
Bukanya meringis kesakitan dengan pukulan yang baru saja di layangkan Irwan padanya, Jhony malah tersenyum dan mengusap bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah bercampur dengan air liur.
"Cuma begitu saja kemampuanmu!." ucap Jhony lalu mendekat kearah Irwan yang sudah memasang kuda-kuda untuk menangkis serangan darinya.
Jhony melayangkan pukulanya beberapa kali kearah Irwan tapi dengan cekatan Irwan menangkisnya.
kembali untuk kedua kalinya Jhony menyerang Irwan tapi kali ini pria itu tidak bisa lolos lagi.
Dua pukulan keras Jhony mengenai bibir serta wajahnya, dan tangggung-tanggung lagi satu gigi gerahamnya copot dan jatuh kelantai.
Irwan meringis kesakitan lalu memegangi mulutnya yang sudah besimbah darah.
"Kurang ajar kamu Jhony, beraninya kamu menyakitiku." ucap Irwan dengan geram sambil menatap tajam kearah Jhony.
"Memangnya siapa dirimu sehingga Aku tidak berani menyakitimu!. Membunuhmu saja Aku bisa apa lagi cuma menghajarmu seperti itu." balas Jhony santai sambil menghibas-ngibaskan tanganya ke baju kemeja yang ia gunakan dengan tujuan menghilangkan noda darah kepunyaaan Irwan dari sana.
Mendengar kata Jhony, Irwan begitu marah. kembali ia menyerang Jhony dengan cara membabi buta.
__ADS_1
Jhony dengan cekatan menghindar. Saat Irwan sudah kehabisan tenaga, Jhony tidak menyia-nyiakan kesempatan bagus itu dengan satu kali tendang mautnya Irwan terpental jauh dan mentok pada dinding ruangan itu.
"Rasain kau Iblis...." teriak Bapak tua sambil berdiri dari tempat duduknya.
Irwan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, seluruh badanya terasa remuk dan mungkin ada salah satu dari tulangnya yang patah setelah terbentur kuat di dinding tadi.
"Tyo bawah dia ke kekantor polisi. Dan awasi terus jangan sampai majikanya menjamin dia keluar dari dalam tahanan." perintah Jhony pada Tyo.
"Baiklah, akan kuserahkan baying4n tengik ini pada pihak berwajib dan kupastikan dia akan membusuk dalam penjara." ucap Tyo setelah mengangkat tubuh Irwan dari atas lantai.
"Tungggu sebentar Tuan! tangan Aku juga sangat gatal ingin menghajar benalu ini." ucap David lalu melayangkan tamparanya ke pipi kiri Irwan.
Kembali Irwan meringis kesakitan setelah mendapat sebuah tamparan keras dari David.
"Awas saja kalian semua. Tuan Hafid akan membalas semua perbuatan kalian ini padaku." ucap Irwan yang sudah belepotan berbicara.
"Oh ..ternyata Bajing4n itu adalah atasmu!. Wajar saja kamu jadi bajing4n. Suruh dia kesini akan kupatahkan tulang belakanya sehingga dia tidak tahu lagi kapan matahari terbit dan kapan matahari tenggelam." Jhony dengan geram dan mengangkat kerah baju Irwan hingga tubuh pria itu berjinjit hampir-hampir tidak menyentuh lantai.
__ADS_1
"Chii......" Irwan membuang ludahnya kearah wajah Jhony tapi dengan cekatan Jhony menghindar. David yang ada pas di belakang Jhony saat itu terpaksa mendapat getahnya.
"Kurang ajar ..." ucap David ingin kembali melayangkan telapak tanganya kearah wajah Irwan tapi segera di tanggkap oleh Jhony.
"Sudah Pak David! cecungut ini sudah tidak berdaya lagi!" ucap Jhony dan melepas tangan David
David cuman bisa mengangguk pelan lalu melap wajahnya yang tadi terkena ludah dari Irwan.
Tidak lama kemudian Tyo membawa Irwan keluar dari ruangan itu.
Kembali para peserta rapat duduk di kursi mereka masing-masing.
Kini rapat berjadan dengan efektif tanpa ada gangguan sedikit pun seperti tadi.
"Nina, tolong cari model yang pas untuk produk baru kita ini." ucap Jhony setelah menutup rapat siang itu.
👉beri like, coment, dan votenya ya ..trima kasih....
__ADS_1