
Melly terus melangkah menjauhi ke tiga teman-temanya. Dan tiba-tiba langkah kakinya terhenti setelah melihat sebuah toko perhiasan.
Melly melangkah menuju toko perhiasaan tersebut dengan hati gembira. Dalam hati kecilnya satu dari sekian banyak impianya akan terwujud kali ini.
Sejak kecil, Melly ingin sekali membeli sebuah kalung emas buat Ibunya, tapi nasib belum berpihak padanya. Kemiskinan membuatnya harus mengubur dalam-dalam impianya itu.
Dan hari inilah saatnya, Melly harus mewujudkan impianya dulu walau Ibunya kini sudah tenang dialam sana.
Setelah Melly tiba di depan toko perhiasan tersebut, Seorang perempuan muda membuka pintu untuknya.
"Selamat siang Nona, apa ada yang bisa kami bantu?," sapa perempuan muda itu dengan sopan sambil tersenyum manis.
Sebelum menjawab, Melly terlebih dulu tersenyum membalas senyuman perempuan muda itu" Siang juga Mba, Aku mau melihat-melihat kalung emas, siapa tahu ada yang cocok buatku dan tentunya pas di kantong hi ..hi..hi," balas Melly sedikit bercanda.
"Oh kalau begitu silahkan masuk Nona, kami punya beberapa varian terbaru dan menjadi andalan dari toko kami ini. Kami harap Nona menyukai salah satu diantaranya," ucap perempuan itu lalu mempersilahkan Melly untuk masuk kedalam.
"Terima kasih," balas Melly dan tak lupa tersenyum lalu melanjutkan langkahnya lebih masuk kedalam toko perhiasa tersebut.
Setelah tiba di depan lemari kaca yang memaparkan beberapa jenis perhiasan, Melly melayangkan pandanganya kesana kemari untuk mencari kalung yang menurutnya cocok serta sesuai dengan keinginya dan tentunya harganya tidak menguras isi dompetnya.
Lama Melly berdiri di depan lemari perhiasan tersebut untuk memilih-milih hingga akhirnya, dia sedikit tersentak ketika seseorang menyapanya dari arah depan.
"Hem, Selamat siang Nona! apa ada yang bisa Saya bantu!," tanya seorang gadis cantik kira-kira seumuran denganya sambil tersenyum.
__ADS_1
Melly sedikit mengangkat kepalanya dan alangkah terkejutnya ketika melihat siapa yang berdiri di depanya saat ini.
"Jessy Khan!," tanya Melly sambil menunjuk kearah gadis cantik itu dengan mata melotot.
"Melly!," balas gadis cantik itu sembari tersenyum.
Keduanya pun langsung berpegangan tangan lalu kemudian cipika-cipiki.
"Lama kita tidak bertemu! ternyata kamu bisnis perhiasan sekarang, kamu benar-benar Jess?," ucap Melly setelah selesai melakukan cipika-cipiki dengan Jessy.
"Biasa aja kali Mell! Lagian ini adalah toko perhiasan peninggalan Almarhum orang tuaku, bukanya hasil dari kerja kerasku. Mereka mewariskan toko perhiasan ini karna Aku adalah anak tunggal mereka. Maka dari itu, mau tidak mau, Akulah yang harus meneruskan bisnis mereka ini walau pendidikan Aku tidak mengarah ke bisnis," balas Jessy.
"Jadi kedua orang tua kamu sudah meninggal ya! turun berduka ya Jessy dan semoga amal ibadah keduanya di terima di sisi ALLAH. Aamiin.," Melly dengan raut wajah sedih.
.Ah... sudalah kita jangan sedih-sedihan seperti ini karena semuanya sudah terjadi. Sekarang kamu pilihlah perhiasan yang kamu sukai, nanti Aku kasih discount untuk model papan atas DYANA grup..ha ..ha .ha," ucap Jessy sambari tertawa.
"Benarkah!," ucap Melly sedikit tidak percaya.
"Benarlah!," Jadi kamu pilih saja mana kamu suka, nanti Aku kasih discount lima puluh persen tapi dengan syarat kamu harus promosiin toko Aku ini di teman-teman kamu oke," balas Jessy membulatkan jarinya menyerupai hurup O.
"Beres, Aku akan promosiin toko kamu ini keteman-teman Aku supaya mereka juga mau berkunjung kemari dan tentunya membeli salah satu perhiasan dari toko kamu ini," ucap Melly sembari tersenyum.
"Deal," Jessy menyodorkan tanganya kearah Melly.
__ADS_1
"Deal," Melly menyambut uluran tangan Jessy.
Keduanya pun langsung tertawa terbahak-bahak, hingga orang-orang dalam toko itu mengalikan pandangan keara mereka berdua.
"Baiklah Mell, silahkan pilih-pilih dulu entar kalau kamu sudah menemukan yang pas kamu boleh memanggilku. Aku ke sana dulu sebentar untuk melayani Customer yang lain," ucap Jessy pamit.
"Silahkan Jess!, maaf sudah mengganggu waktu kerjamu," ucap Melly sedikit tidak enah hati.
"Tidak apa-apa Melly, santai saja!, Aku kesana dulu ya," Jessy melangkah meninggalkan Melly dan menuju kearah Customer yang baru saja datang.
"Jessy!, tante ingin mengembalikan perhiasan yang kemarin tante belli. Kata teman-teman tante, modelnya kuno dan terlihat sangat murahan," ucap Seorang perempuan parubaya yang baru saja datang bersama dengan seorang pria yang hampir seumuran denganya.
"Tante Helena...!, Kalung yang kemarin Tante beli itu adalah kalung emas model terbaru dan masih jarang yang memakainya. Jadi tidak mungkin norak atau murahan seperti kata teman-teman Tante itu," balas Jessy sedikit menerangkan pada perempuan parubaya itu.
"Pokonya Tante mau ganti, Ini ambillah," ucap perempuan parubaya itu sambil meletakkan sebuah kotak kecil diatas lemari perhiasan lalu sedikit mendorongnya ke hadapan Jessy.
Jessy mengambil kotak kecil itu kemudian membuka penutupnya.
"Baiklah Tante!, Tante boleh menggantinya sesuai dengan keinginan tante. Tapi ingat, besok-besok Jessy tidak akan terima lagi kalau tante ingin menukarnya lagi," ucap Jessy sedikit tegas.
"Gitu dong Jess, kan enak dengarnya!, Mas, temanin Aku pilih-pilih ya!, siapa tahu selera mas lebih bagus di banding selera Aku," perempuan parubaya itu menarik tangan pria yang temaninya datang lalu melangkah menyusuri sepanjang lemari perhiasan yang terbuat dari kaca yang ada dalam toko tersebut.
Jessy hanya menggeleng-gelengkan kepala sembari menyimpan kembali perhiasan yang diserahkan perempuan parubaya tadi padanya.
__ADS_1
đŸ‘‰terus beri like, coment vote dan favorite ya...terima kasih.