
Melly mengangkat keatas tempat sampah yang menutupi kepalanya dan mendapati Gina dan kedua temanya sedang terbahak-bahak di depanya sambil memegangi perutnya.
"Ha ..ha ..rasa loe model tempat sampah." Gina dan kedua temanya menertawai Melly yang di penuhi dengan sisa-sisa sampah yang sedikit mengeluarkan aroma yang menyengat dihidung.
"Woy trio comberan ...kalian benar-benar sudah keterlaluan. Kalian berpendidikan tinggi tapi adab kalian seperti orang yang baru kemarin keluar dari dalam hutan rimba." ucap Lina menbersihkan beberapa sampah yang melekat pada rambut Melly.
Lain halnya dengan Melly, perempuan cantik itu sudah tidak lagi mempedulikan dirinya yang di penuhi dengan sampah yang sedikit menyengat dihidung.
Kedua matanya memerah memandang ketiga orang yang masih saja terus menertawainya.
Melly membating tempat sampah yang sedari tadi ada di genggamnya kearah lantai hingga bentuknya sudah tidak sempurna seperti sediakala.
"Ciee...Marah ...hIii takut!." ucap Gina dengan ekspresi takut tapi bibirnya tersenyum.
"Kalian benar benar ya...!. Mell kenapa kamu diam saja mendapat perlakuan seperti ini dari mereka?, kalau kamu takut dengan mereka bertiga, biar Aku yang akan memberi pelajaran pada ke tiga cacing tanah yang mungkin tidak pernah mereka dapatkan dari ke dua orang tua mereka." ucap Lina dengan geram sambil mengepalkan kedua tanganya.
"Hay ..tukang ojek majulah kalau kamu berani! Akan kupatahkan seluruh tulang-tulangmu dan setelah itu akan kuberikan pada anjing liar yang banyak berkeliaran di kota ini pada malam hari." ucap Gina sambil mengangkat lengan bajunya.
"Hii.....Bebar-benar ya....." ucap Lina geram dan mencoba menyerang Gina tapi segera di tahan oleh Melly.
"Tenanglah Lin! biar Aku yang menberi pelajaran pada tiga tikus got itu." Melly menarik lengan Lina yang sedari tadi sudah tidak sabar lagi ingin memberi pelajaran pada Gina dan kedua temanya.
"Baiklah Mell, kalau itu maumu." ucap Lina lalu mundur satu langkah ke belakang.
"Apa kalian bertiga sudah puas menertawaiku?." tanya Melly sambil mengepalkan kedua tanganya.
"Kami tidak akan puas sampai kamu mati sekalipun." Gina dengan tatapan sinisnya kepada Melly .
Melly tidak bicara panjang lagi, ia langsung berlari melayangkan tendangan kearah Gina.
Gina yang sudah menyadari akan mendapat serangan mendadak dari Melly segera menghindar. Dan tak hayal lagi, tendangan Melly mendarat tepat di perut Yuri yang saat itu sedang berdiri pas di belakan Gina.
__ADS_1
"Awo...." ringis Yuri yang terpental ke belakang dan menempel dinding Mobil yang sedang terparkir disana. Lalu jatuh kelantai dengan posisi terduduk.
"Beraninya kamu menyakiti temanku. rasakan ini." Gina melayangkan pukulannya kearah Melly tapi dengan cekatan Melly menangkapnya lalu memutarnya ke belakang.
"Aduh ..sakit...cepat lepaskan!" rigis Gina dengan wajah memerah.
"Ini belum seberapa dengan apa yang kamu lakukan padaku." Melly yang terus memutar pergelangan tangan Gina ke pelakang tubuhnya.
Melihat temanya sudah tidak berdaya, Nila maju ingin memukul Melly dari arah belakan tapi sayang pergerakanya dapat di baca oleh Melly. Dengan satu kali tendangan saja tubuh Nila terpental ke belakan dan menindis tubuh Yuri yang masih terduduk diatas lantai dan bersandar di badan mobil sambil memegangi perutnya.
