MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
40. J..H..O..N..Y.


__ADS_3

Mendengar ucapan Melly Raka tersenyum tipis.


"Apa perempuan lemah sepertimu bisa mengalahkanku!, ha ..ha .., sungguh mustahil," Ejek Raka yang begitu meremehkan Melly.


"Majulah!, dan mari kita buktikan Apa perempuan lemah sepertiku bisa menang melawan laki-laki dungu sepertimu.," balas Melly mengejek Raka.


Mendengar Melly mengatainya dungu membuat darah tinggi Raka kembali naik.


"Apa!, Kamu bilangi Aku dungu, rasakan ini!," Raka kembali menyerang Melly mulai dari pukulan sampai tendangan.


Melly dengan gesit menghindari serangan Raka, sehingga kini posisi terbalik.


Tadinya Raka yang menguasai perkelahian kini Melly yang mengambil alih.


Raka begitu kewalahan menghindari pukulan demi pukulan serta tendangan dari Melly.


Beberapa pukulan kecil dari Melly mendarat di wajah serta perutnya hingga Raka begitu geram dibuatnya.


"Dasar perempuan Iblis, kamu berani menyentuhku," Raka kembali membabi buta menyerang, tapi tetap seperti tadi Melly dengan lincah menangkis juga menghindar serangan Raka sehingga tenaga Raka pun terkuras habis.


Melihat lawanya sudah kecapean Melly tidak membuang-buang kesempatan emas itu. Melly berlari kecil lalu menaiki kursi, kemudian melompat memberi tendangan super ke arah dada Raka.


Raka terlempar Jauh hingga menambrak meja dan kursi yang ada disekitaran sana lalu jatuh tersungkur diatas lantai.


"Kamu bisa lihat sendiri bukan! siapa sebenarnya yang lemah, Aku atau Kamu!," ucap Melly sambil menepuk- nepuk telapak tanganya saling bergantian untuk menghilangkan debu yang melekat disana.


Raka mencoba bangkit tapi tenaganya sudah tidak mampu lagi.


"Woy...kenapa kalian semua tinggal mematung disana, cepat tangkap perempuan iblis itu, dan seret dia ke hadapanku," Bentak Raka pada teman-temanya.


Mendengar bentakan dari Raka, lima pemuda teman raka segera maju mendekat kearah Melly dan menyerang secara bersamaan sehingga membuat Melly kewalahan menghadapi mereka, Jalan satu-satunya Melly mencoba menghindar dengan menaiki kemeja satu dan melompat ke meja yang lainya.


Kelima pemuda itu terus saja mengejar Melly dan akhirnya Melly tidak bisa lagi menghindar karna terkurung di sudut dinding ruangan cafe.


"Tangkap dia!," ucap Tyo menyuruh ke empat temanya untuk menangkap Melly.


Sekuat tenaga Melly menghindar tapi ruang lingkup geraknya kurang leluasa karna terhalang oleh dinding.

__ADS_1


Kempat pemuda suruhan Tyo mengurung Melly dan mencoba menangkapnya.


Tapi belum sempat mereka berempat menyentuh tubuh Melly, Tyo yang ada di belakang mereka meringis kesakitan diikuti oleh bunyi meja dan kursi saling berjatuhan di atas lantai.


"Aduh....."


Ke empat pemuda itu menghentikan keinginanya untuk menangkap Melly setelah mendengar teriakan serta rintihan Tyo dari arah belakang.


Ke empat pemuda itu seketika berbalik tapi sayang sebuah pukulan keras mendarat ke arah wajah mereka masing-masing sehingga satu-persatu mereka berjatuhan dan tersungkur ke atas lantai.


"Jhony!," ucap Melly sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya.


Jhony tidak menjawab, dia malah melotot dengan wajah memerah memandang kearah rok Melly yang sedang terbuka lebar.


Melihat pandangan Jhony yang seakan-akan marah padanya, Melly segera menunduk dan memegangi kedua sisi roknya agar terutup kembali.


Setelah Melly melakukan itu, Jhony mengalihkan pandanganya kearah empat pemuda yang sedang tersungkur diatas lantai sambil memegangi wajah mereka masing-masing.


"Ayo lawan Aku!, jangan beraninya sama perempuan!," ucap Jhony sambil Melipat kedua tanganya di depan dada.


"Hay ...siapa kamu!, berani-beraninya kamu mencampuri urusanku," Raka melangkah mendekati Jhony sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit akibat tendangan yang di beri Melly tadi kepadanya.


