat saja disini, biar Aku yang akan melawanya," Jhony mendudukkan tubuh Melly diatas lantai lalu menyandarkanya di dinding.


"Betul Mell, kamu istirahat aja dulu. Biar Aku dan Jhony yang menghadapi raksasa itu," Lina membelai pucuk kepala Melly.


"Lin, kamu harus hati-hati pria itu benar-benar kuat," ucap Melly menatap sahabatnya itu.


"Tenanglah, selama kita di jalan yang benar maka, ALLAH akan terus melindungi kita seperti katamu," Lina sambil tersenyum.


Melly membalas tersenyum sembari mengangguk.


Jhony dan Lina kemudian maju mendekat kearah Alex yang saat itu mencoba berdiri sambil memegangi lehernya.


Pria itu tampak begitu kesakitan setelah mendapat tendangan dari Jhony.


" Bagaimana apa kamu masih ingin melanjutkan pertarungan ini?," tanya Jhony setelah tiba di depan Alex.


"Chiii....., Jangan bangga dulu setelah membuatku terjatuh," balas Alex meludah dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa denganya.


"Oh baiklah kalau begitu, mari kita lanjutkan lagi pertarungan ini," ucap Jhony dengan semangat karna dia mulai tahu titik kelemahan Alex.


"Majulah! Aku dengan senang hati akan meladeni kalian berdua," balas Alex memperbaiki posisi kuda-kudanya.


"Tapi kenapa kita harus menyerang dia hanya di bagian lehernya saja?," tanya Lina sedikit heran.


"Karna dibagian itulah titik kelemahanya berada," balas Jhony.


"Oh ....Jadi seperti itu!,"


Lina mengangguk pelan tanda mengerti.


"Ayo serang," Ajak Jhony pada Lina untuk menyerang Alex.


Kini pertarungan kembali terjadi. Jhony dan Lina terus menyerang Alex di bagian leher.


Tapi dengan gesit Alex menangkis lalu menghindari pukulan dan tendangan dari Jhony dan Lina.


Hampir sudah lima belas menit menit pertarungan itu berlangsung sehingga Alex melihat kelelahan pada kedua lawanya.


Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan lihai dia memberi sebuah tendangan putar hingga mengenai tubuh Jhony dan Lina.


Tubuh Jhony dan Lina terpental jauh.


"Jhony, Lina ," Melly berdiri dari tempat duduknya dan berlari mendekat kearah Jhony dan Lina.

__ADS_1


"Apa kalian berdua tidak apa-apa!," ucap Melly berjongkok dan mencoba mendudukkan tubuh Jhony dan Lina diatas lantai.


Jhony dan Lina hanya mengangguk walau tidak seperti itu keadaan mereka sebenarnya.


"Ha ha ..ha...,Hanya seperti itukah kemampuan kalian bertiga!," Alex tertawa terbahak-bahak.


"Kamu benar-benar moster! sekarang hadapi Aku!," Melly mencoba berdiri tapi Jhony segera menarik tanganya.


"Kita tidak bisa mengalahkanya hanya dengan tenaga saja. Kita harus cari taktik bagaimana cara agar kita bisa menyederai tubuh bagian lehernya, Karna disanalah titik kelemahannya sebenarnya." ucap Jhony mencegah Melly untuk bertarung dengan Alex.


"Terus bagaimana cara kita mengalahkan moster itu!," balas Melly.


"Begini........................" bisik Jhony ketelinga Melly dan Lina.


Melly dan Lina mengangguk pelan.


"Baik, kalau begitu ayo kita serang dia," ucap Jhony sambil berdiri lalu berjalan mendekat kearah Alex.


Melly dan Lina pun ikut berdiri lalu mengikuti Jhony dari arah belakan dengan berjalan sedikit pincang.


"Apa kalian belum mau menyerah juga!," tanya Alex pada ketiganya.


"Kami tidak akan menyerah sebelum melenyapkan manusia jahat sepertimu," balas Jhony.


"Ha ..ha ..ha Lakukanlah kalau kalian bisa," Alex kembali tertawa.


"Tertawalah sebelum tawa itu dilarang bagimu. Rasakan ini," Jhony kembali menyerang Alex dan di ikuti Melly dan Lina dari arah belakang.


Jhony menyerang Alex dibagian kaki sedangkan Melly dan Lina menyerang Alex di bagian leher.


Kini giliran Alex yang terpukul mundur. Tampak pria bule itu begitu kewalahan menghadapi Jhony, Melly dan Lina.


Hingga Alex harus terjatuh diatas lantai karna mendapat sebuah tendangan keras dari Jhony di bagian betisnya.


"Sekarang saatnya," ucap Jhony sedikit berbisik dan hampir-hampir tidak kedengaran di telinga.


Melly dan Lina segera mundur ke belakang tepat di belakang Jhony.


Melihat Alex mencoba bangkit Jhony segera menunduk.


Lina segera berlari dan menginjak punggung Jhony. Lina melayang keudara kemudian satu kali berputar diatas sana dan ...


Pack........satu tendangan kerasnya mengenai leher Alex.


Alex kembali terkapar diatas lantai sementa Lina segera bangung dan menjauhi dari Alex untuk mencari aman.


"Alex ...," teriak Shanty masih di tempatnya karna takut meninggalkan Nenek Fatimah.


Mendengar ucapan Shanty, Alex mencoba bangun kembali walau keadaannya sudah tidak sekuat tadi.


Melihat itu Jhony kembali memberi aba-aba. Kini giliran Melly yang berlari kencang dan menginjak punggung Jhony sama seperti yang di lakukan Lina tadi. Melly salto di udara sebanyak dua kali dan mendaratkan tendangan kerasnya di antara lehar dan pundak milik Alex.

__ADS_1


Tak hayal lagi Leher pria bule itu berbunyi dan di pastikan dibagian sana sudah pasti ada tulang yang patah.


👉 sudah panjang bukan ..na sekarang teman- teman perpanjang Vote, coment, serta likenya ...di tunggu terima kasih.


__ADS_2