
Melly dan Lina langsung menghadang kedua preman suruhan Rudy.
Melly maupun Lina tidak memberi kesempatan sedikit pun kepada kedua preman itu untuk memukul.
Beberapa kali tendangan dan pukulan Melly dan juga Lina diarahkan ke tubuh dan wajah kedua preman itu hinggan kedua preman itu sesekali terdengar meringis kesakitan dan beberapa kali juga mereka harus terjatuh diatas lantai.
"Robert, Niko kenapa kalian lemah sekali. Menghadapi dua perempuan lemah saja kalian begitu kewalahan," bentak Rudy pada kedua anak buahnya.
"Kelihatanya saja mereka lemah bos!, tapi kekuatanya serta ilmu beladiri mereka sungguh mempuni, Kami sungguh kewalahan menghadapi mereka berdua," ujar Robert sambil memegangi pipinya karna baru saja mendapatkan ketupat mentah dari Melly.
"Kamu ini padai sekali berkilah, cepat bereskan mereka atau semua fasilitas yang telah Aku berikan pada kalian berdua Aku ambil kembali," ancam Rudy pada kedua anak buahnya.
"Baik Bos....baik!, Niko ayo serang dia lagi," ajak Robert pada Niko.
Niko mengangguk dan kembali menyerang Lina sedangkan Robert menyerang Melly.
Kembali pertarungan sengit pun terjadi satu lawan satu.
Tapi sama seperti yang tadi, Robert dan Niko kembali terjatuh diatas lantai dengan dengan luka memar pada bagian wajah keduanya.
"Ayo bangun dan lawan kami," bentak Melly pada Robert dan Niko.
Robert dan Niko tidak bisa berkata apa-apa lagi, mereka hanya mencoba berdiri sambil menegangi wajah dan juga kaki mereka yang habis kena tendang dan juga pukulan dari Melly dan Lina.
"Bos kami sudah tidak sanghup untuk melawanya lagi," ucap Robert mendekat kearah Rudy.
"Apa kamu bilang"
Plack.......plack.....
Dua tamparan keras mendarat di pipi kiri dan kanan milik Robert.
"Dasar preman tak guna!, menghadapi perempuan lemah saja kalian berdua tidak sanggup apa lagi menghadapi Jhony si harimau jadi-jadian itu," bentak Rudy emosi dengan urat leher yang hampir terputus.
"Coba Bos sendiri yang melawanya!, pasti Bos akan merasakan seperti apa yang kami rasaka," Robert memegangi kedua pipinya.
__ADS_1
"Kamu berani menyuruhku, Hah!, cepat menyingkir dari hadapanku biar kami yang akan menghajar mereka berdua, Helena kamu hadapi si tukang ojek itu biar Aku yang menghadapi anak tak tahu diri ini," ajak Rudy pada Helena untuk menyerang Melly dan Lina.
Helena mengangguk pelan lalu maju berdampingan dengan Rudy.
"Akhirnya kalian berdua maju juga!, Lina bereskan Nyi lampir itu, biar Aku yang bereskan gerandong tua ini," kembali Melly mengajak Lina untuk bertempur tapi kali ini dengan lawan yang berbeda.
"Baiklah tidak ada masalah bagiku," balas Lina santai.
"Helena serang dia," ajak Rudy.
Helena hanya mengangguk kemudia maju lalu menyerang Lina.
Pertarungan sengit pun kembali terjadi Rudy vs Melly sedangkan Lina vs Helena.
Setelah beberapa Menit pertempuran berlangsung antara Rudy dan Melly. Nafas Rudy tampak mulai ngos-ngosan Pria parubaya itu sedikit mundur kebelakang untuk menarik nafas dan memulihkan kembali tenaganya yang sempat terkuras habis menghadapi Melly.
"Sekarang menyeralah Anak haram atau kepalamu akan aku pecahkan saat ini juga!," ancam Rudy pada Melly.
"Apa katamu Aku ini anak haram!, Aku ada ibu dan kamu itu ayahku kenapa kamu menyebutku dengan sebutan anak haram!, oh ....kini Aku sudah sangat yakin kalau Aku ini memang bukan anak kandungmu!, Majulah Aku tidak akan segan-segan lagi untuk menyakitimu bandot tua setelah mengetahui kalau Aku ini memang bukanlah darah dagingmu," Melly sambil memainkan jari-jemarinya untuk memberi kode pada Rudy supaya segera maju.
