MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
70. SELAMAT JALAN RAKA.


__ADS_3

Melihat siapa yang datang Shanty kembali memperlihatkan wajah geramnya.


"Untuk apa kamu kemari lagi anak haram,?" ucap Shanty begitu sinis.


Jhony tidak menjawab ucapan dari Shanty, Dia malah melangkah mendekat kearah Dokter Fadlan.


"Fadlan, lakukan operasi sekarang. Aku iklas memberikan satu ginjalku padanya," ucap Jhony sambil memandang kearah Raka yang tergeletak lemah diatas pembaringan.


Mendengar hal itu Hafid dan Shanty sontak terbelalak mendengar ucapan dari Jhony barusan .


"Benarkah! Tuan mau menyerahkan ginjal Tuan pada Raka?," tanya Dokter Fadlan yang juga tidak percaya dengan apa yang barusan keluar dari mulut Jhony.


"Ayo cepatlah, sebelum semuanya terlambat," ucap Jhony sambil melangkah menuju kearah pintu keluar.


Belum juga beberapa kali Jhony melangkahkan kakinya, Hafid sudah menghalanginya dari arah depan.


"Jangan lakukan itu," ucap Hafid mencegal Jhony sambil membentangkan kedua tanganya.


"Apa-apaan ini Hafid!, kenapa kamu mencegahnya untuk menolong anak kandungmu sendiri. Apa kamu sudah tidak waras hah!," Shanty mendorong tubuh Hafid agar memberi jalan pada Jhony.


"Kau benar-benar tidak punya hati dan tidak punya malu Shanty! kita sudah menelantarkanya, menghinanya serta beberapa kali hampir membunuhnya tapi kamu masih ingin mengambil sesuatu yang berharga dari dalam tubuhnya demi menyelamatkan Raka yang kita tidak tahu apa dia masih bisa bertahan hidup atau tidak," ucap Hafid kembali pada posisi semula untuk menghalangi langkah Jhony untuk pergi.


"Tapi dia sendiri yang mau dan tidak ada paksaan sama sekali dari kita buka! cepat menyingkir dari sini," balas Shanty masih saja mencoba mendorong tubuh Hafid tapi kali ini Hafid hanya bergerak sedikit saja karna posisi kuda-kudanya sudah kuat tidak seperti tadi.


"Sekali tidak, tetap tidak kataku" bentak Hafid menguatkan tekatnya.


"Kau benar-benar tua bangka yang tidak menyanyangi anak sahmu, malah memilih kebaikan dari anak harammu ini," balas Shanty yang tidak terima dengan keputusan Hafid.


"Kalian berdua ini benar-benar tidak tahu malu, cepatlah menyingkir, Aku ingin menyelamatkan Raka sebelum semuanya terlambat," Jhony mendorong tubuh Hafid hingga pria parubaya itu sedikit mundur dan hampir saja terjatuh.

__ADS_1


Kembali Jhony melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar dan di ikuti oleh Dokter Fadlan dari arah belakang.


Untuk kedua kalinya kembali Jhony menghentikan langkah kakinya setelah mendengar gertakan dari Hafid.


"Kalau kamu melakukan operasi pengangkatan ginjalmu, jangan harap Aku akan mengizinkan pihak rumah sakit ini melakukan proses operasi untuk Raka," gertak Hafid dengan suara lantang.


"Kamu benar-benar ya! Jhony jangan dengar si tua bangka gila ini, cepat kamu lakukan. Urusan belakang biar Aku yang tanggung," ucap Shanty lagi menyuruh Jhony untuk segera pergi.


"Shanty binti kusuma mulai detik ini kamu bukan istriku lagi!," ucap Hafid tanpa memandang kearah Shanty.


Mendengar ucapan Hafid. Jhony, Fadlan dan Mery sontak terbelalak. Mereka bertiga sungguh tidak percaya kalau Hafid menceraikan Shanty di depan mereka bertiga.


Santy sontak mendekat dan menggoyang-goyangkan tubuh Hafid.


"Sayang kamu jangan main-main dengan ucapanmu! cepat katakan kalau kamu cuman berbohong," ucap Shanty kini dengan wajah pucat.


Seketika Shanty terjatuh lemas diatas lantai dengan berlinang air mata.


