
Tidak terasa waktu terus berputar hingga tida terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Jhony yang saat itu sudah terbangun dan sudah berpakaian kembali duduk di pinggir pembaringan dan menatap wajah Melly yang masih tertidur pulas sambil menyelimuti tubuhnya.
"Terima kasih sayang, karna kamu sudah menjadi istriku yang sempurna untukku, cup!," sebuah ciuman mendarat lembut di kening Melly.
Seketika itu juga Melly terbangun dan menguap menandakan kalau dirinya sudah terbangun.
"Maaf kan Baban sayang karena sudah mengganggu tidur nyenyakmu," ucap Jhony sedikit merasa bersalah.
"Tidak apa-apa!, Baban, ini sudah pukul berapa?," tanya Melly yang masih bermalas-malasan untuk bangun dari tempat tidur.
"Sudah hampir pukul setengah sepuluh. Kalau kamu masih ngatuk, kamu bisa melanjutkan untuk tidur biar nanti aku pesankan makanan untukmu. Kamu sebaiknya mandi dulu biar Baban membereskan tempat tidurnya, Baban sudah menyiapkan semuah alat mandi buatmu,"
Melly tersenyum sambil mencoba turun dari tempat tidur. Belum juga dia melangkah, sesuatu terasa sakit dibagian itu.
"Awo......" ringis Melly.
"Ada apa sayang," Jhony bangun dari tempat duduknya dan berlari kecil kearah Melly .
"Nyeri....," ujar Melly singkat.
"Apanya yang Nyeri sayang?," tanya Jhony pura-pura tidak tahu.
"Ada pokoknya!, boleh Baban gendong Melly ke kamar mandi gak!,"
"Baiklah....," Jony segera mengangkat Melly. Ada sekitar 10 menit didalam sana hingga Jhony keluar dengan handuk di pundaknya.
__ADS_1
Belum juga Jhony membuka koper miliknya itu, tiga kali ketukan terdengar dari arah daun pintu.
Jhony melangkah kearah pintu lalu kemudian memutar gagang pintu tersebut dan sedikit menariknya.
Tampak dua orang pegawai hotel sedang berdiri disana dengan masing- masing mendorong trolley yang berisi minuman dan berbagai jenis makanan diatasnya.
"Selamat pagi Tuan," ucap salah seorang diantara pegawai restaurant itu.
"Hem....Pagi," balas Jhony singkat.
"Kami datang membawa makana serta minuman sesuai pesanan Tuan tadi. Apa kami berdua boleh masuk untuk menyajikan makanan ini pada Tuan dan Nyonya?,"
Sebelum menjawab Jhony menatap kearah kamar mandi untuk mewanti-wanti jangan sampai Melly keluar dari dalam sana dan kedua pelayan itu melihatnya dalam keadaan tidak semestinya.
Setelah merasa aman, Jhony mempersilahkan mereka untuk masuk.
Kedua pegawai tersebut bukanya menjawab pertanyaan Jhony, mereka malah saling menatap satu dengan yang lainya. Wajah mereka sedikit heran sehingga membuat Jhony kembali membentaki keduanya.
"Paham tidak....!,"
"Paham Tuan," balas keduanya dengan gugup sambil menundukkan kepala.
Setelah pintu terbuka lebar, kedua pegawai hotel itupun masuk sambil mendorong trolley dan meletakkanya di samping tempat tidur.
"Tuan, apa masih ada yang Tuan butuhkan biar kami melakukanya untuk Anda?," tanya pegawai hotel sebelum dia keluar dari ruangan itu.
"Kalian berdua bawa spring bed ini dan segera ganti dengan yang baru," ujar Jhony sambil menunjuk kearah sping bed.
__ADS_1
Kembali kedua pegawai hotel saling menatap sebelum menjawab.
"Kenapa harus di ganti tuan!, ini adalah spring bed baru dan paling terbaik di kelasnya," tanya pegawai hotel dengan wajah heran.
"Apa katamu terbaik di kelasnya?, coba lihat semua per yang ada di dalamnya sudah pada patah. Apa ini kamu maksud dengan baru dan terbaik dikelasnya, Hah!," bentak Jhony sambil mendekat kearah pegawai hotel itu.
"Maafkan atas kelalaian kami. kami akan segera menggantinya dengan yang baru. Anto, ayo kita keluarkan spring bed ini dan kita ganti dengan yang paling bagus," ajak pegawai hotel pada temanya.
"Baik pak," balas Anto dan mulai menyingkirkan satu demi satu apa yang ada diatas spring bed.
Semasih kedua pegawai hotel itu membersikan dan ingin mengankat spring bed yang semalam di gunakan Melly dan dirinya.
Jhony mengambil handponnya dan menghubungi sesorang.
Lain halnya dengan Melly, perempuan cantik itu sebenarnya sedari tadi ingin sekali keluar dari dalam kamar mandi tapi sedapat mungkin dia tahan sakin malunya mendengar percakapan kedua pegawai hotel.
"Anto, semalam ada pertempuran dasyat nich! coba lihat, spring bed dengan bobot 1 ton bisa patah seperti ini apa lagi hanya spring bed biasa, pasti sudah rata dengan tempat tidurnya hi hi hi," Pegawai hotel itu sambil tertawa kecil.
"Iya Pak!, Nyonya pasti kuat sekali mendayung diatas perahu, hi hi hi," balas Anto sedikit berbisik sambil ikut tertawa.
Setelah kedua pegawai hotel itu selesai dan siap-siap untuk mengeluarkan spring bed itu dari dalam kamar dan ingin menggantinya dengan yang baru. Jhony segera mendekati mereka dan memberikan mereka uang tips.
"Ini buat kalian, tapi ingat jangan sampai ada yang tahu kalau spring bed yang kami gunakan semalam peot seperti ini, paham!," Jhony mendekatkan wajahnya kepada mereka berdua.
"Paham Tuan," jawab keduanya dengan cepat.
"Kalau begitu cepat pergi dan cepat kembali,"
__ADS_1
"Baik Tuan, kalau begitu kami permisi dulu dan trima kasih atas tipsnya," kedua pegai itupun melangkah sambil mengangkat spring bed peot dan sudah tidak berbentuk lagi.