Melihat ada keributan di area parkir orang-orang berlarian kesana.
Hanya butuh beberapa menit saja area parkir sudah di penuhi kerumunan orang yang penasaran dengan apa yang terjadi di tempat itu.
Gina terus meronta untuk lepaskan diri dari cengkraman Melly, tapi tetap saja usahanya percuma saja. Makin kereas keinginan Gina untuk lepaskan diri dari Melly maka, makin keras pula Melly memutar pergelangan tanganya.
"Lepaskan....! sakit brens3k..." ucap Gina yang sudah tak sanggup menahan rasa sakit.
"Chiii...untuk apa Aku meminta ampun pada perempuan sepertimu." balas Gina yang tetap tidak mau menyerah walau tanganya sudah terasa ngilu dan sakit.
Dari arah belakang kerumunan orang, tampak terdengan suara perempuan yang ingin menerobos masuk.
"Minggir-minggir! Ada apa kalian kumpul-kumpul disini." ucap Seorang perempuan parubaya yang tak lain adalah Tety.
Mendengar suara Tety kerumunan orang menyingkir lalu memberi jalan padanya.
"Melly, Apa yang kamu lakukan pada Gina!.Kenapa kamu memperlakukanya seperti pencuri! cepat lepaskan dia." bentak Tety pada Melly.
"Tapi Bu, dia dan kawan-kawanya mulai duluan." Jawab Melly.
"Lepaskan kataku!." ucap Tety dengan suara sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.
__ADS_1
"Baik Bu." balas Melly yang sedikit tidak relah melepaskan Gina sebelum Gina minta maaf padanya.
"Melly kemari di depan Ibu." panggil Tety pada Melly.
Melly melangkah ke hadapan Tety dengan sedikit menundukkan kepala.
Sementara itu, Gina yang sudah terbebas dari cengkraman Melly tidak membuang-buang kesempatan saat Melly lengah dan ke betulan membelakanginya.
Gina mengambil tempat sampah yang di banting Melly tadi dan mencoba memukulkan kearah kepala Melly.
"Melly awas dibelakangmu." Teriak Lina saat Melihat Gina ingin memukul kepala Melly menggunakan tempat sampah.
Mendengar teriakan Lina, Melly dengan cepat berputar dan mengangkat kaki kananya keudara dan sedikit melompat hingga pas mengenai pipi kiri milik Gina.
Tahayal lagi Gina langsung jatuh ke lantai dengan kepala di penuhi bintang dan burung yang saling berkejaran.
Semua orang yang menyaksikan adegan itu sontak bertepuk tangan melihat aksi Melly yang begitu menakjubkan.
"Melly, Kamu ikut ibu kedalam! Dan kalian bertiga cepat pergi dari sini. Sekali lagi kalian bertiga melakukan keonaran disini, Aku tidak akan segan-segan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib." ucap Tety mengancam Gina dan kedua temanya.
Mendengar ucapan Tety, Gina, Yuri dan juga Nila segera bangkit dan berjalan sempoyongan menuju ke arah mobil milik Gina sambil memegangi perut dan juga wajah mereka yang masih terasa sakit.
Setelah kepergian Gina dan teman- temanya. Orang-orang yang tadi berkerumun disana satu-persatu meninggalkan tempat itu.
"Melly..Ayo ikut Ibu kedalam." perintah Tety pada Melly lalu melangkah meninggalkan tempat itu.
"Adu Mell ..bagaimana ini! jangan-jangan Ibu itu ingin mendiskualifikasi kamu dari lomba karna kejadian ini." ucap Lina pada Melly.
"Entahlah Lin, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Ayo temani Aku masuk untuk menemui para dewan juri itu." ucap Melly sambil menarik pergelangan tangan Lina.
Keduanya pun melangkah masuk kembali ke dalam gedung pencakar langit milik DYANA grup.
__ADS_1
đŸ‘‰terus beri dukungan pada Author dengan cara like, vote dan coment ya supaya ..Author terus semangat . terima kasih.