MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
103. ANCAMAN RIKA PADA RINDU.


__ADS_3

Sementara itu, Rindu pulang sebelum acara resepsi pernikahan antara Melly dan Jhony selesai menggunakan Ojek online menuju kearah rumahnya.


Tampak kesedihan begitu mendalam dari wajah gadis belia itu mengingat kembali kejadian saat di pesta tadi.


fleshback.


"Sekali lagi Aku melihat kamu mendekati Dirga putraku maka, jangan salahkan Aku jika Aku akan menyiksa Nenekmu dan juga dirimu. Lagian apa kamu tidak sedikitpun merasa minder hanya seorang pelayan restoran bersanding denga putraku yang sebentar lagi akan mewarisi perusahaan RAKHA grup yang tersohor di negara Arab sana," bisik Rika di telinga Rindu di tengah-tengah keramaian para tamu undangan.


Seketika mata Rindu melotot. Sudah sering kali Rika melakukan ancaman seperti itu padanya tapi kali ini Rika sudah tidak main-main lagi mengancam keselamatan Neneknya. Orang satu-satunya yang dia punya di dunia ini sejak kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Tubuh Rindu bergetar begitupula dengan bibir mungilnya.


"Apa maksud Nyonya Rika dengan keselamatan Nenekku!," Rindu mencoba mengulang ucapan Rika Ibu Dirga.


Sebelum menjawab Rika tersenyum getir padanya.

__ADS_1


"Kamu jangan pura-pura seperti orang bodoh, kamu pasti tahu betul apa maksud dari ucapanku barusan bukan!. atau haruskah Aku ulangi lagi agar kamu lebih memahaminya," bentak Rika pada Rindu.


"Nyonya boleh menyakitiku, tapi tolong Nyonya jangan menyakiti Nenekku, beliau sekarang sedang sakit parah, Aku mohon, Nyonya jangan lagi menambah penderitaanya" Rindu mengatupkan kedua tanganya di depan dada.


"Baiklah kalau begitu!, Aku tidak akan menyakiti Nenekmu ataupun dirimu jika kamu meningalkan putraku sekarang ini juga," Rika dengan senyum berseri-seri karena berhasil menakuti Rindu.


"Bagaimana kalau Dirga yang mengejarku, Aku tidak bisa mengusir atau melarangnya karna Nyonya tahu sendiri bukan, bagaimana sifat Dirga,"


"Dirga urusan Aku, asal kamu menghindar dan menjauhi Dirga maka Aku jamin dirga Akan menjauhimu," sambung Rika lagi.


Tidak lama kemudian, Rakha Ayah Dirga dan Dirga mendekat kearah mereka berdua setelah selesai bencanda gurau dengan teman bisnis mereka.


Melihat kedatangan Dirga dan Rakha, Rindu segera pergi menjauh menuju kearah pintu keluar dengan langkah terburu-buru.


"Rindu ...!," teriak Dirga dan mencoba mengejar Rindu tapi tanganya segera di tangkap oleh Rika.

__ADS_1


"Dirga mau kemana kamu," Rika menarik pergelangan tangan Dirga.


"Aku mau mengejar Rindu!, Apa lagi yang Ibu lakukan padanya, kenapa tiba-tiba Rindu menghindari Dirga, atau jangan-jangan Ibu mengancamnya lagi seperti sebelum-sebelumnya," ucap Dirga menatap lekat pada Ibunya.


"Ibu hanya menyuruhnya untuk meninggalkanmu. Salahkah bila Ibu mencarikan jodoh yang sesuai derajat keluarga kita. Bukan seorang pelayan restaurant sepertinya!," tatap Rika balik sambil memplototkan matanya pada Dirga.


"Rika, kamu memang tidak pernah berubah. Kamu selalu membanding-bandingkan orang dengan tahta. Ingat Rika, kita hidup di dunia ini hanya sementara saja. Harta dan tahta tidak akan di bawah mati. Jadi ubalah sifat egomu yang selalu memandang remeh pada orang-orang yang kurang beruntung seperti Rindu." Rakha menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang sejak dari dulu tidak pernah berubah sedikitpun.


Seketika Rika berpaling kearah Rakha setelah mendengar ucapanya.


"Sepertinya kamu menyinggung dirimu sendiri Rakha, apa kamu tidak ingat betapa sulitnya dirimu dulu sebelum Ayahku membantumu hingga kamu sesukses ini sekarang. Dan kamu sudah pandai sekali mengajariku dengan mengataiku egois!.Pokoknya, Aku tidak akan membiarkan gembel itu bersanding dengan putraku sampai kapanpun. Titik," kini Rakha yang jadi sasaran kemarahan Rika.


"Cukup Bu!, benar kata Ayah, Ibu itu tidak akan pernah berubah. Ibu selalu memandang orang hanya dengan sebelah mata," Dirga menghempas tanganya dengan keras hingga tangan Rika yang memeganginya saat itu terlepas seketika.


"Sudah berani benar kamu Dirga melawan Ibumu ini demi perempuan sial itu. Awas saja kalau sampai Ibu melihatmu lagi bersama denganya, Ibu tidak akan segan-segan lagi untuk menyakitinya," ancam Rika pada Dirga.

__ADS_1


"Terserah Ibu saja, Tapi Aku akan terus mengejar Cinta Rindu sampai kapanpun, kecuali Dirga mati, Ibu ingat itu," Dirga meninggalkan Rika dan Rakha di tempat itu dan berlari kecil mengejar kepergian Rindu.


__ADS_2