MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
104. SELAMAT JALAN DIRGA.


__ADS_3

Flashon.


Dirga terus melajukan mobilnya mengejar dan mencari keberadaan Rindu dengan mobil Rakha yang setia mengekori mobilnya dari arah belakang.


"Sayang kemana kamu," Dirga menoleh ke kiri dan ke kanan memperhatikan semua pejalan kaki yang berlalu lalang di pinggir trotoar.


Dirga mempercepat laju mobilnya tapi pandangannya masih terus fokus mencari keberadaan Rindu.


Sementara itu Rakha dan Rika yang masih mengekori mobil Dirga masih terus adu mulut. Rika perempuan parubaya yang tak pernah mau mengalah walaupun dirinya sudah nyata-nyata bersalah terus memerintah Rakha supaya mengejar Dirga.


"Cepat kejar Dirga, jangan sampai dia menemukan gembel sialan itu," perintah Rikah pada suaminya dan terus fokus menatap kearah depan mengawasi mobil Dirga.


"Ini juga sudah cepat Rika, lagian untuk apa kita mengejar mobil Dirga. Biarkanlah dia memilih pilihanya sendiri. kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik baginya bukannya menghalangi hubungan mereka. To, dia sendiri yang akan menjalani suatu saat nanti bukanya kita," Rakha tanpa menatap Rika sakit fokusnya mengemudi.


"Kamu diam saja dan lakukan perintahku, lagian apa kamu mau punya menantu seorang gembel seperti Rindu itu. Kalau aku ma Jijik, amit-amin banget," Rikha memukul-mukul kepalanya dan menggetar-getarkan tubuhnya.


Rakha tidak menjawab, berdebat dengan Rika seperti berdebat dengan orang yang tak ber TUHAN. Dia relah menghina dan memojokkan orang lain demi mencapai tujuanya.


Tidak lama kemudian, tampak dari arah depan mobil Dirga mendahului sebuah pengendara bermotor dan berhenti secara tiba-tiba hingga seketika itu juga si pengendara motor ngerem tiba-tiba dan sedikit menabrak badan mobil miliknya.


"Woy, bisa mengemudi gak si," teriak si pengemudi ojek yang di tumpangi Rindu.


Dirga keluar dari dalam mobil dan melangkah mendekat kearah tukang ojek bersama dengan Rindu yang masih duduk di belakang kursi penumpang.


"Maafkan Aku pak!. Aku melakukan ini semua demi mendapatkan cintaku yang ingin lari dariku!," Dirga menatap kearah Rindu.


"Jangan pedulikan dia, Ayo Pak kita lanjutkan lagi perjalanan kita," ujar Rindu sambil menepuk punggung si tukang ojek.

__ADS_1


"Baik Nona," Si tukang ojek menghidupkan kembali mesin kendaraanya.


Belum juga motor yang mereka tumpangi berjalan, Dirga langsung maju dan mematikan mesin kendaraan mereka dan mencabut kuncinya.


"Aku tidak akan membiarkan bapak pergi sebelum Rindu ikut denganku," Dirga mengepal kuat kunci motor milik si tukang ojek.


"Bagaimana ini Nona, Pacar Nona benar-benar nekat, dia tidak akan membiarkan kita pergi kalau Nona tidak ikut bersamanya," Si tukang ojek sedikit menoleh ke belakang.


Lama rindu terdiam diatas motor, lalu kemudian sedikit menggeleng menatap Dirga.


"Baiklah Aku akan turun tapi cepat berikan kunci motor bapak ini," Rindu turun dari atas motor sambil memegangi pundak si tukang ojek.


"Bagus!. Pak ini kuncinya, maaf kalau Aku mengganggu ketenangan bapak."


Si tukang ojek langsung meninggalkan mereka berdua setelah mendapat bayaran dari Dirga.


Belum juga Rindu menjawab Rika sudah mendekat kearah mereka berdua.


"Ibu yang menyuruhnya pergi dan meninggalkanmu!. Hay, gembel kamu benar-benar tidak takut kepadaku ya?, baiklah sekarang lihatlah sebelum tiba dirumahmu kamu akan mendapatkan sebuah bendera putih berkibar di depan rumahmu," ujar Rika sambil membuka tas kecil miliknya.


