
Pagi pun tiba, matahari sudah menampakkan wajahnya di ufuk timur. Burung- burung berkicau saling bersautan satu dengan yang lain, menandakan kalau hari ini akan terlihat cerah.
Sementara itu, Jhony tampak meletakkan handponenya diatas nakas setelah sempat menjaili Melly dalam video call pagi ini.
Jhony melakukan olaraga ringan sejenak untuk melenturkan otot-ototnya yang sempat kaku karna semalam dia tidurnya tidak beraturan seperti biasanya sakin asyiknya memandangi wajah Melly dalam handponenya semalam.
Setelah selesai berolaraga dan melap keringat yang membasahi tubuhnya, Jhony bergegas masuk dalam bilik kamar mandi.
Tidak lama kemudian gemercik air dalam kamar kecil itu terdengar berjatuhan di atas lantai menandakan kalau Jhony sedang melakukan ritual mandinya.
Hanya butuh beberapa menit saja, kini Jhony keluar dari dalam kamar mandi dengan balutan handuk yang melilit pada pinggangnya.
Jhony menuju kearah lemari pakaian sambil bersiul-siul. Jhony sempat melupakan kalau pagi ini akan ada demo besar-besaran di perusahaan DYANA grup.
Menjaili Melly membuatnya teripnotis dan melupakan kejadian besar yang sebentar lagi akan dia hadapi.
Setelah selesai berpakaian lengkap, Jhony melangkah menuju meja kerjanya dan mengambil tas yang kemarin dia letakkan diatas meja.
Jhony menatap kesana kemari untuk mewanti-wanti siapa tahu masih ada barang yang kelupaan.
Setelah semuanya dirasa cukup, Jhony keluar dari bilik kamarnya dan melangkah menuju kearah meja makan.
"Bi....! Bibi masak apa pagi ini!," ucap Jhony sedikit mengeraskan suaranya lalu mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
Bi Jhoana yang sedang berada di dapur berlari kecil setelah mendengar Tuanya memanggil namanya.
__ADS_1
"Pagi Tuan," sapa Bi Jhoana sambil melap tanganya di celemek yang dia kenakan saat itu.
"Pagi Bi!, Bibi masak apa pagi ini!," tanya Jhony sambil mengendus-enduskan indra penciumanya.
"Bibi masa makanan kesukaan Tuan. Ada sayur bening, perkadel ikan teri, ikan kering yang di goreng lalu di tumbuk kemudian di goreng lagi sampai kriuk dan tak lupa sambel terasi kesukaan Tuan," balas Bi Jhoana sambil menunjuk satu-persatu lauk yang ada diatas meja makan.
"Benarkah!," ucap Jhony dengan wajah berseri- seri karna semua masakan kesukaanya bisa Bibi Jhoana sajikan untuknya pagi itu.
Bi Jhoana tidak menjawab, dia malah tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah majikanya itu.
Terkadang Bi Jhoana merasa heran melihat majikanya itu. Uang banyak tapi makanan kesukaanya ala-ala pedesa tapi di sisi baiknya Bi Jhoana malah senang karna semua itu dengan mudah dia buat karna memang semua masakan kesukaan Jhony adalah masakan favorite keluarganya dulu semenjak dia tinggal di kampung.
Tanpa bertanya panjang lebar lagi, Jhony segera menyantap makanan yang sedari tadi sudah menggugah seleranya.
Setelah selesai sarapan pagi, Jhony pamit pada Bi Jhoana untuk ke kantor.
Jhony meletakkan terlebih dulu tas kerjanya diatas badan mobil, lalu kemudian merogo kantong celanaya dan mengeluarkan handponenya dari dalam sana.
"Hallo, ada apa kamu menghubungiku Nina?," tanya Jhony pada Nina setelah sambungan telpone mereka terjalin.
"An..u...Tuan," balas Nina terbata-bata.
"Anu apa, cepat katakan jangan membuatku panik," ucap Jhony sedikit mengeraskan suaranya.
"Para pendemo sudah mulai memenuhi halaman perusahaan Tuan, mereka dari kalangan perempuan mulai anak baru gede sampai emak-emak yang notabene adalah pelangggan produk baru kita itu," balas Nina yang sudah tidak putus-putus lagi seperti tadi.
__ADS_1
"Baiklah! biarkan mereka masuk ke halaman dan jangan halangi mereka-selama mereka tidak anarkis. kerahkan semua personil keamanan yang ada di perusahaan untuk berjaga-jaga, tapi jangan sampai mereka menyakiti salah satu pun dari pendemo itu. Sebentar lagi Aku akan kesana dan kamu awasi terus setiap kejadian di perusahaan dan laporkan padaku sebelum Aku tiba disana," ucap Jhony lalu masuk kedalam mobil.
"Baik Tuan segera di laksanaka," balas Nina.
"Bagus," Jhony mematikan sambungan telponenya dengan Nina dan terburu-buru mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi mobil.
Tidak lama kemudian, mobil yang di tumpangi Jhony meluncur dengan kecepatan tinggi menuju kearah perusahaan DYANA grup.
Sementara itu, di perusahaan DYANA grup, tampak lautan manusia utamanya kaum perempuan sudah memenuhi halaman perusahaan besar itu.
Mereka berteriak sambil membawa spanduk dengan berbagai Tulisan protes tentang produk baru dari DYANA grup yang sudah sangat jarang mereka temukan di pasaran padahal mereka sangat berharap produk itu terus beredar mengingat kualitasnya sangat bagus di tambah lagi harganya terbilang sangat murah.
"Woy ..jangan membuat produk kalau tidak bisa mencukupi kebutuhan emak-emak macam kami ini, Kalian orang besar hanya mempermainkan kami bukan!. Memproduksi barang dengan kualitas bagus dan murah kemudian menimbunya saat kami sudah cocok memakainya, setelah itu kalian menaikan harganya supaya mau tak mau kami harus membelinya walau harus mengurangi uang jajan anak-anak kami, Dimana sebenarnya hati nurani kalian wahai orang-orang kaya yang ada di kota ini," teriak seorang emak-emak menggunakan pengeras suara di tanganya.
"Betul sekali, kalian yang di ada dalam sana seperti lintah darat, mengiming- imigi kami barang bagus, kemudian kalian menimbunya lalu menaikan harganya, huu.....lagu lama," suara seorang perempuan yang berdiri diatas badan mobil sambil melambai-lambaikan bendera kebanggaan negara kita sang saka Merah Putih.
Sorak sorai para emak-emak memenuhi halamaan perusahaan DYANA grup setelah kedua perempuan tadi berorasi.
Tidak lama kemudian mobil mewah milik Hafid memasuki halaman DYANA grup. Setelah memarkirkanya mobilnya jauh dari kerumunan massa, pria itu keluar dari dalam mobil di temani Shanty dan dua bodyguar yang dengan setia mengawal mereka dari belakan sambil membawa pengeras suara alias Toa.
Entah apa tujuan pria parubaya itu datang ke perusahaan DYANA grup.
Apa mereka datang untuk ikut berdemo!, ataukah mereka datang untuk menghasut para massa agar mendemo perusahaan DYANA grup habis-habisan?.
Ah entalah, nanti kita lihat saja, apa sebenarnya yang akan mereka berdua lakukan disana.
__ADS_1
👉tetap beri like, coment, vote ya ...terima kasih.