MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
77. SAILOR MOON.


__ADS_3

Mata Shanty terbelalak ketika melihat salah seorang anak buahnya terkapar tidak berdaya diatas lantai.


"Kurang ajar! kamu berani sekali melukai anak buahku sempai terluka parah seperti itu," ucap Shanty sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Itu belum seberapa! cepat lepaskan Nenek Fatimah atau nasibmu akan seperti dia!," balas Jhony tersenyum lalu menunjuk kearah Sumanto yang sudah terkapar bersimbah darah diatas lantai.


"Benar-benar, ya!, Guntur, Ferry dan kamu Gio, cepat serang dia dan segera bungkam mulut sombong anak haram itu," perintah Shanty pada ketiga anak buahnya.


"Baik Nyonya," balas Guntur, Ferry dan Juga Gio secara bersamaan.


Kembali pertarungan dasyat pun terjadi tiga melawan satu. Guntur menyerang Jhony dari arah depan sedangkan Ferry dan Gio menyerang Jhony dari sisi kiri dan kanan.


Jhony mulai terlihat kewalahan menghadapi ketiga anak buah Shanty yang memang ilmu beladiri mereka juga tidak main-main.


Beberapa pukulan mereka mengenai perut dan wajah Jhony tapi, Jhony tidak hanya tinggal diam di perlakukan seperti itu. Beberapa kali juga pukulanya mendarat di wajah dan perut Guntur serta kedua temanya itu.


"Ayo Guntur, Ferry dan Kamu Gio cepat bereskan si kep4rat itu! masa menghadapi satu orang saja kalian bertiga begitu kewalahan," perintah Shanty pada ketiga bawahnya.


Kembali Guntur, Ferry dan Gio menyerang Jhony membabi buta. hingga Jhony terpukul mundur sampai di pojok ruangan tempat mereka saat itu.


Sementara itu, Melly dan Lina yang masih mengintip dari selah-selah daun pintu bergegas mendorong daun pintu ruangan tersebut hingga terbuka lebar dan berbenturan dengan dinding.


Mata Shanty melotot begitu pula dengan ketiga anak buahnya. Pertarungan sesaat di hintikan setelah kemunculan Melly dan Lina.


"Siapa kalian!," bentak Shanty pada Melly dan Lina.


"Aku Mars" ucap Melly


"Aku Venus," sambung Lina.

__ADS_1


"Dan kami berdua adalah Sailor moon" ucap Melly dan Lina secara bersama sambil memperagakan gaya yang biasanya di lakukan pasukan Sailor moon pada saat berubah.


Shanty dan ketiga anak buahnya hanyak mengernyitkan dahinya dan saling memandang satu dengan yang lain.


Lain halnya dengan Jhony, Pria itu segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya sambil mengintip di selah-selah jari-jemarinya. Dia begitu malu melihat aksi Melly dan Lina yang memperagakan gaya sailor moon seperti di tivi-tivi.


"Untuk apa kalian datang kemari," bentak Shanty lagi kepada mereka berdua.


"Untuk apalagi kalau bukan untuk membela kebenaran," balas Lina sambil berkacak pinggang.


"Jangan mengada-ada, cepat pergi dari sini atau nasib kalian berdua akan sama dengan si haram itu," Shanty menunjuk kearah Jhony tanpa memandangnya.


"Sekali layar terbentang, pantang bagi kami untuk mundur, Ayo Lina kamu ambil satu Aku ambil satu," ucap Melly maju mendekat kearah Ferry.


"Baik, biar Aku yang menghajar siluman laba-laba itu," Lina ikut maju dan mendekat kearah Gio.


Guntur, Ferry dan juga Gio segera maju menghadang Melly dan Lina.


Tapi belum beberapa langkah mereka maju Jhony sudah menarik kera baju milik Guntur dari arah belakang.


"Hai, kamu mau kemana!," ucap Jhony sampil melayangkan sebuah pukulan keras mengenai wajah Guntur.


Guntur terlempar, hingga kepalanya terbentur keras ke dinding ruangan tersebut dan tidak lama kemudian pria itu jatuh lalu terkapar diatas lantai.


Lain lagi dengan Lina dan Melly kedua perempuan itu begitu lihai menghidar serangan dari Ferry dan Gio.


Sesekali mereka saling memutar badan untuk berganti lawan.


Gio dan Ferry sangat kewalahan menghadapi Melly dan Lina. Mereka bedua salah besar telah memandang remeh kedua perempuan itu.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua lemah sekali, menghadapi dua curut-curut saja kalian sampai kewalahan begitu, Ferry, Gio cepat bereskan mereka berdua dan tangkap bajing4n itu," Shanty geram pada kedua anak buahnya.


"Ho ..ho ..ho ! tidak semudah itu mak lampir, anak buah kamu bisa mengalahkan kami, Coba lihat ini, Lina mulai," ucap Melly memberi isyarat pada Lina.


"Baik," Lina segera memegangi pundak Melly, kemudian memberi tendangan super pada Gio dan tak hayal lagi, Gio terlempar jauh dan menabrak sebuah lemari tua yang ada di dalam ruangan itu.


Setelah Lina melakukan itu, Melly pun melakukan hal yang sama. Melly sedikit mundur kebelakang dan tiba-tiba berlari kencang lalu kemudian memegangi pundak Lina. Melly terbang di udara dan memberi tendangan keras kearah dada Ferry.


Ferry terpental jauh dan menabrak tembok lalu kemudian tersungkur diatas lantai sambil memegangi dadanya.


"Kamu lihat itu Mak lampir! Jadi stop memandang remeh pada kami berdua!," Melly menepuk-nepuk telapang tanganya dan sesekali mengusap majunya untuk menghilangkan debu yang melekat disana.


"Kurang ajar sekali kamu perempun! Hay dasar anak buah tak guna, rugi Aku membayar kalian mahal-mahal, tapi mana hasilnya!, menghadapi tiga curut-curut saja kalian tidak mampu," Shanty menginjak tubuh Guntur yang terbaring diatas lantai dan sudah tidak daya lagi.


"Cepat lepaskan Nenek Fatimah atau Aku akan berbuat hal yang sama padamu seperti ke empat anak buahmu itu!," kini Jhony yang membentaki Shanty.


"Kalian bertiga jangan senang dulu! masih ada satu anak buah Aku yang belum kalian hadapi. Kalau kalian bertiga bisa mengalahkanya itu berarti kalian bertiga memang hebat dan patut untuk di acungi jempol," Shanty bertepuk tiga kali untuk memberi kode pada seseorang.


Tidak beberapa lama kemudian, pintu ruangan yang ada dan masih sama dengan ruangan yang mereka tempati saat itu terbuka lebar.


Tampak seorang pria bule tinggi besar muncul dari dalam sana sambil mendorong kursi roda yang diatasnya ada Nenek Fatimah sedang duduk dengan kedua tangan terikat dan mulut sedang di lakban.


Jhony, Melly dan Lina sontak melotot melihat kemunculan Nenek Fatihmah bersama pria bule tersebut.


"Bawa dia kemari Alex," perintah Shanty pada pria bule itu.


"Baik Nyonya," balasnya.


👉 kurang vote , like dan coment......bantu ya! terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2