
Melihat Alex terkapar, Shanty berlari mendekati Alex.
"Alex bangun!," Shanty meletakkan kepala Alex diatas pangkuannya.
Alex tersenyum lalu menutup kedua matanya. Kedua tanganya lunglai dan jatuh begitu saja diatas lantai.
"Alex........" teriak Shanty sehingga suaranya menggema di dalam ruangan itu.
"Kamu sudah membunuh Alexku!," tatap Shanty tajam pada Melly, lalu kemudian meletakkan kepala Alex diatas lantai.
Santy bangkit dan mendekat kearah Melly. Shanty tiba-tiba memberi pukulan kearah wajah Melly dan dengan cekatan Melly menghindar.
Shanty terus menyerang Melly tanpa memberinya kesempatan untuk membalas.
Beberapa kali pukulan Shanty mendarat di tubuh serta wajah Melly hingga kini Melly begitu geram.
Melly sedikit mundur ke belakang, lalu mengusap tubuh serta wajahnya yang terasa perih akibatan pukulan yang baru saja di hadiahkan Shanty padanya.
"Apa Mak' sudah puas!," tanya Melly sambil tersenyum getir menatap kearah Shanty.
"Itu belum seberapa dengan apa yang kamu lakukan pada Raka dan juga Alex," balas Shanty lalu kembali melayangkan pukulanya kearah Melly.
Melly dengan cekatan menangkap tangan Shanty lalu memberi sebuah tendangan keras kearah perutnya.
Shanti terjungkal kelantai dengan kedua siku berdarah.
"Sudah kubilang jangan main-main denganku!," Melly dengan sedikit tersenyum.
Shanty mencoba berdiri dan kembali mendekat kearah Melly.
"Kau benar-benar kurang ajar!," kembali santi menyerang Melly tapi dengan sigap pula Melly menghindar.
Kembali pertarungan pun berlansung dengan segit.
Sementara itu, Jhony dan Lina mendekat kearah kursi roda dimana Nenek Fatimah sedang duduk diatas sana dengan tangan terikat dan mulut tertutup lakban.
Jhony membuka ikatan tangan Nenek Fatimah lalu kemudian membuka lakban yang menutupi mulutnya.
"Apa Nenek baik-baik saja!," tanya Jhony lalu membantu Nenek Fatimah untuk berdiri.
__ADS_1
"Nenek baik-baik saja Joko!," jawab Nenek Fatimah sedikit tersenyum pada Jhony.
"Kenapa kalian berdua tidak membantu Nelly untuk mengalakan siluman betina itu," tanya Nenek Fatimah tanpa memandang kearah Jhony dan juga Lina karna sedang memperhatikan pertarungan antara Melly dan Shanty.
"Nenek tenang saja, dalam hitungan kurang dari sepuluh menit Meong pasti bisa dengan mudah mengalahkan Mak lampir itu," balas Jhony ikut menyaksikan pertarungan antara Melly dan Shanty.
Apa kata Jhony benar-benar terjadi tenaga Shanty mulai terkuras habis hingga Melly tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Melly menangkat tubuh Shanty dan membantingnya ke atas lantai.
Shanty meringis sambil memegangi pinggangnya.
"Awii......"
"Rasakan itu, makanya jangan coba-coba melawanku," Melly sambil melipat kedua tangan di depan dada.
Nenek Fatimah, Jhony dan Lina melangkah mendekat kearah Melly.
"Nelly .....," ucap Nenek Fatimah sambil merentangkan kedua tanganya.
"Nenek.....," sambut Melly ikut merentangkan tanganya .
Keduanya pun saling berpelukan.
"Rasakanlah itu perempuan gila! kamu tidak ada kapok-kapoknya untuk berbuat jahat maka dari itu kamu nikmatilah hasil dari buah kejahatanmu itu," ucap Nenek Fatimah berdiri tepat di depan Sahanti yang masih tergeletak dengan nyeri pinggang yang cukup dasyat.
