MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
49. PRODUK MULAI MENIPIS.


__ADS_3

Hari terus berganti hingga tidak terasa satu minggu sudah berlalu semenjak Jhony dan Melly ke perusahaan TERATAI grup milik David.


Dan sepanjang satu minggu itu pula, Jhony tidak perna beristirahan mencari bahan baku untuk produk baru mereka itu, tapi tetap saja hasilnya nihil.


Hafid sudah memborong semua bahan baku dari perusahan pemasok yang ada di kota itu selama tiga bulan kedepanya, sehingga Jhony begitu kewalahan untuk mendapatkan bahan baku buat produk baru mereka yang makin hari peminatnya makin bertambah sementara bahan baku mereka semakin menipis.


Pagi itu Jhony sudah berada di perusahaan DYANA grup.


Jhony tampak sedang duduk di kursi kerjanya sambil memijit-mijiti kepalanya. Pria itu terlihat sangat frustasi memikirkan permintaan para konsumen yang semakin hari semakin membludak sedangkan persedian produk mereka itu sudah sangat menipis sehingga membuat kepalanya seakan-akan ingin pecah.


"Astaghfirullah, Kemana lagi Aku akan mencari bahan baku itu. Semua penyedia bahan baku yang ada di kota ini telah Aku datangi tapi tetap saja hasil nihil, ya ALLAH tunjukkanlah jalan kepada hambamu ini jalan," Jhony mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar ruangannya itu,"


"Masuklah pintu tidak di kunci!," ucap Jhony sedikit mengeraskan suaranya.


Tidak lama kemudian daun pintu ruangan itu pun terbuka dan tampak Nina sedang muncul di balik pintu.


Setelah menutup kembali pintu ruangan tersebut, Nina melangkah tergesa-gesa menuju kearah Jhony.


"Ada apa Nina, kenapa wajahmu pucat seperti itu?,"Jhony memandang lekat kearah Nina.


"A..nu Tuan!," Nina terbata-bata dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Anu apa!, cepat katakan," Jhony sedikit menaikkan nada suaranya.


"Para wartawan dan juga para konsumen berada di ruang Aula menunggu kedatangan Tuan, mereka kemari untuk mempertanyakan tentang produk baru kita itu," Nina dengan bibir sedikit bergetar


"Apa!, mereka datang berbondong-bondong hanya untuk mempertanyakan itu!," tanya Jhony sedikit menyondongkan kepalanya kearah Nina.

__ADS_1


"Benar Tuan, Saya juga tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba saja datang tanpa mengkonfirmasi pada kita terlebih dulu," jawab Nina.


"Pasti ada yang menyuruh mereka datang kemari untuk mencari informasi sekaligus ingin menjatuhkan perusahaan kita, Kalau begitu, kamu persiapkan segala sesuatunya, Aku akan datang untuk menemui mereka," perintah Jhony pada Nina.


"Baik Tuan akan segera di laksanakan," jawab Nina kemudian berbalik lalu melangkah keluar.


Tidak lama kemudian Jhony keluar dari ruang kerjanya dan melangkah menuju kearah lift. Puntu lift terbuka kemudiam Jhony masuk kedalam, Lift membawa Jhony turun kelantai dasar gedung perusahaan DYANA grup.


Kembali pintu Lift terbuka saat sudah mentok di lantai paling bawah. Setelah fift benar -benar terbuka Jhony lalu melangkah keluar menuju kearah Aula yang letaknya bersebelahan dengan gedung utama perusahaan DYANA grup.


Tampak dari luar gedung aula sudah terlihat begitu ramai. Para wartawan serta para konsumen sudah sedari tadi datang hanya untuk mempertanyakan produk perusahaan DYANA grup yang sempat merajai pasaran dalam kota maupun luar kota.


Mellihat kedatangan Jhony para wartawan dan konsumen berlarian menyambutnya.


Mereka tidak bisa mendekati Jhony karena ada pembatas yang menghalangi mereka serta beberapa bodyguard yang mengawal Jhony sejak masuk ke ruang aula tersebut.


"Tuan Jhony, Apa produk baru yang di luncurkan oleh perusahaan DYANA grup akan berhenti di produksi, mengingat jumlah yang beredar di pasaran saat ini sudah sangat langkah untuk di temukan?," tanya seorang wartawan sambil menyodorkan microponenya kearah Jhony.


Setelah tiba di meja tersebut, Jhony duduk kemudian memberi arahan kepada Nina untuk segera menenangkan semua orang yang ada dalam ruangan itu.


