MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
84. IMPIAN TERBESAR ELIN


__ADS_3

"Apa yang kalian perbuat barusan!," bentak Elin pada Jhony dan Melly.


Jhony dan Melly diam saja, Keduanya tak berani menatap orang-orang yang ada di dalam sana.


"Jhony, Melly jawab!," Elin masih dengan suara tingginya tapi tetap saja Jhony dan Melly masih diam dan terpaku.


"Oh ...baiklah! karna kalian berdua tidak mau menjawab maka Ibu akan memberi keputusan. Dua bulan lagi kalian berdua akan Ibu nikahkan! bagaimana?." tanya Elin pada Melly dan Jhony.


"Setuju!," ucap Jhony spontan membuat Elin, Hafid dan juga Nenek Fatimah seketika saling memandang lalu kemudian tersenyum.


Lain hanya dengan Melly, dia sontak terbangun dari tempat tidur dengan mata melotot tajam kearah Jhony.


"Apaan si! main setuju-setuju saja," kesal Melly sambil memukul pundak Jhony.


"Kamunya yang apaan! ini sudah keputusan Ibu dan tidak bisa di ganggu-gugat lagi, paham!" balas Jhony ikut memplototkan matanya ke Melly.


Kembali Elin, Nenek Fatimah dan juga Hafid hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pertengkaran kecil antara mereka.


"Pokoknya Aku belum mau menikah sebelum kontrakku dengan DYANA grup selesai titik."


"Ooo.....Baiklah kalau itu maumu! Aku sebagai CEO DYANA grup memutuskan kalau mulai bulan ini kontrakmu sebagai model di perusahaan DYANA grup selesai," balas Jhony dengan tegas.


"Ah ..itu tidak adil, kontrakku kan masih satu tahun lagi, kenapa harus selesai bulan ini! semua ini tidak adil bagiku," balas Melly tidak terima keputusan sepihak dari Jhony.


"Kalau kamu masih tidak terima dengan keputusan kontrak itu maka sebagai gantinya kamu Aku pecet. Titik!," ucap Jhony masih dengan nada tegas.

__ADS_1


"Hiii....ini orang benar-benar ya, Ah Terserah kalian saja!," ucap Melly ngambek sembari menidurkan kembali tubuhnya seperti sediakala.


Seketika Elin, Hafid, Nenek Fatimah tersenyum mendengar keputusan dari Melly.


"Baiklah kalau begitu! dua bulan lagi kalian akan menikah, Jadi bersiap-siaplah mulai dari sekarang, Jhony mulai sekarang tanggung jawabmu akan semakin bertambah. sebentar lagi Kamu tidak lagi satu melainkan dua. Jadi Ibu harap kamu menjaga Melly dengan baik jagan sampai pria lain mendahuluimu, paham!," Elin memegangi bahu Jhony sembari menepuk-nepukinya.


" Jhony Paham Bu,!," balas Jhony menatap wajah Elin sembari tersenyum lebar.


"Ibu akan mengadakan pesta besar-besaran untuk kalian berdua dan akan selalu dikenang, bukan cuman kalian berdua saja bahkan seluruh penghuni kota ini akan mengenangnya, ini sebagai wujud kekesalan Ibu pada Aldo dan Gisel karna tidak mau mengadain pesta pernikahan yang selama ini Ibu idam-idamkan," utas Elin dengan bibir sedikit tersenyum


"Tapi Bu! Melly tidak mau pesta seperti itu, Melly mau pesta sederhana saja yang hanya di hadiri oleh keluarga dan teman-teman saja," Melly sedikit menolak keinginan Elin.


"Jhony setuju dengan usulan si Meong!, asal pernikahanya sah di mata hukum dan agama itu sudah cukup bagi Jhony," tambah Jhony melanjutkan perkataan Melly.


Ada kekecewaan besar dari wajah dan juga mata perempuan parubaya itu mendengan perkataan dari Melly dan Jhony.


Pesta besar-besaran yang selama ini dia idam-idamkan akan kembali kandas untuk kedua kalinya.


"Baiklah kalau itu mau kalian, Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua," ucap Elin lemah sambil membalikkan badan lalu melangkah menuju pintu keluar ruangan itu.


Melly dan Jhony seketika saling memandang begitu juga dengan Hafid dan Nenek Fatimah.


"Nak, Apa kalian berdua tega menghancurkan impian Ibu kalian yang selama ini dia idam-idamkan. Cukuplah dia kecewa karna Aldo dan Gisel tidak mengadakan pesta kala itu tapi tolong, untuk kali ini, jangan membuatnya kecewa untuk kedua kalinya," ucap Hafid memberanikan diri untuk berbicara pada Jhony dan Melly karna dia melihat ada kekecewaan besar di Elin.


Kembali Melly dan Jhony saling menatap dan tak lama kemudian keduanya mengangguk.

__ADS_1


"Bu ..baiklah kamu setuju dengan usulan Ibu," teriak Jhony dan Melly bersamaan tapi sayang, sosok Elin sudah hilang di balik pintu.


"Bagaimana ini! Ibu pasti sudah sangat kecewa dengan Jhony. Jhony belum pernah membalas kebaikan beliau malah Jhony menyakiti hatinya. Aku memang manusia yang tidak tahu berterima kasih," Jhony mengusap kasar rambutnya ada penyesalan mendalam pada wajah pria itu.


"Bodoh-bodoh, mengapa Aku bodoh sekali si sampai-sampai menolak keinginan terbesar dari Ibu Elin. Astaga ..kenapa sebodoh ini si diriku sekarang," kesal Melly sambil memukul-mukul tempat tidur.


Lama mereka terdiam di sana dengan penyesalan mendalamnya dan pikiran mereka masing-masing.


Hingga semua itu tidak berlangsung lama ketika mendengar suara dan langkah kaki seseorang yang sedang berjalan sambil melompat-lompat kecil dari arah pintu masuk.


"Yuhuiiiii........., Akhirnya ada juga pesta besar yang akan terjadi di mension," ucap Elin dengan sangat gembira sambil menari-nari mendekat kearah Melly dan Jhony.


"Terima kasih banyak karena kalian berdua akan mewujudkan keinginan terbesar yang selama ini Ibu impi-impikan," ucap Elin sambil duduk di antara Melly dan Jhony.


"Sama-sama Bu!," balas Jhony dan Melly memeluk Elin.


Hafid dan Nenek Fatimah tersenyum bahagia melihat ke akrapan mereka layaknya Ibu dan Anak sendiri walau sebenarnya mereka tidak ada hubungan darah sama sekali.


"Selamat ya Nelly dan Juga kamu Joko, Karna sebentar lagi kalian akan menikah. Nenek doain semoga kalian berdua langgeng sampai hayat memisahkan kalian berdua..Aamiiin, ucap Nenek Fatimah turut bahagia mendegar kabar bahagia itu.


"Ayah juga ucapin selamat buat kamu Jhony dan juga calon mantu Ayah. Semoga kalian berdua langgeng terus dan secepatnya di beri banyak momongan supaya ada yang temani Ayah bermain di masa tua Ayah nantinya," ucap Hafid turut bahagia.


Mendengar hal itu kembali Melly memplototkan matanya mambuat orang -orang dalam sana tertawa terbahak-bahak.


👉 jangan pelit-pelit dong beri likenya coment, serta Votenya ya ...terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2