MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
46. MENEMUI DAVID DAN DONY.


__ADS_3

Nina meletakkan gelas berisi minuman dingin di depan Jhony dan Melly dan tidak lupa membuka penutup toples yang berisi cemilan di dalamnya.


"Silahkan Tuan, Mell," ucap Nina mempersilahkan mereka berdua untuk meminum dan mencicipi cemilan yang barusan dia bawa.


"Terimah kasih," ucap Jhony dan Melly bersamaan membuat Nina mengerutkan dahinya.


"Tumben, berterima kasih" ucap Nina dalam hati.


Tidak lama kemudian kini gelas keduanya sudah kosong dan cemilan dalam toples sudah terkuras setengahnya.


Jhony bangkit dari tempat duduknya dan memperbaiki stelan jasnya.


"Nina, Aku mau keluar untuk mengurus David dan Dony . Kamu kontrol sementara waktu perusahaan dan jangan lupa laporkan padaku kalau ada masalah di perusahaan walau itu secuil biji sawi. Dan ingat, jangan sampai para karyawan mengetahui kalau perusahaan kita ini dalam masalah besar sehingga membuat mereka semua panik. Lakukan pekerjaanmu seperti biasa, seolah-olah perusahaan ini baik-baik saja, paham!, Meong Ayo kita pergi," ajak Jhony pada Melly sambil melangkah menuju kearah pintu keluar ruangan tersebut.


"Mba Nina Aku permisi dulu," ucap Melly tersenyum kearah Nina lalu mengekori Jhony dari arah belakang


"Baik Tuan!, " balas Nina sembari membalas senyuman dari Melly.


Jhony dan Melly keluar dari pintu utama DYANA grup lalu menuju ke tempat parkir dimana mobil Jhony kini sedang berada.


Jhony membukakan pintu mobil bagian depan untuk Melly dan menutupnya setelah Melly sudah berada di dalam sana.


Jhony berlari kecil menuju pintu dekat stir kemudian membukanya dan dia pun ikut masuk kedalam mobil.


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi menuju kearah perusahaan TERATAI grup milik David yang jaraknya tidak begitu jauh dari perusahaan DIANA grup.


Dipanjang perjalanan, Jhony hanya diam saja membuat Melly merasa tidak enak hati. Melly lebih senang bila Jhony menjaili dari pada hanya di diamkan seperti itu.


Karena merasa bosan di sepanjang perjalanan mereka, Melly mencoba membuka pembicaraan untuk mengurangi kecanggungan diantara meraka berdua.


"Jho...!, apa tidak sebaiknya kalau masalah ini kamu ceritakan ke Tuan Aldo!, Siapa tahu dia mau membantumu," Melly membalikkan sedikit badanya kearah Jhony yang saat itu sedang Fokus mengendarai mobil.


Lama Jhony terdiam, hingga pria itu tampak menarik nafasnya dengan kasar dan menahannya sesat lalu kemudian menghempaskanya dengan sangat pelan sekali.

__ADS_1


"Aku tidak mau memberi tahu Aldo sebelum Aku menyelesaikan sendiri masalah dalam perusahaan. Dan lagi pula, apa kata Gisel nantinya kalau mengetahui Aku menyerah sebelum berperang," ucap Jhony yang masih fokus mengendarai mobilnya.


"Iya benar juga katamu, Aku hanya bisa memberimu saran dan juga mendoakan semoga masalah ini bisa segera selesai dan perusahaan DYANA grup bisa kembali normal seperti sediakala," ucap Melly lalu mengubah posisinya duduknya menatap kearah depan. Ada rasa kasihan mendera dalam hatinya melihat Jhony yang tidak seperti biasanya.


"Aamiin," balas Jhony memalingkan wajahnya kearah Melly sembari tersenyum.


Tidak lama kemudian, kini mobil mereka memasuki halaman perusahaan TERATAI grup milik David.


Deretan truk kontainer berjejer di halaman perusahaan itu.


Jhony memarkirkan kendaraannya di tempat parkir yang sudah di sediakan oleh pihak perusahaan TERATAI grup.


Melly dan Jhony keluar dari dalam mobil dan melangkah menuju pintu masuk perusahan Supplier bahan baku untuk DYANA grup itu.


