MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
23. TEMAN BARU.


__ADS_3

Setelah kepergian Gina dan kedua sahabatnya. Kembali perlombaan berlanjut.


Melly dan Jessy bersaing untuk merebut hati para dewan juri .


Detik berganti menit, hingga tak terasa satu jam sudah perlombaan antara Melly dan Jessy berlangsung.


Para dewan juru bertepuk tangan dan menutup semua map yang ada di hadapan mereka masing-masing.


"Bagai mana menurut Anda Bu Tety dengan penampilan mereka berdua?." tanya Fanny pada Ibu berkacamata yang tadi sempat marah-marah pada Gina dan kedua temanya.


"Menurut Aku mereka berdua memiliki telenta yang luar biasa. Akan tetapi, Aku belum bisa memastikan siapa diantara mereka berdua yang akan jadi pemenangnya." Jawab Tety sambil meletakkan pulpen keatas meja yang sedari tadi ada di di pegangnya.


"Maksud Anda?." tanya Fenny lagi sambil melipat dahinya dengan heran.


"Maksud Aku begini Fenny, produk yang akan di luncurkan oleh DYANA grup nanti itu adalah produk untuk perempuan yang aktif bergerak di dalam maupun di luar ruangan. Jadi Tuan Jhony benar-benar menuntut kita untuk mencari model yang betul-betul kuat baik di lihat dari segi fisik maupun mental. Aku tidak bilang kalau mereka berdua itu tidak layak untuk menbintantang iklan itu nantinya, Mereka bisa tapi kita harus membuktikan dulu bagaimana karakter kedua peserta sebelum kita memutuskan siapa yang akan jadi pemenangnya." ucap Tety lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Iya bu, kami paham maksud ibu." ucap Fenny sambil memandang ke tiga dewan juri yang ada disana lalu mereka menyambut tatapan Fenny dengan senyuman.


Tety melangkah mendekat kearah Melly dan Jessy yang saat itu sedangan istriraha melepas penat setelah beberapa tes mereka ikuti.


"Hallo ledis! Bagaimana, apa kalian berdua puas dengan apa yang kalian peragakan tadi pada kami para dewan juri!." sapa Tety pada Melly dan Jessy yang saat itu sedang tertunduk memijit-mijiti kaki mereka masing-masing.


Mendengar ada orang yang menyapa,

__ADS_1


Melly dan Jessy sontak mengangkat kepalaya dan mendapati seorang perempuang parubaya sedang berdiri di depan mereka sambil tersenyum manis.


"Ee..Maaf! kami tidak menyadari kehadiran Ibu.! ucap Melly sedikit merasa malu pada Bu Tety.


"Tidak apa-apa Melly! bagaimana dengan pertanyaanku tadi. siapa diantara kalian yang akan menjawabnya?." Tanya Tety lagi menunggu jawaban dari Melly dan Jessy.


Melly dan Jessy saling memandang kemudian dianggukkan oleh Melly.


"Kami berdua merasa sangat puas dengan usaha kami melewati beberapa tantangan yang telah di beri oleh para dewan juri. Walau kami berdua juga sadari, kalau ada beberapa tes belum terlalu sempurna mungkin dimata para dewan juri. Tapi bila kami masih di beri kesempatan, kami akan berusaha untuk terus memberi yang terbaik tertunya dengan bimbingan dari kalian para senior sekaligus dewan juri." Jawab Melly tanpa ragu.


"Baiklah kalau begitu!. Kalian boleh pulang sekarang. Kami akan berdiskusi terlebih dulu untuk menentukan siapa diantara kalian berdua yang benar-benar layak sebagai pemenang dalam ''event' kali ini. Keputusanya nanti kami kabari kepada kalian berdua. Oke!" ucap Tety sambil menyatukan ibu jarinya dengan jari telunjuknya membentuk hurup O.


"Oke....." balas Melly dan Jessy ikut-ikutan membulatkan jarinya seperti yang di lakukan Tety tadi.


Melihat Melly keluar dari ruangan audisi Lina berlari kecil menghampirinya.


"Bagaimana hasilnya Mell! berhasil gak!." ucap Lina sakin penasaranya dengan hasil keputusan juri.


"Belum ada kepastian dari dewan juri. Kami berdua masih di suruh menunggu! Dan apa pun keputusan dewan juri nantinya itulah yang terbaik bagi kami berdua. bukan begitu Jess?." tanya Melly sambil merangkul bahu Jessy.


"Tentu Melly, dan apapun yang terjadi nantinya, aku harap kita berdua terus berteman sampai kapanpun." balas Jessy dan membalas rangkulan Melly.


"Bukan berdua tapi bertiga kalie." ucap Lina sedikit protes.

__ADS_1


"Iya...ha ..ha." ucap Melly dan Jessy lalu tertawa.


Tidak lama kemudian ketiganya pun melangkah menuju pintu keluar gedung pencakar langit itu.


Mereka bertiga melangkah menuju area parkir dimana mereka memarkirkan kendaraannya sebelum mereka masuk tadi dalam perusahaan DYANA grup.


"Jess kamu naik apa kemari?." tanya Melly pada Jessy.


"Tu ..." jawab Jess singkat sambil menunjuk kearah mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari sepeda motor milik Lina.


"Wow ....." refleks keluar dari mulut Melly dan Lina.


"Ih...santai aja kali." ucap Jessy melihat ekspresi dari kedua teman barunya itu.


Melly dan Lina hanya tersenyum entah malu atau apalah namanya.


"Kalau begitu Aku duluan ya!. kapan-kapan kita berjumpa lagi. Da....." ucap Jessy melangkah lalu melambaikan tanganya pada Melly dan juga Lina.


"Da......" balas Melly dan Lina bersamaan.


Setelah kepergian Jessy. Melly dan Lina pun berencana ingin pulang.


Tapi belum juga mereka sampai di kendaraan milik Lina, tiba- tiba sebuah tempat sampah mendaran indah dan menutupi kepala Melly.

__ADS_1


đŸ‘‰terus beri dukungan dengan cara beri like, coment dan juga vote sebanyak- banyaknya agar Author lebih semangat lagi nulisnya.


__ADS_2