MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
117. KEMALL.


__ADS_3

Waktu terus berlalu kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Melly baru saja terjaga dari tidurnya karena perutnya sudah mulai keroncongan.


Melly bangun dari tempat tidur dan mencari Jhony serta putrinya tapi tidak juga dia temukan.


"Kemana mereka berdua!. Baban dimana kamu?," ujar Melly melangkah kearah kamar mandi untuk mencari Jhony dan putri kecilnya.


Pelan-pelan Melly membuka pintu kamar mandi tapi tidak juga dia temukan orang yang dia cari.


Karena sudah di depan kamar mandi Melly sekalian masuk kedalam lalu menguncinya.


Beberapa detik kemudian terdengar gemercik air di dalam sana menandakan kalau Melly sedang melakukan ritual mandi.


Butuh beberapa Menit saja kini Melly keluar dari dalam kamar mandi berbalut handuk setinggi dada sebatas paha.


Melly melangkah kearah lemari pakaian dan mengambil pakaianya dari dalam sana.


Setelah membalut tubuhnya dengan pakaian, Melly menuju meja rias dan berdandan seadanya.


Melly melangkah keluar kamar dan tak lupa menutup daun pintu kamar tersebut.

__ADS_1


Melly melangkah kearah meja makan dan mendapati Jhony sedang menyuapi Azisah yang sedang duduk diatas kereta kecilnya dan Nenek Fatimah yang lagi menyeruput teh sambil memainkan handphon.


"Assalamualaikum, pagi semua," ujar Melly sembari duduk di samping suaminya.


"Waalaikum salam.Pagi sayang," balas Jhony dan Nenek Fatimah bersamaan.


Melihat majikanya sudah ada di meja makan Bi Jhona segera menghampiri Melly.


"Nyonya muda, Anda mau sarapan apa biar Bi Jhona membuatkannya untuk Anda?," tanya Bi jhona sambil menuangkan teh panas kedalam cangkir kosong yang sebelumnya sudah dia letakkan tepat di depan Melly.


"Kalau boleh, nasi goreng saja Bi tapi banyakin cabenya ya, Terima kasih sebelumnya karena sudah merepotkanmu,"


"Tidak apa-apa Nyonya muda, Bibi malah senang bila Anda menyuruh Saya , soalnya pekerjaan rumah kebanyakan Nyonya muda yang ngerjain ke timbang Bi Jhona,"


"Iya Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu untuk membuatkan Anda nasi goreng sesuai keinginan Nyonya,"


Melly sudah tidak menjawab, dia hanya tersenyum sembari mengangguk.


"Sayang jadi tidak kita ke Mall hari ini?," tanya Melly menepuk pundak Jhony yang saat itu sibuk menyuapin putrinya.

__ADS_1


"Apa Mall!?, Nenek ikut, sudah lama Nenek tidak shoping dan bersenang-senang. Buat apa banyak uang kalau tidak di habisin. Cucu dan menantu juga sama, sama-sama iritnya dikasih uang malah di tabung bukanya di nikmatin," ujar Nenek Fatimah yang masih asyik memainkan handphonnya.


Seketika Jhony dan Melly saling menatap dan mengedikkan bahu mereka satu dengan yang lain.


"Ih Nenek ini!, Kami berdua bukanya irit Nek, tapi jaga-jaga untuk ke depanya. Buat apa buang-buang uang dengan hal yang tidak begitu penting. Alangkah baiknya uang kita sisihkan dan sumbangkan pada orang yang lebih membutuhkan. Contohnya panti asuhan atau panti jompo,"


"Tull," kata Jhony kembali menyuapin si kecil.


"Nenek juga tahu itu kali. Kalian tahu sendiri bukan 10% dari hasil perusahaan Nenek sumbangin ke panti, sisanya Nenek pake happy bersama Eslilin dan Farguson alias Farida," ujar Nenek Fatimah tidak mau kalah yang masih asyik memainkan handponnya.


"Terserah Neneklah, uang uang siapa yang rugi juga siapa?. Sayang jadi tidak nich kita ke Mall hari ini?," kembali Melly menepuk pundak Jhony dan memberikan pertanyaan yang sama.


"Jadi dong sayang!, tapi kamu sarapan dulu sekalian Aku menghabiskan sisa makanan Azisah yang tinggal beberapa kali suap lagi," balas Jhony sambil membersihkan mulut putrinya dengan tissu.


Kembali Melly mengangguk sembari menunggu pesananya datang.


Tidak lama kemudian ke 4nya pun keluar dari dalam rumah menuju kearah mobil mewah milik Jhony dan meninggalkan rumah tersebut menuju kearah MAll.


"Nyonya saatnya sudah tiba, Mereka sudah keluar rumah membawa bayi mereka," ujar seorang pria berkacamata hitam sambil menelpon.

__ADS_1


"Bagus, ikuti mereka terus dan segera kabari Aku dimana posisi mereka," jawab seorang perempuan dari dalam sana.


"Baik Nyonya akan Saya laksanakan," balas pria berkacamata itu menutup jalinan telphonnya lalu masuk kedalam mobil untuk mengikuti kemana arah mobil Jhony menuju.


__ADS_2