
Setelah berpisah dengan Keluarga kecil Aldo, Dokter Fadlan dan Lina di rumah sakit.
Jhony dan Melly kembali ke kediaman mereka.
Tidak henti-hentinya Jhony membelai lembut pucuk kepala istrinya itu di sepanjang jalan sembari menyetir kendaraanya.
"Sayang, kamu mau makan apa!, biar kita makan dulu sebelum kita pulang kerumah," ujar Jhony.
Melly yang saat itu sedang asyik mengelus lembut perutnya dan Fokus menatap kedepan segera mengalihkan pandanganya kearah Jhony.
"Aku tidak mau makan di luar. Aku hanya ingin pulang dan masak sendiri dirumah," balas Melly.
"Sayang, kamu sekarang tidak boleh bergerak terlalu banyak . Apa kamu lupa kata Dokter Anita tadi, Kandungan kamu itu masih lemah. Jadi, kamu harus banyak istirahat dan minum vitamin agar kandunganmu kuat," Jhony masih terus membelai lembut pucuk kepala milik Melly.
__ADS_1
"Aku tahu Baban, tapi Aku bosan kalau hanya terus tidur dan bersantai-santai tanpa berbuat sesuatu,"
"Iya baban paham, tapi untuk beberapa bulan ini kamu harus bisa melakukan itu sebelum kandunganmu benar-benar sudah kuat. Baban Akan menambah satu lagi IRT di rumah kita agar bisa menemani dan membantu segala kebutuhanmu selama masa ke hamilan sampai melahirkan.
"Tidak usah Baban, terlalu boros kan ada Nenek, bi Jhona dan bi Wati yang bisa membantuku kapan saja saat Melly membutuhkan bantuan mereka,"
"Baiklah kalau itu keinginamu. Baban janji Baban akan selalu meluangkan waktu baban untuk menjagamu dan juga menjaga buah hati kita yang masih ada di dalam sini," kini tangan Jhony beralih mengusap perut milik Melly.
Tidak lama kemudian, kini mobil yang mereka tumpangi berbelok masuk ke halaman rumah mereka setelah sebelumnya sudah di bukakan pintu oleh Sunarto satpam yang bertugas siang itu di rumah mereka.
Jhony dan Melly melangkah kearah ruang tamu dan mendapati Nenek Fatimah di sana terduduk sambil membaca majalah bisnis di temani secangkir teh panas dan beberapa makanan ringan dalam toples.
"Nenek!, Nenek lagi buat apa?," tanya Melly sambil duduk dan memeluk Nenek Fatimah.
__ADS_1
"Nenek lagi baca majalah bisnis, Bagaimana keadaan janinnya apa dia baik-baik saja di dalam sini," Nenek Fatimah meletakkan majalah diatas Meja lalu kemudian mengelus lembut perut milik Melly.
"Kata Dokter Anita, keadaan Melly dan bayi kami sehat Nek. Dokter Anita berpesan supaya Melly banyak istirahat dan harus banyak minum vitamin untuk memperkuat kandungannya," Jhony meletakkan tas milik Melly diatas meja dan ikut mendudukkan tubuh diatas sofa.
"Nelly dengarkan itu baik- baik!, Mulai saat ini Nenek akan menjagamu.Dan kamu Joko, mulai sekarang tugasmu bertambah, semua perusahaan milik Nenek akan Nenek bebankan padamu. Setelah Nelly melahirkan anak kalian, saat itu juga Nenek akan Fokus menjaga Cicit Nenek. Jadi, mulai saat ini pelajarilah berkas yang ada dalam map itu, Nenek yakin kamu pasti mampu untuk mengembangkan perusahan milik keluarga kita," ujar Nenek Fatimah sambil menunjuk map yang ada diatas meja.
Seketika Melly dan Jhony saling menatap.
"Tapi Nek, bagaimana dengan DYANA grup?, siapa yang akan mengurusnya kalau Aku meninggalkanya,"
"Aldo itu bisa, lagian sebentar lagi Hambali bebas kan!. Jadi serahkanlah itu padanya biar mereka yang mengurus perusahaan mereka dan kamu mengurus perusahaan kita. To kedepanya itu juga akan jadi milik kamu dan Nelly,"
Jhony tidak menjawab apa yang diucapkan Nenek Fatimah, Semua yang di ucapkan perempuan tua itu ada benarnya.
__ADS_1
Dia harus Fokus mengelolah perusahan keluarga mereka dan menyerahkan kembali DYANA grup pada pemilik sesungguhnya