MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
25. DI DESKUALIFIKASI.


__ADS_3

Melly dan Lina melangkah memasuki gedung Aula milik DYANA grup untuk kedua kalinya.


Suasanya gedung aula tidak seramai yang pertama, karna semua peserta sudah kembali kerumah mereka masing-masing.


Tidak lama kemudian Melly dan Lina kini sudah berdiri tepat di depan pintu ruang audisi.


"Melly ..apa kamu baik-baik saja?." Lina sedikit menepuk punggung Melly karna melihat ada sedikit kekuatir di wajah sahabatnya itu.


"Aku baik-baik saja Lin! kamu tidak usah terlalu mengawatirkanku. bila memang Aku harus di deskualifikasi dalam perlombaan ini, maka mau tidak mau aku akan menerimanya dengan lapang dada. Hidup, Rezeky, Maut dan jodoh sudah ada yang mengatur. Jadi, kita sebagai hambaNya hanya bisa relah dan iklas menerima takdir yang sudah di gariskanNya pada kita." Melly yang mencoba tersenyum walau ada rasa kuatir mendera dalam hatinya.


Lina hanya tersenyum manis sebagai bentuk jawaban atas ucapan Melly.


Tidak lama kemudian Melly mengetuk daun pintu ruang audisi sembari mengucapkan salam.


Dari dalam ruangan audisi terdengar langkah kaki mendekat kearah pintu. Tidak lama kemudian daun pintu pun terbuka dan nampak Fenny sedang berdiri di sana sambil membuka pintu.


"Melly ...! kenapa bentukmu seperti habis di telan ular piton lalu di muntahkan kembali." ucap Fenny sambil menutup hidungnya dengan kedua jarinya.


Melly membulatkan ke dua matanya mendengar ucapan Fenny.

__ADS_1


"Maaf mba Fenny, di luar tadi ada sedikit tragedi hingga membuat Aku harus


seperti ini." balas Melly sembari menundukkan kepala.


"Cepat masuk, lalu bersihkan dirimu di bilik kamar mandi, setelah itu ganti pakaianmu lalu kamu menghadap kami di meja sidang." Fenny langsung melangkah masuk terlebih dulu karna merasa jijik melihat penampilan Melly yang sudah hampir sama seperti gembel pertokoan.


"Baik Mba!" Balas Melly lalu ikut masuk ke dalam mengikuti Fenny dari belakang.


Tidak lama kemudian, Melly keluar dari dalam bilik ruang ganti dengan penampilan yang cukup memukau dan sangat jauh beda saat dia masuk kedalam ruangan tadi.



Melly melangkah mendekat kearah meja sidang seperti perintah dari Fenny tadi.


Para dewan juri yang saat itu sibuk dengan map yang ada di depan mereka masing- masing sontak mengankat kepala mereka secara bersamaan setelah mendengar ada seseorang yang sedang menyapa.


Para dewan juri terbelalak setelah melihat seorang gadis cantik sedang berdiri di hadapan mereka sambil meremas jari-jarinya.


"Melly! duduklah." Perinta Tety sambil melepas kaca matanya dan meletakkanya diatas meja.

__ADS_1


"Terimah kasih." balas Melly sambil menarik sedikit kursi kosong yang ada di hadapanya kemudian ia duduk.


"Melly! kamu sudah memberi contoh yang kurang baik pada orang-orang. Kamu itu model Melly dan calon bintang iklan di perusahaan ini, tapi kelakuanmu mirip seperti preman pasar. Harusnya kamu itu memberi contoh yang baik kepada orang-orang supaya namamu tercatat baik di hati para penggemarmu bukanya melakukan perkelahian di depan umum yang bisa mencoreng nama baik perusahaan dan juga nama baikmu sendiri." ucap Tety sambil sedikit mencondongkan wajahnya kearah Melly.


"Tapi Bu!, apa yang Aku lakukan tadi itu hanya membela diri. Dan apa Aku harus diam saja ketika orang memperlakukanku semenah-menah seperti yang di lakukan Gina dan kedua temanya itu?." balas Melly mencoba membela diri.


"Kamu pintar sekali mencari alasan!. Aku ada pilihan untukmu!, dan silahkan kamu jawab sejujur-jujurnya." ucap Tety masih dengan raut wajah datar.


"Kalau Melly sanggup. Melly akan menjawabnya." balas Melly tegas.


"Seandainya saja kami memberimu pilihan, Mana yang kamu pilih, mempertahankan martabatmu atau mempertahankan statusmu sebagai calon juara dari perlombaan ini." tanya Tety lagi kepada Melly.


"Aku akan dengan senang hati mempertahankan martabatku. Untuk apa Aku menang dalam lomba tapi orang-orang memandang remeh padaku serta menginjak injak harga diriku." balas Melly tegas.


"Oh ..kalau begitu silahkan kamu keluar dari sini dan kamu dinyatakan gugur." ucap Tety lalu menutup map yang ada di depanya.


Semua dewan juri hanya terdiam mendengar keputusan Tety.


"Baik Bu!. Aku dengan senang hati menerima keputusan ini. dan Aku permisi." ucap Melly sambil berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Melly melangkah menuju arah pintu.


đŸ‘‰terus beri like, coment, vote dan rate bintang limanya ya ..trima kasih.


__ADS_2