MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
110. BERTEMU KELUARGA KECIL ALDO.


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Aldo tanpak kegembiraan menyelimuti keluarga kecil mereka.


Aldo yang saat itu sedang mengangkat Gisel sambil berputar-putar bak penari balet.


Sedangkan Elin, Zaky dan Ziko sedang berdiri di depan pintu sambil memperhatika tingkah lakuh kedua orang tuanya.


"Apa madsud Ayah dengan anak ubur-ubur?," ujar Zaky yang masih sedikit belepotan bicaranya.


Sebelum menjawab, Aldo menurunkan Gisel dari gendonganya lalu berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan perut Gisel.


"Kalian berdua kemarilah. Ayah mau memberikan kabar gembira buat kalian berdua," panggil Aldo pada kedua putranya.


Ziko dan Zaky segera masuk dengan Elin memegangi tangan mereka berdua.


"Sebentar lagi kalian akan menjadi kakak. Dan Ibu akan mendapatka cucu baru, Tedeeeen.....," Aldo mengarahkan kedua telapak tanganya kearah perut Gisel.


"Ah ..kakak, cucu baru," ujar Elin, Zaki dan Zyko bersamaan.


"Benar!, Bunda sedang mengandung," kini Gisel yang mengangkat bicara.


"Benarkah!, kamu mengandung. Alhamdulillah akhirnya doa ibu terkabulkan. Semoga kali ini cewek ya!, soalnya Ibu malas bermain mobil- mobilan dan baca buku mulu dengan kedua anak ubur-ubur ini," peluk Elin pada Gisel dengan air mata menetes di pipinya.


"Oh... Jadi nenek bocan ya ama kami," tanya Ziko menegada keatas memandan Elin.


"Bukannya bosan sayang, Nenek kan juga mau main boneka bedak bedakan dan merias seorang bayi kecil seperti boneka. apa kamu mau nenek rias macam tuh?," tanya Elin pada Ziko.


"Tak naklah!, eman kami ini laki-laki apaan. betul tidak Ayah?," tanya Ziko pada Aldo.


"Betul dong sayang, Ayo kita peluk Bunda, Kita perlihatkan keakrapan kita pada dede kecil," ujar Aldo sambil memeluk perut Gisel. Ziko, Zaky dan Elin pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Tidak terasa waktu berputar terlalu cepat, hingga pagi itu berganti dengan siang.


Aldo, Gisel, Zaky dan Ziko sudah bersiap-siap berangkat kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Gisel.


Penjagaan Aldo kali ini sudah tidak seketat penjagaannya saat Gisel hamil pertama. Itupun karena Gisel yang minta.


Gisel mau menjalankan kehamilanya kali ini layaknya perempuan pada umumnya. Mau tidak mau Aldo harus mengalah walau hati kecilnya tidak menginginkan itu.


"Ayo belangkat," ucap Zaky yang saat itu duduk di belakang kursi penumpang bersama Ziko.


"Iya, belangkat," Aldo menirukan suara Zaky lalu menjalankan kendaraanya keluar dari halaman mension.


Di sepanjang perjalanan Gisel dan Aldo tidak henti-hentinya tertawa riang mendengar ocehan dari Zaky yang selalu saja membuat hal-hal lucu sehingga kedua orang tuanya tak sanggup menahan tawa.


Lain halnya dengan Ziko, bocah itu hanya terdiam sambil membaca buku kegemaranya.


Tidak lama kemudian, kini kendaraan yang mereka tumpangi kini memasuki halaman rumah sakit.


Para pegawai yang saat itu sedang bertugas di sana segera berdiri dan berjejer untuk menyambut kedatangan sang penguasa beserta keluarganya.


"Selamat siang Tuan, Nyonya dan tuan muda," ucap serentak para pegawai rumah sakit sambil menundukkan kepalanya.


"Siang," ucap Gisel dan Zyko.


Lain halnya dengan Aldo dan Zaki, mereka hanya tersenyum sambil mengangkat tangan kananya sejajar dengan dada.


"Dokter Fadlan, antar kami ke dokter spesialis kandungan," Aldo sambil menatap kearah Dokter Fadlan.


"Baik Tuan, Kalian semua kembalilah ke tempat kerja kalian masing masing," perintah Dokter Fadlan pada semua karyawan yang ada disana.

__ADS_1


"Baik," serentak para karyawan itu berbalik dan melangkah ke tempat mereka semula.


"Mari Tuan Tuan dan Nyonya," Dokter Fadlan mempersilahkan Aldo, Gisel dan sikembar.


Tidak lama kemudian kini mereka tiba di sebuah ruangan yang khusus untuk memeriksa Ibu hamil.


Dokter Fadlan membuka pintu dan mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


"Melly.....," Gisel sedikit berteriak setelah melihat Melly dan Jhony ada diruang yang sama dengan dirinya.


"Sel......," Melly berdiri dari tempat duduknya dan segera mendekati Gisel.


Kedua perempuan cantik itu saling cipika-cipiki.


"Kamu lagi buat apa disini?," tanya Gisel sambil memegangi kedua tangan Melly.


"Main layangan!," balas Melly sambil tersenyum


"Iiii...., ini anak ditanya malah bercanda," Gisel memukul lengan Melly.


Bukanya meringis Melly malah tertawa.


"Memeriksakan kandungan dong," ucap Melly bangga.


"Ah....., kamu hamil," Gisel dan Aldo dengan nada bicara kaget.


"Santai aja kali!. Iya, Aku ama babang Jhony sebentar lagi akan memiliki anak!," Melly memeluk lengan Jhony yang baru saja datang menghampirinya.


"Katanya kamu belum mau hamil, dan kamu rajin minum pil penunda kehamilan bukan?."tanya Gisel lagi dengan heran.

__ADS_1


"Mana tidak hamil, obat baru sampai di leher celana sudah sampai di lutut," ujar Melly tertawa cengengesan sambil berpegang erat di lengan milik suaminya.


Seketika semua orang dalam ruangan itu sontak tertawa mendengar ucapan Melly kecuali, Zaky dan Ziko yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan


__ADS_2