
Efendy menjatuhkan tubuhnya di atas lantai lalu berlutat. Pria parubaya itu bersujud kemudian menagis.
"Tuhan, apa yang telah Aku lakukan ini. kenapa bisa sehancur ini kehidupan rumah tanggaku?." suara Efendy begitu pilu hingga orang yang ada dalam ruangan itu ikut merinding mendegarnya.
"Bangunlah Sayang! Kamu tidak usah menyesali apa yang sudah terjadi." Angeline sedikit menunduk lalu mengelus-elus pundak Efendy.
Efendy mencoba bangkin dan menepis tangan Angelina.
"Ini semua karna ulama! Aku selalu mengikuti keinginanmu sehingga Aku menggelapkan uang perusahaan yang selama ini tempatku untuk mencari nafkah." Efendy menepis keras tangan Angeline.
"Kenapa menyalahkanku!. Kamu sendiri yang merayuku dan berjanji untuk memenuhi segala permintaanku bila Aku mau menikah denganmu. Apa kamu lupa semua itu?." Angeline yang yang juga mulai tersulut emosinya.
"Ah ...sudalah. Semua fasilitas mewah yang sudah di berikan padamu akan Aku kembalikan ke perusahaan, karna itu memang milik perusahaan." Efendy menatap tajam kearah Angeline.
"Tapi Sayang! kalau kamu menarik semua fasilitas itu bagaimana dengan nasibku." Angeline sedikit memelas kepada Efendy.
"Itu terserah kamu! Aku tidak peduli, yang Aku pikirkan sekarang bagaimana caranya agar keluargaku utuh kembali seperti sebelum kamu muncul di kehidupanku." ucap Efendy lalu melangkah mendekat kearah Jhony.
"Tuan, semua harta yang Aku miliki boleh kamu ambil karna memang itu hak dari perusahaan ini dan Aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku pada pihak yang berwajib." Efendy menundukkan kepalanya di depan Jhony.
Jhony memegangi kedua pundak pria parubaya itu.
"Bagus kalau kamu sudah sadar!. Ingan pak Efendy segala sesuatu yang di dapat dengan jalan tidak halal tidak akan pernah berkah sampai kapanpun. Jadi, jalanilah proses hukum dan renugilah semua perbuatanmu yang sudah melenceng di jalan benar maka hidupmu akan tenang." ucap Jhony lalu menepuk kedua pundak pria parubaya itu.
"Terima kasih banyak Tuan! Kalau begiku Aku permisi dulu. Aku akan ke kantor polisi untuk menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku." Efendy berbalik dan melangkah menuju kearah pintu keluar.
Jhony hanya menganggu sembari tersenyum.
"Sayang bagaimana dengan Aku!." ucap Angelina berlari kecil mengejar Efendy dari belakang.
Semua peserta rapat kembali ke posisinya mereka masing-masing setelah kepergian Efendy dan Angeline.
__ADS_1
"Satu masalah sudah selesai, tinggal satu masalah lagi harus kita ditumpas supaya perusahaan kita ini kembali berjalan normal seperti sediakala." ucap Jhony setelah ia duduk kembali pada kursinya semula.
Kembali para peserta rapat saling memandang setelah mendengar ucapan Jhony dengan satu masalah lagi.
"Maksud Tuan! setelah kasus Efendy tadi, apa masih ada lagi orang dalam perusahaan ini yang berbuat curang?." tanya Joko dengan nada sedikit heran.
"Iya ada!, salah seorang diantara kalian ada penghianat. Dialah yang membocorkan semua rahasia perusahaan ini pada perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan kita." balas Jhony
"Hah........." ucap para peserta rapat melotot sambil menganga.
"Kalau boleh tahu siapa penghianat itu Tuan!." ucap Joko uang masih terus saja kepo.
"Pak Irwan..........." ucap Jhony singkat.
Irwan yang sedari tadi mulai panik setelah Jhony menyebut kata penghianat bertambah panik lagi karna tiba-tiba Jhony menyebut namanya.
Mata para peserta rapat sontak mengarah pada Irwan yang saat itu hanya terdiam dengan wajah panik.
"Tuan jangan asal menuduh Saya seperti itu, kalau Tuan tidak memiliki bukti." ucap Irwan yang mencoba membela diri.