Bertahun-tahun menjalani biduk rumah tangga bersama dengan Hafid dan Akhirnya semuanya berakhir tragis.


Putranya terbaring sekarat di atas pembaringan sementara dirinya harus relah melepas statusnya sebagai istri dari Hafid Iskandar.


Jhony kembali berbalik arah dan mendekat kearah Hafid.


"Kenapa kamu tidak mengizinkan Aku untuk menolong putramu yang sudah tidak berdaya itu?," tanya Jhony tepat di hadapan Hafid.


Hafid menatap lekat kearah wajah Jhony lalu kemudian perlahan-lahan pria parubaya itu membelainya dengan lembut.


"Aku tidak akan membiarkanmu tersakiti untuk yang kedua kalinya. Cukup sudah penderitaan yang telah kamu tanggung selama ini bersama ibumu karena kelakuan Aku dan keluargaku," ucap Hafid masih terus menatap lekat kearah Jhony.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan Raka!, Apa kamu tidak kasihan sama sekali padanya," balas Jhony lalu menepis tangan Hafid yang terus sajah membelai wajahnya.


Hafid menarik nafas dalam-dalam lalu tertunduk. Butiran-butiran air mata menetes di atas lantai menandakan kalau pria parubaya itu sedang menangis.


"Dengan melarangmu memberikan ginjalmu padanya, bukan berarti Aku tidak menyanyanginya. Ada beberapa cara kita menyayangi sesorang walau terkadang orang lain tidak akan bisa memahaminya. Coba kamu bayangkan kalau sampai kamu memberikan ginjalmu padanya, pasti Raka akan melakukan hal yang sama, mengkonsumsi minuman beralkohol dan memakai obat-obatan terlarang.


Dengan ini pengorbananmu akan sia-sia. Ginjal yang kamu beri padanya akan rusak lagi seperti sekarang ini. Sedangkan di pihak kamu, Kamu pasti akan merasa perubahan besar dalam hal kesehatan, daya tahan tubuhmu akan berkurang drastis dan mudah sakit-sakitan karna cuman satu ginjalmu yang tersisah dalam tubuhmu. Maka dari itu, biarkanlah Raka seperti ini. Bila dia masih di beri umur panjang, berarti TUHAN masih memberinya kesempatan untuk berubah.Tapi, apa bila sampai TUHAN mencabut nyawanya berarti, DIA lebih sayang pada Raka ketimbang kami sebagai keluarganya," Hafid masih menunduk kearah lantai.


"Siapa tahu, setelah Aku memberi satu ginjalku pada Raka, dia bisa berubah dan tidak lagi melakukan hal-hal buruk seperti yang selama ini dia lakukan."


"Benar katanya!, kenapa kamu tidak membiarkanya saja untuk menolong putramu itu," kini Shanty kembali mengangkat bicara dan mencoba berdiri dari atas lantai.


"Sudah sering kami memberinya rasa kapok, tapi tetap saja Raka tidak berubah. Dan kamu tahu, bukan sekali dua kali ini saja Raka terbaring sekarat seperti ini. Tapi kamu lihat sendiri, Raka masih terus saja melakukan hal terlarang itu secara berulang. Maka dari itu, biarkanlah dia seperti ini saja supaya dia tidak memperpanjang dosa-dosanya lagi di dunia ini" Hafid kini mengankat wajahnya dan sesaat menatap kearah Raka.


Lama mereka terdiam di sana hingga suara layar monitor kembali berbunyi nyaring dan lama kelamaan terdiam.


Shanty segera berlari.


"Raka jangan tinggalin mama," ucap Shanty menangis sambil memeluk tubuh Raka yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ," ucap Jhony, Hafid, dan Dokter Fadlan secara bersamaan.


Dokter Fadlan mendekat kearah layar monitor dan benar, Raka telah tiada. Dia telah kembali kedalam pelukan Sang Pencipta.


"Ini semua salah kalian!, Aku tidak akan memaafkan kalian berdua sampai kapanpun," ucap Jhanti mendekat dan memukul Jhony dan Hafid secara bergantian.


Hafid dan Jhony hanya bisa terdiam menerima pukulan demi pukulan yang di layangkan Shanty pada mereka berdua.


👉terus beri like, coment dan votenya ya ...terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2