"Kurang ajar!, kamu ini sama seperti Ibumu! dasar Jhal4ng. Terima ini," Rudy melayangkan pukulan kearah wajah Melly tapi dengan sigap pula Melly menangkap tangan Rudy lalu kemudian memutarnya dan memberi tendang kearah perutnya.
Puck........puck......
Begitulah kira-kira bunyi benturan antara tubuh Rudy dengan badan Mobil mewah tersebut.
Robert dan Niko yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum gembira.
"Rasakan loe!, Niko, ayo kita pergi dari sini sebelum kita mati konyol di tangan kedua cat woman itu," Ajak Robert pada temanya dan berlalu meninggalkan tempat itu.
Tidak lama setelah kepergian Niko dan Robert. Seorang pria parubaya berlari kecil menghampiri Rudy yang tertunduk sambil memegangi perutnya.
"Woy ...kamu apakan mobilku," Teriak pria parubaya itu sambil menenteng kantong plastik berisi bunga mawar dan beberapa lembar kain di dalamnya.
Rudy tidak mempedulikan sama sekali teriakan pria parubaya itu yang semakin dekat melangkah kearahnya.
__ADS_1
Rudy bangkit sembari memegangi perutnya.
"Sial!, berani-beraninya kamu menendangku Anak sialan,"
"Rudy, siapa yang kamu sebut sebagai anak sialan," ucap pria parubaya itu menatap kearah Rudy.
Mendengar namanya disebut, Rudy segera mengangkat wajahnya dan seketika itu juga rahangnya terjatuh matanya melotot ketika melihat siapa yang berdiri di hadapanya saat itu.
"Pa....Pandu," Rudy dengan nada bicara gagap.
"Iya!, Aku, kenapa!, mana Anastasia beserta putriku, kamu sembunyikan dimana mereka," bentak Pandu pada Rudy.
"Aku tidak tahu!," Rudy mencoba menghindar tapi dengan sigap Pandu menarik kera bajunya.
"Mau kemana kamu Rudy!, Aku tidak akan melepaskanmu lagi sebelum kamu memberi tahu dimana Ana dan putriku saat ini berada," Pandu mengangkat tinggi kera baju milik Rudy hingga pria itu sedikit berjinjit.
"Kalau Aku bilang Aku tidak tahu ya Aku tidak tahulah!, cepat lepaskan Aku pandu," Rudy terus merontah tapi Pandu masih saja memegangi kera bajunya dengan sangat kuat.
Melly yang melihat itu segera mendekati kearah mereka berdua.
"Oo ...Rupanya si tua bangka ini banyak musuh!, baguslah Aku tidak perlu usah paya mengitori tanganku untuk melenyapkanya dari muka bumi ini," Melly mencoba berbalik tetapi langkahnya terhenti setelah seseorang mencegahnya.
"Tunggu Ana....," panggil Pandu pada Melly.
Melly berbalik dan sedikit mengeryitkan dahinya.
"Maaf Aku Melly bukan ana om," jawab Melly sedikit heran.
"Tapi kenapa wajahmu mirip sekali dengan Ana!. Rudy jawab sejur-jujurnya apa benar dia ini putriku?," kembali Pandu menatap kearah Rudy dengan tangan masih memegang kuat kera baju milik Rudy.
"A..ku.....," belum juga Rudy menjawab Helena sudah berlari menghampiri mereka.
"Sayang ayo kita pergi!, benar kata Robert kalau kedua kucing betina ini tidak bisa kita kalahka," ucap Helena mencoba menarik tangan Rudy untuk pergi dari tempat itu.
Rudy tidak bisa berkutik karna kera bajunya tidak bisa lepas dari tangan Rudy
__ADS_1
"Akhirnya Aku menemukanmu Helena kamu mau kemana!hah," ucap seorang perempuan tua sambil menarik rambut panjang milik Helena dengan sangat kuat.
đŸ‘‰terus beri Vote, coment serta likenya ya ...makasih.