MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
14. RAPAT DARURAT.


__ADS_3

Jhony terus melangkah menuju kearah pintu masuk sambil menenteng tas kerjanya.



Melihat kedatangan Jhony, para staf perusahaan DYANA grup membentuk barisan panjang.


"Selamat pagi Tuan." ucap mereka secara bersamaan sambil menundukan kepalanya.


"Pagi...." balas Jhony singkat lalu mengangkat tangan kananya sedikit keatas, sejajar dengan bahunya.


"Boleh tunjukkan dimana ruang kerjaku?." ucap Jhony sambil memandang kearah mereka.


Salah seorang dari staf itu maju mendekat kearah Jhony.


"Nama Saya Nina tuan! Saya adalah sekertaris dari CEO sebelumnya. Bila Tuan berkenan, biar Saya yang mengantar Anda ke ruang kerja Anda." ucap Nina sekertaris cantik dan seksi kepada Jhony sambil menundukkan kepalanya.


Kemeja tipis nan ketat yang di kenakan Nina membuat kancing bajunya hampir telepas karna ukuran semangkanya terlalu menonjol kedepan, di tambah lagi dengan rok mini diatas lutut membuat Jhony menggeleng-gelengkan kepalanya memandang kearah Nina.


"Boleh, Tapi ganti dulu pakaianmu. Lagian apa kamu tidak merasa malu, bila sekujur tubuhmu dipandangi pria dalam ruangan ini!. Seorang wanita akan dianggap berbartabat bila dia menjaga kehormatanya sendiri." ucap Jhony pada Nina.


Semua staf yang ada di tempat itu hanya terdiam mendengar ucapan Jhony pada Nina yang lumayan pedas bagaikan abon cabe level tiga puluh persen.


Nina begitu malu atas perkataan Jhony barusan. Tapi, Nina masih bisa terima karna memang itulah kenyataanya.


"Baik Tuan! Tunggu sebentar, Saya akan mengganti pakaian Saya dan mengantar Anda ke ruangan pribadi Anda." ucap Nina pada Jhony lalu memutar haluan pergi meninggalkan tempat itu.


"Dengarkan semua wahai para perempuan yang ada di ruangan ini. Besok Aku tidak mau melihat salah seorang dari kalian berpakaian yang kurang bahan. Bila kalian merasa tidak memiliki uang untuk membeli kain, kalian boleh menghubungi Aku atau bendara yang ada di perusahaan ini. Paham!." ucap Jhony sedikit lantang hingga pantulan suaranya bergema dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Paham." ucap para perempuan yang ada dalam ruangan itu secara serentak sedangkan para prianya hanya diam terpaku.


Tidak lama kemudian, Nina datang dengan pakaian yang lumayan sopan tapi masih terlihat formal untuk seorang sekertaris sepertinya.


"Tuan Bagaimana!, Apa kita sudah bisa ke ruangan Anda sekarang?."


"Kalau pakaianmu seperti ini tentu bisa! kalian semua kembalilah bekerja dan ingat, jangan ada yang santai-santai atau mencuri-curi waktu di jam kerja, karna akan kupastikan, bila Aku menemukan salah satu diantara kalian seperti itu, maka jangan salahkan Aku bila posisi kalian akan digantikan oleh para pencari kerjaan yang memang serius ingin bekerja di perusahaan ini." ucap Jhony sedikit menekan para staf di sana karna semenjak Jhony mempelajari seluruh berkas perusahaan DYANA grup kinerja para karyawan menurun derastis.


Kembali para staf hanya mengangguk. Kali ini mereka merasa takut dengan ancaman bos baru meraka yang benar-benar tegas dan tidak main-main mendepak mereka bila mencoba melanggar peraturan perusahaan.


Setelah semua karyawan bubur dan kembali bekerja seperti semula. Jhony dan Nina melangkah meninggalkan tempat itu lalu menuju ke arah Lift. Setelah tiba di depan pintu Lift, Nina dengan cekatan menekan tombol yang ada pada dinding di samping lift.


Pintu lift pun terbuka secara otomatis dan keduanya langsung masuk kedalam sana.


Lift bergerak keatas menuju lantai tujuh seperti nomor yang di tekan Nina sebelum mereka naik.


Jhony dan Nina keluar dari dalam lift kemudian melangkah menuju sebuah ruangan yang yang cukup besar yang ada di perusahaan itu.


Ruangan yang khusus di rancang oleh para karyawan di tempat itu untuk memberi kenyamanan pada CEO baru mereka.


Nina mutar gagang pintu ruangan itu dan sedikit mendorongnya hingga daun pintu pun terbuka.


Sungguh ruangan yang begitu mewah dengan interor alah kebarat-baratan sangat jauh beda dengan ruangan Hambali sebelumnya yang sedikit kacau alias berantakan.


Dinding Ruangan segaja di buat trasfaran untuk memberi kenyamanan pada penghuni ruangan itu agar bisa memandang keindahan kota dari dalam sana.


"Silahkan masuk Tuan." ucap Nina sambil membuka lebar daun pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Tanpa menjawab Jhony langsung masuk dan menuju kearah meja kerjanya.


Jhony menududukkan tubuhnya diatas kursi dan mengeluarkan beberapa file dari dalam sana.


"Nina! panggil semua petinggi perusahaan dan kita adakan rapat darurat." ucap Jhony tanpa memandang Nina karna sibuk dengan beberapa file yang ada di hadapanya.


"Sekarang Tuan!." balas Nina singkat.


"Tahun depan! Ya sekaranglah. cepat!." ucap Jhony sedikit membentak dan membulatkan matanya kearah Nina.


Nina sontok ketakutan lalu mengangguk.


"Baik Tuan!, segera Saya laksanakan sesuai perintah Anda." ucap Nina gemetaran lalu berbalik dan melangkah ke arah pintu keluar.


Sepeninggalan Nina, Jhony memijit-mijik kepalanya sambil menyandarkan tubuhnya di punggung kursi kerjanya.


"Mereka ingin main-main denganku. Baiklah akan ku tunjukkan caranya." ucap Jhony menegada kearah langit-langit ruang.


Tidak lama kemudian para petinggi DYANA grup berbondong-bondong menuju kearah ruang rapat sesuai dengan perintah Jhony.


Mereka semua heran kenapa tiba-tiba ada rapat tanpa pemberi tahuan terlebih dulu.


"Sebenarnya ada apa ini!. Kenapa CEO baru itu mengadakan rapat tanpa pemberi tahu terlebih dulu." ucap David pada temanya.


"Aku juga tidak tahu!. Mungkin ada pemberitahuan penting yang harus beliau sampaikan kepada kita. Ataukah ada masalah besar yang menyangkut dengan perusahaan ini. Ayo masuk, nanti didalam baru kita tahu jawabanya." balas Joko mengajak David masuk kedalam dan bergabung dengan yang lain.


👉Maaf lambat lagi up nya, Author lagi sibuk bangat akhir-akhir ini. tapi tenang Author akan usahakan up tiap hari, tapi waktunya author gak bisa mastiin. ....

__ADS_1


__ADS_2