Tampak perusahaan itu tidak begitu ramai bila di banding dengan perusahaan DYANA grup.


Kemungkinan besar para pegawainya banyak yang bekerja dilapangan di bandingkan di kantor mengingat perusahaan TERATAI grup bergerak di bidang pemasok untuk perusahaan besar yang ada di kota itu.


Jhony dan Melly terus melangkah menuju kearah ruangan kerja David.


"Selamat siang Bapak dan Nyonya, Kalau Saya boleh tahu kalian berdua mau bertemu dengan siapa?," Tanya perempuan tadi kalau dilihat dari segi pakaianya sepertinya dia berprofesi sebagai seorang sekertaris di perusahaan itu.


"Kami mau bertemu David, Apa di ada di kantor?," jawab Jhony pada perempuan tersebut.


"Maaf Anda ini siapa!, dan apa Anda sudah ada janji dengan Tuan David?," tanya perempuan itu lagi.


"Aku Jhony, utulanan dari perusalahaan DYANA grup!, katakan pada Bosmu itu kalau Aku ingin bertemu denganya,"


Seketika perempuan itu menunduk setelah tahu siapa yang berdiri dihadapanya saat ini.


"Oh maaf Aku benar-benar tidak tahu kalau Anda ini Tuan Jhony. Tapi maaf sebelumnya Tuan, saat ini Tuan David tidak bisa di ganggu karna beliau sedang ada tamu,"


"Tamu?," Jhony sedikit mengerutkan dahinya dan menatap lekat kearah perempuan tadi.

__ADS_1


"Benar Tuan!, Tuan David sedang menjamu Pemilik perusahaan dari GRAHA grup."


"Maksud kamu Dony,"


"Betul sekali Tuan."


"Baguslah kalau begitu, cepat katakan pada Bosmu kalau Aku ingin bertemu denganya sekalian si Dony itu,"


"Kalau begitu Anda berdua tolong tunggu di ruangan tunggu bagian sana, nanti Saya akan datang menemui Anda berdua jika Tuan David berkenang untuk menemui Anda ," ucap Perempuan itu sambil menunjuk kearah ruangan yang sedikit terbuka.


"Sombong sekali Dia kalau sampai tidak ingin menemuiku," balas Jhony dan langsung melangkah menuju ruang yang di tunjuk perempuan tadi dan tentunya Melly masih setia mengekorinya dari arah belakang.


Sepeninggalan Jhony dan Melly, Perempuan tadi bergegas menuju kearah ruang kerja David.


Setelah tiba di sana, perempuain itu tidak lupa mengetuk pintu terlebih dulu sebelum memasuki ruangan itu.


Tok...tok...tok....


Tiga kali pukulan tangan si perempuan itu mengetuki daun pintu ruang kerja David dan tak lama kemudian terdengar suara dari dalam sana mempersilahkanya untuk masuk.


"Masuk" suara yang terdengar dari dalam ruangan itu.


Si Perempuan tadi memutar gagang pintu, lalu sedikit mendorongnya hingga daun pintu tersebut terbuka.


Perempuan itu melangkah menuju kearah meja kerja David dimana di sana sedang ada David dan Dony sedang berbincang sambil tertawa ria.


"Ada perlu apa kamu kemari Gladya!, bukankah Aku sudah menyuruhmu untuk menunggu di luar karna Aku sedang membicarakan hal penting dengan Tuan Dony," ucap David sedikit membentaki sekertarisnya.


"Maaf sebelumya Tuan!, Saya kemari hanya untuk memberi tahu pada Anda kalau Tuan Jhony sekarang ada di luar, beliau ingin bertemu dengan Anda berdua," balas Gladya sambil menundukan kepala.


"Apa! Tuan Jhony ada di luar!," ucap David dan Dony bersamaan sakin kagetnya mendengar Gladya menyebut nama Jhony.


"Iya Aku!, kenapa kalian berdua begitu kaget mendengar namaku!," suara yang terdengar dari arah pintu membuat bola mata David dan Dony hampir melompat dari tempatnya seandainya tidak tertahan oleh kulit mata mereka.

__ADS_1


đŸ‘‰terus beri like, coment ,vote dan rate bintang lima ya ...makasih.


__ADS_2