"Mohon perhatiannya sejenak untuk diam, karna Tuan Jhony akan memberikan sepatah dua kata dan juga akan menjawab beberapa pertanya dari kalian baik dari teman-teman wartawan dan juga dari para konsumen tetap perusahaan ini," Nina sedikit mengangkat tanganya untuk menenangkan orang-orang yang berada di dalam ruang itu.


Setelah suasa terasa hening, Jhony menepuk-nepuk microphone sebelum dia mengangkat bicara.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucapan yang pertama yang keluar dari mulut Jhony, kemudian di balas serentak oleh orang-orang yang ada dalam ruangan itu.


"wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,"


"Pertama-tama Saya ucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para teman-teman wartawan dan tentunya juga para konsumen perusahaan DYANA grup yang selalu setia membeli dan juga berlangganan dengan produk kami, baik produk lama maupun produk baru yang di produksi oleh perusahaan yang kita cintai bersama ini. Mungkin kalian semua bertanya-tanya kenapa produk terbaru yang kami luncurkan beberapa bulan yang lalu sudah sangat langkah untuk di temukan! jawabanya adalah karena kami kehabisan bawan baku. Ada sebuah perusahaan yang memonopoli bahan baku dari produk terbaru kami itu sehingga Saya dan teman-teman yang ada DYANA grup sangat kesulitan untuk mendapat bahan baku tersebut.

__ADS_1


Jadi Saya mohon untuk para konsumen kami sekiranya dapat bersabar menunggu. Kami berjanji dalam waktu dekat ini kami akan mengusahakan agar produk yang kita cintai bersama itu bisa di produksi lagi dan kembali beredar di pasaran seperti sebelum-sebelumnya," ucap Jhony dengan panjang lebar.


"Oh ..jadi seperti itu permasalahanya," ucap Seorang perempuan sedikit keras yang posisinya saat itu berada di tengah-tengah kerumunan orang.


"Baiklah untuk teman-teman wartawan dan juga para konsumen yang mau mengajukan pertanyaan silahkan tapi hanya di batasi dua pertanyaan saja," Nina kembali mengangkat suara dan mempersilahkan mereka untuk bertanya.


Seorang wartawan mengangkat tangan kemudian dianggukan kepala oleh Jhony.


"Jika perusahasn DYANA grup dalam minggu ini tidak juga mendapatkan bahan baku seperti yang di inginkan, apa perusahan DYANA grup akan menimbun produk baru mereka itu lalu kemudian menaikkan harganya?," tanya seorang wartawan dengan wajah serius tapi bibirnya sedikit tersenyum.


Jhony tidak langsung menjawab pertanyaan dari wartawan tersebut tapi dia terlebih dulu mencernah pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh wartawan itu.


"Apa ini jebakan!," ucap Jhony dalam hati.


"Kami tidak akan menimbun produk kami apalagi berpikiran untuk menaikkan harganya.


kami tetap akan memberikan harga yang sama walau produk kami makin hari makin menipis. Jadi untuk para konsumen kami dimanapun kalian berada, kami harap kalian tenang dan mendoakan kami agar ALLAH membukakan jalan supaya produk ini bisa beredar kembali di pasaran seperti yang kita inginkan bersama," jawab Jhony dengan tegas hingga tepuk tangan bergema dalam ruangan itu.


"Terima kasih ...I love you," ucap seorang perempuan sambil memberi ciuman jauh pada Jhony.


"Untuk pertanyaan kedua kami persilahkan" ucap Nina kembali mempersilahkan bagi yang ingin memberikan pertanya


Seorang perempuan cantik maju kedepan. sebelum memberi pertanyaan tampaknya perempuan itu menarik nafas dalam-dalam.


"Silahkan Nona," ucap Nina mempersilahkan.


"Apa Tuan Jhony sudah punya gandengan!," ucap Perempuan itu sambil menatap kearah Jhony.


"Huuu......" semua orang yang ada dalam ruangan itu menyorakinya

__ADS_1


"Untuk pertanyaan Anda, Tuan Jhony tidak bisa menjawabnya. Sekian dulu pertemuan ini. kalau masih ada pertanyaan yang mengganjal di hati kalian, kalian bisa layangkan ke situs resmi kami, terima kasih." Nina mengakhiri acara tersebut dan orang -orang dalam aula itu satu persatu keluar dari dalam sana.


👉 beri like, coment dan votenya ya Author tunggu ..terima kasih.


__ADS_2