
Seketika Nenek Fatimah, Nenek Farida, Melly, Lina, dan Gina berbalik.
Mereka serentak tersenyum melihat kehadiran Jhony dan Aldo yang saat itu datang mendekat kearah mereka.
Lain halnya dengan Gina, wajah perempuan itu seketika berubah, Yang tadinya berseri-seri kini bermuram durja.
"Jangan asal bicara kamu Jhony, kamu itu tidak tahu-menahu dengan masalah ini. Akulah yang membesarkan Gina sepeninggalan ibu. jadi aku yang sepenuhnya tahu siapa anak kandung Ana sebenarnya. jadi, baiknya kamu diam saja dan jangan memperkeruh suasana," ujar Helena melangkah mendekat.
"Apa kamu bilang, Aku tidak tahu apa-apa!, coba tanya si Gigi itu siapa Aku sebenarnya dan apa yang telah Aku perbuat padanya sehingga dia di campakan oleh Aldo," tanya Jhony balik sambil memandang sinis kearah Gina.
Gina hanya bisa tertunduk lesuh, semua kartu matinya sudah di pegang erat oleh Jhony apa lagi melihat Aldo disana membuat dirinya semakin terpojok dan tak bisa berbuat apa-apa.
"Gina cepat katakan kalau kamu itu tidak mengenal Jhony," bentak Helena sambil menarik tangan Gina.
__ADS_1
"Cepat bilang, ini kesempatan satu- satunya bagi kita untuk menguasai harta Nenek peot itu," Helena sedikit berbisik di telinga Gina untuk memberi semangat pada gadis itu.
Bagai diberi angin segar, ucapan Helena benar-benar mampan. Semangat Gina yang tadinya surut kini kembali bangkit.
"Kamu jangan sok tahu Jhony. Mantang-mentang kamu sekarang sudah jadi Ceo kamu bisa berbuat seenak hatimu dan ingin memisahkan Aku dengan keluargaku yang selama ini Aku cari. Nenek jangan mudah percaya pada dia, dia berkata seperti itu supaya Nenek lebih menyayangi Melly ketimbang Aku cucu kandung Nenek sendiri. Dia berdua itu berkomplot supaya Nenek menyerahkan harta Nenek pada Melly perempuan miskin itu" Gina kembali menghampiri Nenek Fatimah dan memeluknya dari arah samping.
Mendengar perkataan Gina yang menyinggungnya, Melly tersulut emosi.
Kini Rudy yang tersulut emosinya mendengar ucapan Melly.
" Kamu yang harus menjaga mulutmu Melly. Kamu benar-benar anak kurang ajar," Rudy begitu emosi dan melangkah mendekat kearah Melly.
Kembali pria parubaya itu mengangkat tanganya ke udara dan ingin menampar Melly.
__ADS_1
Belum juga telapak tangan pria parubaya itu di ayun, Jhony sudah berdehem dari arah belakang.
"Hem.....sedikit saja kamu menyentuh wajah calon istriku maka jangan salahkan Aku kalau malaikat maut beserta pasukanya datang langsung kemari untuk menjemputmu dan membawamu ke neraka jahannam," Jhony dengan nada biasa saja tapi kata-katanya membuat Rudy seketika mematung.
Helena dan juga Gina seketika menutup mulut mereka mendengar ucapan Jhony yang terang-terangan berkata kalau Melly itu adalah calon istrinya.
***Untuk episode panjangnya silahkan kk berkunjung di youtube aku dengan nama channel* " Cerita novel Akos" atau kakan bisa langsung cari di pencarian youtube dengan judul" MELLY DAN JHONY" jangan lupa di subcreb, coment, like , dan nyalakan lonceng notifikasinya .
Cerita MELLY DAN JHONY akan saya tamatin disana ....ayo sama2 datang berkunjung Saya tunggu kedatanganya ....bye ....dan terima kasih* ada dua versi di sana bacaan dan audio kk kk bisa pilih mana yang kk suka .
__ADS_1