MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
90. RENCANA BARU RUDY DAN HELENA.


__ADS_3

Melly dan Lina semakin menjauh meninggalkan Nenek Fatimah dan juga Nenek Farida.


Keduanya terus melangkah mendekat kearah mobil yang mereka anggap adalah mobil milik orang yang dulu pernah ingin mencelakai Melly.


Mereka berdua begitu penasaran siapa gerangan sang pemilik mobil itu.


"Stop Lin," cegah Melly pada Lina sambil bersembunyi di badan mobil yang tak jauh dari mobil yang mereka curigai itu.


Lina segera berhenti dan ikut bersembunyi dibadan mobil sama seperti yang di lakukan Melly.


"Ada apa Mell?," tanya Lina.


"Kita jangan terlalu mendekat dulu, jangan sampai pemilik mobil itu mencurigai kalau kita sedang memata-matai mereka," jawab Melly sedikit berbisik.


Lina hanya mengangguk. Betul kata Melly, bila mereka terlalu mendekat takutnya yang punya mobil kabur. maka, gagal sudah rencana mereka berdua untuk mengetahui siapa gerangan pemilik mobil berwarna biru itu.


Tidak lama kemudian, tampak sebuah mobil datang dan berhenti tepat di samping mobil berwarna biru tua intaian mereka.


Mata Melly melotot karna dia benar-benar tahu siapa sang pemilik mobil yang baru saja datang dan berhenti di sisi mobil intaianya.


"Bukankah itukan mobil Ayah!, atau jangan-jangan tua bangka itu yang memang sengajah menyuruh orang-orang itu untuk menikam dan juga ingin menangkapku waktu itu?," ucap Melly melotot sambil terus mengintip di sisi mobil bagian belakang.


Tidak lama kemudian pintu mobil yang baru saja datang tiba-tiba terbuka. Dan tampak dari sana Rudy ayah Melly dan Juga Helena Ibu tiri Melly keluar dari dalam mobil.


Kembali mata Melly melotot dugaannya benar, mobil yang baru saja datang itu adalah mobil milik Rudy, ayahnya.

__ADS_1


"Oh..., ternyata kalian berdua memang pelakunya! dasar orang tua biadab tega-teganya kalian menyuruh orang untuk membunuhku serta menangkapku. Aku tidak akan membiarkan kalian berdua hidup enak dasar b4jing4n," Melly ingin melangkah mendekat kearah Rudy dan Helena tapi dengan sigap Lina menarik tanganya.


"Tunggu sebentar Mell, kita jangan terlalu gegabah. Kita lihat dulu apa sebenarnya tujuan mereka datang kemari,"


"Tapi Lin, Mereka sudah sangat melampaui batas. Binatang saja tidak akan memperlakukan anaknya sekejam perlakuan mereka padaku dulu sampai sekarang," ucap Melly dengan wajah memerah.


"Iya Aku mengerti, Tapi kamu jangan emosi dulu, beri kesempatan pada mereka untuk berbicara. Kita dengarkan saja dulu apa rencana mereka berikutnya. Setelah kita tahu tujuan mereka baru kita sergap agar mereka tidak bisa mengelak lagi," ucar Lina terus menahan emosi Melly.


"Baiklah kalau itu memang yang terbaik! Tapi Aku tidak akan kubiarka mereka lolos untuk kali ini. Mereka berdua harus mempertanggung jawabkan semua yang telah mereka lakukan padaku," Emosi Melly sedikit demi sedikit surut tapi tatapan matanya masih memiliki dendam begitu besar.


Kembali keduanya mengintip dari sisi mobil bagian belakang. Melly berdiri sedangkan Lina sedikit jongkok.


Tidak lama setelah Rudy dan Helena keluar dari dalam mobil. Pintu mobil warnah biru tua itu juga ikut terbuka dan keluarlah dua orang preman dari dalam sana.


"Apa kalian berdua sudah menyelidiki dimana keberadaan Melly saat ini?," tanya Helena pada kedua anak buahnya.


"Sialan cecungut itu!, dia mengataiku sialan," kini Lina yang tersulut emosi karena di katai sialan oleh anak buah Helena dan Rudy.


Melly hanya tersenyum mendengar gerutuh Lina yang saat itu sedang menunduk di bawahnya.


"Apa..?, anak bar-bar itu berada di Mall ini! Baguslah kalau begitu, kita tidak usah repot-repot lagi untuk mencarinya. Dan Kalian berdua harus berhasil menangkapnya, Aku tidak mau kalian berdua gagal lagi seperti sebelum-sebelumnya, paham," Rudy yang kini mengangkat bicara.


"Paham Tuan," ucap kedua Preman itu secara bersamaan.


"Kalau begitu, Ayo kita cari dia!. Kalian ke utara kami yang keselatan," perintah Rudy pada kedua anak buahnya.

__ADS_1


Kedua Preman itu pun langsung mengangguk.


Belum juga mereka melangkah Melly dan Lina sudah berdiri di depan mereka sambil melipat kedua tanganya di depan dada.


"Kalian tidak usah repot-repot mencariku karena orang yang kalian cari sudah berdiri di hadapan kalian saat ini," Melly dengan tatapan sinisnya memandang kearah Rudy dan Helena.


Mata Rudy dan Helena seketika melotot setelah melihat kemunculan Melly dan Lina di hadapan mereka secara tiba-tiba.


"Melly Ayo cepat ikut Ayah, Ayah akan menikahkanmu dengan seorang konglomerat tampan yang ada di kota ini," Rudy maju mendekat kearah Melly.


"Apa katamu!, Ayah!, apa kamu masih layak dipanggil Ayah setelah apa yang kamu dan istrimu itu lakukan padaku!, Atau jangan-jangan, kamu ini bukan Ayah kandungku Rudy," bentak Melly pada Rudy.


"Jangan kurang Ajar Melly, Rudy ini Ayahmu kandungmu...dan Aku ini..." ucapan Helena terputus setelah Melly mengankat tangan setinggi dada dan membuka telapak tanganya untuk memberi kode pada Helena untuk berhenti berbicara.


"Dan kamu ini tante Aku bukan!, sekaligus pelakor yang tidak punya hati," kini Melly menatapi Helena dengan tatapan sinisnya.


"Kamu benar-benar anak yang tidak bisa di untung!, Rober dan kamu Niko tangkap dia dan seret di ke mobil," Rudy menyuruh kedua anak buahnya untuk menangkap Melly.


"Baik Tuan,"


Kedua anak buah Rudy maju mendekat kearah Melly dan Lina.


"O..o tidak semudah itu Farguso!, Ayo Lina kita beri pelajaran berharga pada kedua preman kampung ini. Setelah itu kita hajar kedua tua bangka brengzek ini," ajak Melly pada Lina.


"Ayo siapa takut," ucap Lina dengan semangat sambil memukul-mukulkan kepalan tanganya kearah telapak tanganya sembari tersenyum tipis kearah kedua preman yang sedang berdiri di hadapanya kala itu.

__ADS_1


👉terus beri like, coment, votenya ya makasih.......


â›”upss kabar gembira sebentar lagi Author akan buat novel baru tapi upnya di youtube kalian bisa mendengarkan langsung disana tapi jangan lupa subcreber ya supaya author lebih semangat ...terima kasih.


__ADS_2