"An..da jangan sembarang bicara, coba buktikan kalau memang Anda memiliki bukti kalau Aku telah mencurangi perusahaan ini." Irwan terbata-bata dan mencoba menentang Jhony walau hatinya mulai takut.
"Baik! Tyo perlihatkan semua bukti kecurangan yang telah dia lakukan selama ini, pada semua orang yang hadir di tempat ini." Perintah Jhony pada Tyo tapi matanya terarah pada Irwan.
"Baik." ucap Tyo singkat dan melangkah kearah meja kecil yang tak Jauh dari tempat itu.
Tyo memcolok sebuah flasdick pada proyektor yang ada disana.
Tidak lama kemudian muncul video Irwan dan seorang pria berjas sedang melakukan transaksi.
Irwan menyerahkan beberapa file kepada pria berjas itu dan sebaliknya pria berjas itu menyerahkan sebuah cek kepada Irwan.
__ADS_1
"Perusahaan kami sangat senang bekerja sama dengan orang seperti Anda ini pak Irwan." ucap Pria berjas itu sambil menyalami tangan Irwan.
"Sama-sama pak Julio. Bila bayarannya sebesar ini maka semua rahasia dan data-data perusahaan HAMBALI grup akan Aku bucorkan kepada perusahaan kalian." Irwan yang memegang erat tangan pria berjas itu dan sedikit menggoyang-goyangkannya.
Melihat adegan dalam video itu, semua mata para peserta rapat terbelalak. Mereka benar-benar tidak percaya kalau Irwan tegah melakukan itu pada perusahaan di mana mereka bekerja.
"Kamu benar-benar tegah Irwan pada perusahaan yang sudah menafkahi kamu dan juga keluargamu . Apa kamu tidak berpikir dengan nasib kami dan ribuan orang yang bekerja di perusahaan ini!. Dengan kelakuanmu seperti ini, bisa-bisa perusahaan ini akan gulung tikar dan kami semua akan jadi pengangguran.Lagian apa kamu mau menjamin juga manangung makan dan pendidikan anak istri kami!." bentak seorang pria berambut putih dan berkacamata tebal pada Irwan.
"Aku tidak peduli! Kalian mau mati kek, mau apa kek, semua itu Aku tidak peduli sama sekali! uanglah yang menjadi raja diatas segalanya. ha ..ha ..ha." ucap Irwan terbahak-bahak.
"Dasar iblis!." ucap pria berambut putih dan berkaca mata itu langsung menyerang Irwan dengan membabi buta.
Dengan sigap Irwan menghindar dan menendang pria tua tersebut hingga jatuh tersungkur diatas lantai.
"Apa masih ada yang mau nasibnya seperti tua bangka ini?." ucap Irwan begitu angkuh dan menentang orang-orang dalam ruangan itu.
"Irwan kamu benar-benar iblis berwujud manusia. Kamu tega menyakiti orang tua yang seharusnya kamu hormati sebagai orang tuamu sendiri." ucap David mencoba maju untuk menyerang Irwan tapi Jhony dengan sigap mengangkat tangan kananya.
"Biar Aku yang membereskan pria bren5ek ini." Jhony maju kemudian mengankat tubuh pria yang terkapar diatas lantai kibat tendangan dari Irwan tadi.
"Apa Bapak baik-baik saja!." ucap Jhony setelah mendudukkan pria tua itu diatas kursi.
"Aku baik-baik saja Tuan. Tolong bereskan iblis itu jangan sampai dia lolos." balasnya sambil menunjuk kearah Irwan.
Jhony hanya mengangguk pelan tanpa membalas.
"Majulah kalau kamu mau nasibmu sama dengan tua bangka itu." ucap Irwan yang sejak tadi mengepalkan kedua tangannya dan memasang kuda-kuda.
Jhony mumbuka jas yang Dia gunakan dan meletakkanya diatas meja rapat.
Belum juga Jhony siap, Irwan sudah menyeranya terlebih dulu dengan beberapa kali pukulan.
__ADS_1
Tiga pukulan yang Irwan layangkan kearah Jhony dua diantaranya dengan muda Jhony tangkis tapi yang satunya mendaran indah di pipi sebelah kirinya.
👉like, coment , vote masih Author tunggu ...terimah kasih banyak.