"Kenapa anak bajin4 ini ada disini!, atau jangan-jangan semua ini ulahnya," ucap Jhony dalam hati dan sedikit mengerutkan dahinya setelah melihat Raka.


"Kenapa kamu diam saja!, atau nyalimu menciut setelah melihatku!, Hah," bantak Raka dengan sombong.


"Apa!, nyaliku menciut setelah melihatmu! ha ha..ha,!, Kesombonganmu mirip sekali dengan papamu. Ingat wahay Raka putra Hafid dengan malaikat maut saja Aku tidak takut apalagi hanya berhadapan orang seperti kamu maupun papamu itu,"


"Kurang ajar sekali kau!, Hay kenapa kalian hanya diam, ayo serang dia.," Kembali untuk kedua kalinya Raka menyuruh teman-temanya untuk maju tapi sayang mereka secara bersamaan menggeleng- gelengkan kepalanya sakin takutnya melihat Jhony.


"Ha ..ha ..ha!, Kenapa bukan kamu saja yang maju supaya Aku bisa menghajarmu sekalian membalas sakit hatiku pada papamu itu?," Jhony tertawa lebar ketika melihat keempat teman Raka menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sial, Siapa kamu sebenarnya!, kenapa orang sepertimu tidak ada takut-takutnya dengan papaku,"


"Ingat baik-baik namaku J...H...O..N..Y. Jhony tidak pake spasi. Bilang sama papamu itu kalau Aku menentangnya kalau perlu sekalian mamamu juga supaya sekaligus Aku bisa memberi pelajaran kepada kalian bertiga,"


"Kau benar benar ya!, Awas saja kau!, ini semua belum selesai, tunggu saja pembalasanku nanti," ucap Raka dengan geram lalu berjalan bincang sambil memegangi dadanya pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Apa lagi yang kalian tunggu di sini!," bentak Jhony pada Tyo dan ke empat temanya.


Mendengar bentakan dari Jhony, Tyo dan ke empat temanya segera bangkit lalu tergesa-gesa mengikuti Raka keluar dari tempat itu.


Setelah kepergian Raka dan teman temanya.


Nenek Fatimah mendekati Jhony dan menepuk-nepuk bahunya.


"Kamu sungguh lelaki hebat! bukan cuman kemampuan beladirimu saja yang di takuti orang tapi juga gertakanmu itu membuat musuh-musuhmu langsung gemetaran," ucap Nenek Fatimah sambil mengankat kedua jempolnya.


Jhonyi megeryitkan dahinya dia mencoba mengingat-ngingat siapa perempuan tua yang sedang tersenyum sambil mengangkat kedua ibu jarinya itu..


Tidak lama kemudian Jhony tersenyum


"Ah...Nenek yang di restorant waktu itu bukan?," Tanya Jhony sembari terseyum.


"Iya ...J..H..O..N..Y... joko,"


"Jhony nek!," protes Melly yang masih memegangi kedua sudut roknya yang tadi dia sobek.


"Ya ..itu maksud Nenek Jhony," balas Nenek Fatimah tersenyum-senyum sendiri.


"Kenapa kamu hanya berdiam disitu!, Ayo cepat pulang sebelum mereka datang lagi menggangumu," Ajak Jhony pada Melly.


"Iya..." balas Melly singkat.


Melly berjalan sambil merapatkan kedua kakinya dan memegangi sudut soknya kiri dan kanan, kalau tidak seperti itu roknya yang robek tadi akan terbuka kembali sehingga kedua pahanya akan kelihatan.


Nenek Fatimah tersenyum-senyum melihat tingkah Melly yang berjalan seperti siput.


"Hah...merepotkan sekali," ucap Jhony melangkah mendekati Melly lalu mengangkat tubuhnya.


Seketika mata Melly melotot dan wajahnya memerah setelah berada di pangkuan Jhony.


"Turunin .....gak!," ucap Melly sambil merontah-rintah.


Semua orang dalam cafe yang sedari tadi hanya jadi penonton bertepuk tangan sambil bersiul-siul membuat Melly bertambah malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jhony saking malunya di sorak-soraki orang dalam cafe itu.

__ADS_1


Lain halnya dengan Jhony, pria tampan itu tersenyum memperlihatkan sederetan gigi putihnya kearah mereka dan melangkah menuju ke arah pintu keluar sambil terus menggendong tubuh Melly.


👉Masih terus menunggu , like, coment dan votenya ....terima kasih.


__ADS_2