"Iiiii....sakit," Shanty meringis.
Jhony, Melly, Nenek Fatimah dan juga Lina tidak memperdulikan ringisan Shanty. Mereka ingin memberi efek jerah pada perempuan jahat itu.
Tidak lama kemudian, hentakan kaki terdengar menaiki anak tangga.
Ada beberapa pria bertubuh besar memakai seragam polisi masuk kedalam ruangan itu sambil menyodorkan senjatanya.
"Jangan bergerak," ucap Sorang Polisi sambil mengarahkan senjatanya.
"Tangkap mereka semua!," Hafid sambil menunjuk kearah anak buah Shanty dan juga Shanty.
"Sayang sakit," Shanty masih meringin dan memohon belas kasihan dari Hafid.
__ADS_1
"Itu belum seberapa dengan dosa-dosa yang telah kamu lakukan selama ini. Shanty, Aku harap dengan kejadian ini, kamu bisa introspeksi diri agar kedepanyanya kamu bisa berguna juga untuk manusia lain. Pak polisi bawa dan tahan dia, biar dia bisa mempertanggung jawabkan semua perbuatan jahatnya," ucap Hafid pada seorang polisi yang berdiri di sampingnya.
"Baik pak!, Ayo Nyonya, ikut kami ke kantor," ucap pak Polisi membatu Shanty untuk berdiri.
Dengan susah payah Shanti berdiri dan terus memegangi pingganya.
"Kalian semua benar-benar biadab! tunggu saja pembalasanku nanti" Shanty menatap Jhony, Melly, Nenek Fatimah, Lina serta Hafid secara bergantan.
"Ayo Nyonya cepat jalan," Pak polisi menarik paksa tubuh Shanty untuk berjalan menuju pintu keluar.
Jhony, Melly, Nenek Fatimah,dan juga Lina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Shanty.
"Shanty kamu memang manusia yang tidak ada kapok-kapoknya, Semoga kedepanya kamu bisa berubah setelah menjalani masa tahanamu," ucap Hafid ikut menggelengkan kepalanya.
Setelah semua polisi membawa Shanty dan sekutu-sekutunya pergi.
Nenek Fatimah pun mengajak Jhony, Melly, Lina dan Juga Hafid untuk meninggalkan tempat itu.
Tapi belum juga beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba Melly terlihat oleng.
Dengan sigap Hafid menangkap Melly yang saat itu memang berjalan paling belakan.
"Nak! kamu kenapa," ucap Hafid menepuk-nepuk lembut wajah Melly.
Jhony, Nenek Fatimah dan juga Lina sontak berhenti dan berbalik.
"Mell, Nelly," Teriak Nenek Fatimah dan Lina bersamaan lalu berlari kecil mendekati Hafid yang masih setia menahan tubuh Melly agar tidak terjatuh.
Sementara itu, Jhony memplototkan matanya dan secepat kilat dia merebut tubuh Melly dari tangan Hafid.
"Dia ini milikku, dan juga tanggung jawabku, Kamu tidak ada hak untuk menyentuhnya apa lagi memperlakukanya seperti tadi," ucap Jhony sambil membopong tubuh Melly.
"Tapi, Aku hanya menolongnya Nak," balas Hafid dengan raut wajah heran.
"Pokoknya tidak ada satu laki-laki pun yang bisa menyentuhnya selain diriku," Jhony berjalan cepat mengendong tubuh Melly keluar dari tempat itu.
Hafid dan Lina hanya mengernyitkan dahinya sakin herannya dengan ucapa Jhony.
Lain hanya dengan Nenek Fatimah. Perempuan tua itu hanya tersenyum-senyum sendiri sambil melangkah mengikuti Jhony dari arah belakang.
__ADS_1
Entah apa yang ada di pikiran perempuan tua itu saat sekarang ini.
👉teruslah beri like, coment, vote ..yang banyak ya ..terima kasih.