Kembali mata Rindu melotot, dia sudah tahu apa maksud dari ucapan Rika barusan.


"Maafkan Saya Nyonya tapi ini bukan salahku, Dirga yang datang menghampiriku. Dirga, jika kamu benar-benar menyayangiku, Aku mohon tinggalkan Aku. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Nenekku," Rindu memegangi tangan Dirga dengan mata berkaca-kaca. Ada rasa bersalah dalam hatinya mengucapkan itu pada Dirga, tapi apa daya Rindu harus melakukanya demi keselamatan Neneknya.


Rindu berbalik dan berlari memotong jalan.


"Ibu benar-benar tidak punya hati, Kalau itu yang Ibu inginkan, Aku berjanji akan meninggalkan Ibu untuk selamanya," Dirga menatap dengan mata sayup kearah Rika dan berbalik badan untuk mengejar Rindu yang sudah ada di seberang jalan.

__ADS_1


Belum juga Dirga sampai di seberang jalan, sebuah mobil truck melintas dengan cepat dan menyeret tubuhnya hingga beberapa meter dan berhenti pada pinggiran trotoar.


"Dirga.......!," Rindu, Rakha dan Rika seketika berteriak melihat kejadian itu.


Mereka bertiga langsung berlari kearah truck dengan Dirga sudah berada di bawah badan mobil.


Rakha segera menarik tubuh Dirga dari bawah badan mobil.


"Nak, ayo bangun," ucap Rakha sambil menepuk-nepuk pipi milik Dirga.


Dirga tidak menjawab sama sekali, badanya lunglai seperti sudah tidak bertulang lagi.


"Dirga, Ayo bangun sayang!," Rindu memeluk erat tubuh Dirga yang sudah bersimbah darah.


Sementara Rika yang baru saja tiba disana segera menarik tubuh Rindu lalu mendorongnya sehingga gadis belia itu terjatuh diatas lantai trotoar dengan air mata yang berlinang.


"Dirga, bangun ini Ibu Nak.!," Rika menggoyang-goyangkan tubuh Dirga yang sudah tidak bernafas lagi.


"Seperti ini yang kamu mau bukan!, kamu terus memaksakan kehendakmu pada Dirga dan menganggapnya seperti robot suruhanmu. Kau lihatlah, dia sudah tiada, dia sudah tertidur nyeyak di alam sana." ucap Rakha sambil berlinang air mata.


Rika tidak menjawab ucapan Rakha, perempuan itu malah berdiri dan berbalik mendekat kearah Rindu yang masih terduduk diatas lantai trotoar.


"Perempuan sial, kamu sudah membunuh putraku. kamu tunggu saja pembalasanku sebentar lagi, Aku akan membuat hidupmu seperti dalam neraka," Rika mendekatkan wajahnya kearah telinga Rindu yang saat itu hanya bisa terdunduk dan tidak berani menatap Rika.


Setelah kepergian Rakha dan Rika membawa jasad Dirga. Rindu mengangkat wajahnya dan menatap ke hamparan langit luas. Sebuah bintang tiba-tiba terjatuh dan tampak diatas sana Dirga tersenyum manis padanya lalu kemudian menghilang di gelapnya malam.


"Ya ALLAH, terimalah Dirgaku di sisimu dan tempatkalah dia di syurgaMu. mungkin kami tidak bisa bersatu di dunia karena berbeda kasta tapi sekiranya satukanlah kami disana kelak. Aamiin," Rindu bangkit dan berjalan sempoyongan seperti orang yang sudah tidak memiliki gairah hidup lagi.

__ADS_1


Disinilah kisah Rindu dimulai, Author akan merilits karya yang paling menyedihkan, Ngakak dan romatis buat Rindu tentunya sesudah Jhony dan Melly memiliki anak. jadi terus dukung Channel Author ini dengan cara memberi subcreb, coment, like dan nyalakan lonceng notifikasinya .. Terima kasih.


__ADS_2