MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
48. KEHANCURAN DAVID DAN DONY.


__ADS_3

David terus menyerang jhony dari sisi kiri sedangkan Dony menyerang Jhony dari sisi kanan, Kedua orang itu terus menyerang Jhony tanpa memberi ampun. Bukan Jhony namanya kalau cuman dua orang saja bisa dengan mudah mengalahkanya.


Satu tendangan keras dari Jhony mengenai perut David sedangkan satu pukulan kerasnya mengedai wajah Dony sehingga keduanya langsung jatuh diatas lantai.


Davi dan Dony masih tidak mau menyerah. keduanya kembali bangun dan lagi-lagi menyerang Jhony membabi buta.


Namun tetap saja Jhony begitu gesit menghindar dan membuat David dan Dony begitu kewalahan di buatnya.


"Kita tidak mungkin bisa mengalahkanya, kemampuan bela dirinya sungguh jauh diatas kita, wajar saja kalau orang-orang sangat segan denganya," bisik Dony di telinga David.


"Benar katamu, pantas saja Tuan Aldo mengangkatnya menjadi sekertarisnya, ternyata dia benar-benar tidak bisa di remehin," balas David dengan suara sangat pelan.


"Kenapa kalian berdua saling berbisik, atau jangan-jangan kalian berdua sudah puas menyerangku. kalau begitu bersiaplah sekarang, karna Aku yang akan menyerang kalian berdua," Jhony mulai mendekat kearah David dan Dony.


Seketika mata David dan Dony terbelalak, Jantung mereka berdua berdetak seirama. makin Jhony mendekat kearah mereka maka, detak jantung mereka berdua semakin berpacu.


Mau tidak mau, terpaksa mereka berdua harus melawan dari pada mati konyol di hajar habis-habisan oleh Jhony.


"Ayo kita lawan," Ajak David lagi pada Dony.


Kembali perkelahian pun terjadi, tapi kali ini Jhony yang menyerang.


David dan Dony hanya menangkis setiap tendangan dan pukulan yang di arahkan Jhony kepada mereka.


Beberapa kali mereka berdua terdengar meringis kesakitan saat tendangan dan pukulan Jhony mengenai tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Setelah kedua lawanya mulai hilang konsentasi, dengan cepat Jhony memberikan tendangan kearah perut David sehingga pria itu terlempar lalu membentur tembok dan kemudian jatuh keatas kelantai.


Dony yang melihat David sudah tidak berdaya, ingin segera berlari tapi sayang Jhony menarik bajunya lalu memberinya sebuah pukulan keras mengenai wajahnya.


Dony terlempar dan menindis tubuh David yang sudah tidak berdaya diatas lantai.


"Ayo bangun! dan lawan Aku lagi!," ucap Jhony sambil berkacak pinggang.


David dan Dony hanya diam terpaku, pukulan dan tendangan yang di berikan Jhony pada mereka berdua sepertinya sudah meremukkan sebagian tulang dalam tubuh mereka berdua.


"Kenapa kalian berdua hanya diam! mana kata-kata kalian tadi yang ingin menghajarku habis-habisan," Jhony sedikit menundukkan kepalanya kearah David dan juga Dony.


"Kamu begitu kuat! kami tak sanggu untuk melawanmu!," balas David sambil memegangi perutnya.


"Bagus kalau kalian berdua menyerah! sekarang katakan siapa yang membeli barang baku kalian dengan harga mahal sehingga kalian memutuskan kerja sama dengan perusahan kami!, bentak Jhony kearah David dan Dony.


Jhony sedikit mengerutkan dahinya, ada tanda tanya besar dalam hatinya dengan ucapan David barusan.


"Apa maksud dari ucapanmu, terutama denganku!," bentak Jhony kearah David.


"Orang itu melarang kami untuk menyebut namanya," jawab David


"Baiklah!, kalau kalian dua berkeras hati untuk menyebutkan siapa orangnya, Melly kamu seret pengharum pakaian itu ( Dony) biar aku seret dia," Jhony sambil menunjuk kearah David.


"Kamu mau bawa kemana kami," David sedikit merontah saat Jhony mengangkat tubuhnya untuk berdiri.

__ADS_1


"Aku mau menbawa kalian berdua ke kandang singa milik Aldo soalnya sudah tiga hari pelihaaraanya itu sudah tidak makan daging manusia," ucap Jhony yang mulai menyeret tubuh David.


"Tolong jangan lakukan itu padaku, Kasihan anak-anakku masih kecil-kecil," ucap David menagis sakin takutnya mendengar kandang singa.


"Iya Jhony, maafkan kami," Dony sedikit merangkat memegangi kaki Jhony.


"Preman tapi cengeng! baiklah Aku akan membebaskan kalian, tapi kalian berdua harus beri tahu siapa dibalik ini semua,"


David dan Dony saling memandang kemudian keduanya saling mengangguk.


"Tuan Hafid," Jawab keduanya secara bersamaan


"Apa?, si tua bangka itu,"


David dan Dony tidak menjawab mereka hanya mengangguk.


"Baiklah kalian berdua aku bebaskan untuk sementara waktu setelah menghancurkan tua bangka itu baru aku kemari untuk memberikan hukuman pada perusahaan kalian, paham," Jhony kembali mendorong tubuh David hinggan terjatuh ke lantai.


"Tolong maafkan kami Tuan," David dan Dony merangkak memegangi kaki Jhony.


"Kalian berdua telah melanggar kesepakatan kerjasama kita hanya demi merauk keuntungan besar sesaat, kalian tidak pernah memikirkan jangka panjang perjalanan perusahaan kalian. jadi mulai saat ini Aku yang akan memutuskan kerja sama antara perusahaan DYANA grup dengan perusahaan kalian berdua, dan tentunya kalian berdua pasti tahu dampaknya bukan?, Selama Aku masih hidup, ku pastikan semua perusahaan yang ada di kota ini tidak akan lagi memakai jasa perusahaan kalian, Melly ayo pulang," ucap Jhony sambil menarik tangan Melly.


"Matilah kita David."


"Iya Dony."

__ADS_1


đŸ‘‰terus bagi like, comen serta votenya ya ..terima kasih.


__ADS_2