
HARI PERSANDINGAN.
Setelah proses Ijab kabul selesai. Para tamu undangan pun di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah tersaji di atas meja.
Lantunan lagu dangdut serta lagu bugis terdengar mendayu-dayu dalam ruangan itu.
Jhony dan Melly duduk diatas pelaminan yang cukup mewah.
Silih berganti para tamu undangan memberi selamat dan doa buat mereka berdua.
Jhony tidak henti-hentinya menatap Melly yang memang pagi itu terlihat sangat cantik. Ingin sekali rasanya Jhony menyembunyikan Melly kedalam karung agar mata pria yang Jelalatan memandang Melly seketika terhenti.
"Eong sayang, kamu terlihat sangat cantik hari ini, Ingin sekali rasanya Babang menelanmu saat ini juga andaikan kita hanya berdua saja di tempat ini," Jhony berbisik ke telinga Melly.
Mata Melly seketika melotot mendengar ucapan suaminya yang baru saja mengucapkan ikrar pernikahan di depan penghulu itu. Tapi, bukan namanya Melly kalau tidak bisa melawan, dengan tersenyum kearah Jhony dan memperlihatkan sederetan gigi putihnya, Melly menatap lekat pada suaminya itu sambil membelai wajahnya.
"Kita lihat saja nanti siapa yang memangsa siapa," Melly tersenyum sambil memukul bokongnya.
Kini mata Jhonylah yang seketika melotot mendengar ucapan dan tingkah Melly yang sudah mirip kucing garong betina yang siap memangsanya.
"Hiii ...Ini anak di takutin malah nakutin balik," Gerutuh Jhony.
__ADS_1
"Makanya jangan main-main denganku!, apa Babang Jhony tidak ingat saat proses peluncuran produk baru di gedung DYANA grup!, Siapa yang mengangkat Babang sayang saat Babang bingsang disana!, Aku bukan?. jadi, Babang bisa pikir sendiri siapa yang akan takluk malam ini," Melly tersenyum dan membuang pandanganya ke sekumpulan para tamu yang ada dalam ruangan itu.
Seketika itu juga Jhony menggaruki kepalanya. Apa yang di ucapkan Melly benar, Melly itu bukan perempuan lemah bila di tindas bisanya cuman menangis.
Jhony berpikir keras bagaimana cara menaklukkan Melly malam ini tapi, pikiranya buntu. Menaklukan seorang sailormoon pasti membutuhkan tenaga ekstra.
Tapi itu tidak berlangsung lama saat Jhony melihat Hafid sedang bercanda dengan Elin tepat di depan matanya.
"Hanya papa yang bisa membantuku, tiga kali diatas tiga kali di bawah," ucap Jhony dengan senyum kegembiraan.
Setelah semua tamu undangan selesai memberikan selamat pada kedua mempelai. Kini giliran keluarga satu persatu naik diatas panggung.
Aldo dan Gisel menaiki panggung sambil masing masing memegangi si kembar. Ziko di pegang oleh Gisel sedangkan sibungsu saki pegang oleh Aldo.
"Terima kasih Sell, Eee...Ciko keponakan tante yang tampan," Melly mencubit pipi tembum Ziko.
"Tante cakit au!," Protes Ziko.
"Iya, Iya maaf!, Nanti tante kasih es cream lo, gimana!," tanya Melly pada Ziko.
"Benalkah!, Kalau begitu tante boleh cubit pipi Ciko sepuas tante," Ziko menawarkan pipi tembemnya kepada Melly.
__ADS_1
"Nanti!, Ciko ke om Jhony dulu ya, Bunda mau bicara sebentar dengan tante Mellymu," Gisel tertunduk dan membelai pucuk kepala putranya.
Ziko hanya menganguk dan melangkah mendekat kearah Jhony yang saat itu sedang ngobrol dengan Aldo dan sesekali mencubit pipi Zaki.
Setelah kepergian Ziko. Kembali perbicangan antara Gisel dan Melly kembali berlangsung.
"Mell, selepas menikah apa kalian akan segera melakukan program kehamilan?,"
"Aku dan Jhony mungkin akan menundahnya untuk sementara waktu sebelum kontraku sebagai model di DYANA grup selesai,"
"Siapa bilang kalau kita akan menunda program memiliki anak. Aku malah berpikir, dalam satu tahun bisa langsung dapat dua anak kura-kura sekaligus!,," Jhony melangkah mendekat kearah mereka berdua.
"Hii... , Apaan si!, tidak ada angin tidak ada hujan langsung datang memotong pembicaraan orang!," Protes Melly pada Jhony.
"Aku sekarang ini adalah imammu, Jadi kamu harus menuruti semua keinginan Babanmu ini,paham!," Jhony mencolek dagu Melly mengunakan jari telunjuknya sembari mengedipkan kedua matanya seperti kucing lagi kasmaran.
Aldo dan Gisel yang saat itu tak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum memperhatikan kedua sijoli itu yang masih saja seperti kucing dan tikus.
Tidak berselang lama kemudian Elin, Nenek Fatimah, Nenek Farida, Hafid, Pandu, Lina , Dokter Fadlan, Rindu naik keatas panggung.
Dirga tidak bisa menemani Rindu karna kala itu Rika ibu dari Dirga juga ada di sana dan melarang Dirga untuk dekat-dekat dengan Rindu.
__ADS_1
"Nak selamat ya!, Ibu doakan kalian semoga pernikahan kalian langgeng sampai ajal memisahkan kalian berdua. Selepas tamu undangan pulang, kalian berdua beristirahatlah karena sebentar malam puncak acara pernikahan kalian baru akan segera dimulai, Ibu sudah menyiapkan pesta besar dan mengundang semua Presidir serta para CEO baik yang ada dalam kota ini maupun yang ada di luar kota. Jadi kalian harus jaga stamina untuk menyambut pesta sebentar malam," Ucap Elin setelah melepas pelukanya pada kedua mempelai.
Seperti yang di lakukan Elin. Nenek Fatima, Nenek Farida, Pandu, Hafid, Lina, Rindu dan juga Dokter Fadlan pun melakukan hal yang sama. Mereka semua memberi selamat dan doa pada kedua mempelai.