MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
102. MERAJUT CINTA LAMA.


__ADS_3

105.MERAJUK CINTA LAMA.


Setelah semua tamu undangan pulang. Jhony dan Melly turun ke pelaminan di temani oleh Elin seperti tadi dengan Jhony mengekori mereka dari arah belakang sambil mengangkat gaun pengantin Melly.


"Cie', cieee,'........," Gisel dan Aldo menyambut mereka berdua dari bawah panggung.


"Ciee',..Cieeee', ....apaan!," tanya Melly sambil menatap Elin.


"Sebentar lagi ada yang pecah telur nich," ujar Gisel lagi dan di sambut tawaan dari Aldo.


Seketika mata Melly melotot.


"Apaan sih!," protes Melly.


"Awas loh kalau sampai ada yang tidak bisa berjalan besok pagi," Aldo melanjutkan sambil menatap Jhony yang saat itu bersembunyi di belakang Elin.


Jhony segera menyondongkan kepalanya dan menatap kearah Aldo.


"Emang dulu Gisel seperti itu ya?," tanya Jhony.


"Malah lebih dari itu!," pluk!," sebuah pukulan mendarat di pundak Aldo.


"Sayang, kenapa kamu memukulku?," protes Aldo.


"Makanya jangan asal bicara!," Gisel memplototkan matanya kearah Aldo hingga membuat Aldo seketika menciut.

__ADS_1


Kini Giliran Aldo yang dapat tertawaan dari mereka.


"Sudah-sudah, kalian berdua jangan menjailin mereka lagi," ujar Elin pada Aldo dan Gisel.


Tidak lama kemudian muncul Nenek Fatimah, Pandu, dan juga Hafid dari arah depan.


"Malam ini kalian menginap dimana?," Nenek Farida sambil memegangi pundak Melly.


Jhony dan Melly tidak menjawab ucapan Nenek Fatimah, mereka berdua malah menatap kearah Elin.


"Aku sudah membokingkan sebuah kamar hotel untuk mereka berdua. Jadi mereka tinggal terimah jadi saja,"Elin sambil menatap Nenek Fatimah.


Setelah obrolan singkat diantara mereka. Kini mereka semua melangkah kearah pintu keluar untuk mengantar Melly dan Jhony ke mobil karena rencananya malam ini mereka berdua akan menginap di hotel milik perusahaan Aldo A&J.


Setelah Tiba di dekat mobil. Hafid sedikit menarik lengan Jhony dan sedikiy berbisik di telinganya.


"Pa!, sebenarnya, ini malam pertama atau malam membuat kue sih. kok, semua bahan-bahanya seperti orang yang akan membuat kue ulang tahun," Jhony membalas berbisik ke telinga Hafid.


"Dua duanya, kalian bisa membuat kue yang kalian sukai. mau manis, matang di tengah atau lapisanya sedikit hangus dibawah itu terserah kalian masa setua ini papa masih harus mengajarimu sih," Hafid menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Iiii...Papa ini," Jhony menepuk pundak Hafid dan disambut Hafid dengan tertawaan.


Setelah semuanya siap kini Jhony dan Melly masuk kedalam mobil yang sudah dihiasi pita dan bunga diatas badan mobil.


"Jhony, bikin yang banyak ya jangan sampai ada yang belepotan," teriak Nenek Fatimah.

__ADS_1


"Adonanya yang rata dan takaranya harus sama," sambung Elin.


"Jamunya jangan sampai kelupaan, Papa sudah menyimpanya di koper warna hitam," sambung Hafid dan seketika tawa pecah di luar halaman mension.


Melly segera menutup jendela mobil sakin malunya sementara Jhony hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan orang-orang itu.


Tidak lama kemudian Jhony menyalakan mesin mobilnya dan sedikit-demi sedikit mobil mewah yang mereka tumpangi meningggalkan halaman mension dan hilang di pembelokan jalan.


"Lin, boleh kita bicara sebentar!," Pandu mendekat kearah Elin.


Elin sedikit mengeryitkan dahinya.


begitu pula dengan Hafid yang saat itu berdiri tak jauh dari Elin.


"Mau bicara apa?," tanya Elin masih dengan wajah heran.


"Tentang masa depan!," lanjut Pandu.


"Maksud kamu masa depan apa pandu!, Kalau yang kamu maksud itu dengan masa depan Elin berikutnya kamu tidak usah berharap banyak, karna yayang Elin sudah ada yang punya," Hafid maju dan berdiri diantara Elin dan Pandu.


"Apaan sih kamu Hafid!, Elin itu masih jomlo dan dia masih bebas untuk memilih. Jadi kamu jangan ngaku-ngaku" protes Pandu.


Elin yang mendengar perdebatan mereka berdua hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan meninggalkan mereka berdua tanpa mereka sadari.


"Betulkan Sayang kalau kamu itu hanya milik Aku seora.......!," ucap Hafid berbalik dan seketika berhenti karena Elin sudah menghilang .

__ADS_1


"Ini semua salahmu Pandu, Elinku sudah hilang di pandangan mata padahal kami berdua ingin merajuk cinta lama kami kembali!, Elin...........!," ujar Hafid pada Pandu lalu kemudian melangkah masuk kedalam mension untuk menemui Elin.


Begitu pula yang di lakukan oleh pandu.


__ADS_2